Inilah 5 Cara Mengatasi Bayi Kekurangan Oksigen saat Lahir

Bayi yang kekurangan oksigen sering disebut dengan istilah asfiksia. Kondisi tersebut terjadi ketika bayi lahir tidak menangis ataupun bernapas dengan normal. Asfiksia sendiri bisa terjadi karena bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup pada saat proses kelahiran. Di dalam istilah lain, asfiksia juga dikenal dengan perinatal asfiksia atau juga asfiksia neonatorum.

Bayi-bayi yang terkena asfiksia memiliki beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Kulit akan terlihat pucat atau bahkan kulit berwarna kebiru-biruan. Keadaan tersebut mirip dengan seseorang yang kekurangan oksigen.
  • Bayi akan terlihat kesulitan bernafas. Hal tersebut dapat terlihat pada bagian perut yang terlihat kembang kempis dengan sangat mencolok. Hal tersebut menunjukan bahwa bayi berusaha untuk menghirup udara sebanyak mungkin.
  • Terjadi masalah pada beberapa organ lainnya seperti jantung, reflek bayi, beberapa otot bayi, dan juga warna kulit bayi.

Setelah mengetahui kondisi bayi yang kekurangan oksigen, kini kita dapat membahas tentang bagaimana untuk mengatasinya bayi yang tidak kekurangan oksigen saat lahir. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

1. Pemberian oksigen ketika proses persalinan

Bagian pertama yang harus dilakukan adalah memberikan oksigen tambahan ketika calon ibu memiliki tanda-tanda akan melahirkan. Alat oksigen ini sangatlah penting karena dapat membantu ibu memperoleh oksigen yang banyak dan  nantinya akan diteruskan pada bayi sebelum melahirkan.

Beberapa penyebab janin kekurangan oksigen dalam kandungan bisa membuat janin meninggal dalam kandungan. Oleh sebab itu, oksigen sangatlah penting untuk kesehatan ibu dan juga bayi yang ada di dalam kandungan. Penggunaan oksigen ini perlu diawasi oleh dokter ataupun perawat yang sudah ditunjuk.

2. Menggunakan teknik paru-paru buatan

Penggunaan alat juga bisa digunakan dan dipasangkan pada bayi yang kekurangan oksigen. Alat tersebut bis adikatakan memabtu paru-paru agar kadar oksigen bisa lebih banyak diterima pada tubuh bayi. Selain itu, alat paru-paru buatan ini memiliki fungsi untuk memompa darah ke semua tubuh bayi sehingga paru-paru asli dapat menampung oksigen dan menybarkannya pada seluruh tubuh.

Sistem kerjanya adalah membuat darah ditarik oleh sebuah mesin lalu semua karbon dioksida akan dihilangkan dan ditambah dengan oksigen. Nantinya oksigen tersebut akan disalurkan pada darah bayi. Pada saat bayi menggunakan paru-paru buatan ini, bayi akan mendapatkan obat bius dan hanya bisa diawasi oleh dokter maupun perawat.

3. Membuat suhu tubuh bayi menjadi lebih dingin

Jika cara menggunakan alat-alat terlalu berisiko, maka cara selanjutnya yang bisa digunakan adalah membuat suhu bayi lebih dingin. Perlu Anda pahami bahwa mendinginkan suhu bayi dpaat dilakukan ketika enam jam dari waktu bayi lahir atau jika tanda bayi kekurangan oksigen sudah cukup buruk.

Pendinginan suhu tubuh bayi yang mencapai 33 derajat Celcius selama hampir 72 jam maka dapat membantu melindungi bagian bayi seperti bagian otak. Aliran darah yang ada di dalam tubuh bayi bisa dibuat lebih normal jika sudha mendapatkan oksigen yang cukup. Akan tetapi, bayi yang menerima perawatan tersebut bisa dilakukan saat usia bayi sudah lahir minimal mencapai 36 minggu. Apabila bayi yang lahir masih prematur, maka metode ini tidak dapat digunakan.

4. Menambahkan oksida nitrat

Cara selanjutnya adalah menambahkan oksida nitrat pada bayi. Penambahan oksida nitrat ini dapat diberikan ketika kondisi bayi tidak terlalu parah. Penggunaan oksida nitrat dapat mengatasi adanya kegagalan pernafasan atau kondisi bayi yang mengalami tekanan terlalu tinggi pada bagian paru-paru.

Oksida nitrat bisa dberikan langsung melalui tabung yang terhubung pada bagian tenggorokan. Setelah itu, oksida nitrat akan didorong pada bagian paru-paru sehingga oksigen dapat mengalir pada bagain paru-oaru. Dengan begitu, oksigen di dalam tubuh bayi bisa mengalir pada semua bagian tubuh.

5.  Menggunakan alat High Frequency Jet Ventilation

Alat selanjutnya yang bisa digunakan selain poin kedua adalah High Frequency Jet Ventilation. Alat ini dilengkapi dengan saluran yang berukuran kecil sehingga dapat mendorong oksigen dapat masuk ke paru-paru. Setelah itu, oksigen dapat mengalir ke bagian paru-paru agar tubuhnya dapat stabil. Pada saat jantung bayi sudah membaik, maka jantung bayi juga dapat memompa darah dengan baik juga. Dengan begitu, aliran oksigen ke paru-paru dapat menyebbar ke seluruh tubuh. Proses tersebut akan terus-menerus sampai bayi benar-benar bisa bertahan.

Itulah cara mengatasi bayi kekurangan oksigen saat lahir yang bisa Anda lakukan. Bayi yang kekurangan oksigen bisa terjadi sejak ada di dalam kandungan. Maka dari itu, pemeriksaan kandungan sebelum melahirkan sangat perlu dilakukan agar bayi dipastikan tetap sehat sampai nanti akhirnya dilahirkan. Anda juga dapat membaca referensi lainnya seperti penyebab bayi kuning, bahaya bayi minum air ketuban hijau, tes darah saat hamil, dan berbagai masalah lainnya yang berhubungan dengan bayi. Semoga artikel ini dapat memberikan banyak manfaat.