10 Jenis Pemeriksaan Laboratorium pada Ibu Hamil yang Direkomendasikan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Masa kehamilan adalah salah satu masa yang paling rentan dan perlu dijaga dengan baik. Tujuannya apa lagi jika bukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Janin yang sehat akan dilahirkan dengan baik sehingga bisa tumbuh dan berkembang secara sempurna. Kesehatan ibu dan janin bisa dijaga dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil. Sayangnya mungkin hanya sebagian kecil ibu hamil yang menyadari hal ini. Padahal pemeriksaan sejak dini pada diri sendiri saat hamil bisa memiliki berbagai manfaat.

Pemeriksaan laboratorium ini tentunya memiliki banyak tujuan dan manfaat, di antaranya:

  • Mempersiapkan masa kehamilan, persalinan, dan menyusui yang sehat dan aman bagi ibu hamil dan janin
  • Mengetahui risiko genetis yang akan diturunkan kepada janin sehingga bisa melakukan pencegahan yang tepat
  • Mengetahui kesehatan ibu hamil dan janin secara keseluruhan
  • Mencegah adanya risiko preeklampsia, gangguan obesitas, riwayat hipertensi, dan gangguan kehamilan lainnya yang sekiranya bisa menghambat masa kehamilan
  • Memperkecil potensi janin gugur, Penyebab Janin Cacat Sejak dalam Kandungan, atau meninggal di dalam kandungan
  • Dan masih banyak lagi

Melihat tujuan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil tersebut, tentunya ibu hamil tidak boleh menyepelekan hal ini. Lalu tes laboratorium apa saja yang direkomendasikan untuk ibu hamil? Berikut beberapa penjelasannya.

  1. Hematologi lengkap

Tes hematologi adalah salah satu jenis tes yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan pada komponen darah secara keseluruhan. Tes ini bisa dilakukan selama masa kehamilan, baik pada trimester 1, trimester 2, atau bahkan saat persalinan. Tes ini juga memungkinkan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada organ hati dan ginjal pada ibu hamil, termasuk jika ada gangguan pada pembekuan darah, juga risiko Hipertensi Pada Ibu Hamil.

  1. Golongan darah

Tes selanjutnya adalah tes golongan darah. Walau tes golongan darah adalah salah satu tes yang umum dilakukan di luar masa kehamilan, namun rupanya masih ada sebagian masyarakat yang tidak mengetahui golongan darahnya, bahkan hingga mereka dewasa. Maka dari itu, bagi ibu hamil yang belum mengetahui golongan darahnya, disarankan untuk melakukan tes ini.

  1. Tes rhesus

Bukan hanya golongan darah yang penting untuk diketahui. Namun juga rhesus. Rhesus pada ibu dan janin perlu dicek untuk mengetahui apakah rhesus keduanya cocok atau tidak. Jika rhesus antara ibu dan janin tidak cocok, maka, akan muncul Penyakit Rhesus pada Bayi yaitu sel-sel darah merah pada janin bisa dirusak oleh antibodinya sendiri. Dan kondisi ini perlu diketahui sejak dini.

  1. Glukosa

Pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil berikutnya adalah tes glukosa. Tes ini bisa mendeteksi kemungkinan adanya diabetes gestasional pada ibu hamil. Hal ini juga perlu diketahui, karena kehamilan dan diabetes itu sendiri adalah dua hal yang akan saling mempengaruhi. Parahnya, Bahaya Diabetes Saat Hamil juga bisa menyebar ke janin, seperti kerusakan otak pada janin dan kerusakan jantung pada janin.

  1. Virus hepatitis

Tes ibu hamil untuk mengetahui risiko terjangkit virus hepatitis juga perlu diketahui. Tes ini bisa dilakukan dengan melakukan beberapa tes seperti GbsAg (untuk mendeteksi virus hepatitis B), tes Anti HBs (untuk mendeteksi antibodi pada hepatitis), dan Anti HCV (untuk mendeteksi virus hepatitis C).

  1. Serologi

Pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil lainnya adalah serologi. Pada pemeriksaan ini, ibu hamil akan dites untuk mengetahui apakah ada potensi sifilis atau tidak. Jika ada, maka janin akan memiliki potensi untuk cacat sejak dalam kandungan. Jika ibu hamil terdiaonosa memiliki sifilis, maka perlu dilakukan penanganan khusus lanjutan, di antaranya:

  • Venereal Diease Research Laboratory (VDRL), yaitu salah satu terapi untuk penyakit sifilis.
  • Treponema Pallidum Hemagglutination Assay (TPHA), yaitu pemeriksaan lanjutan untuk mengkonfirmasi adanya penyakit sifilis pada seseorang.
  1. Anti HIV

Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan tes laboratorium Anti HIV. Tes ini memiliki tujuan untuk mendeteksi kemungkinan virus HIV yang bisa menular kepada calon bayi. Selain itu, ibu hamil yang memiliki HIV perlu melakukan sejumlah terapi agar kehamilannya menjadi aman bagi si janin. Tes ini dilakukan pada trimester 1.

  1. Urinalisa

Tes urine atau yang biasa dikenal dengan urinalisa juga merupakan salah satu tes wajib yang perlu dilakukan pad aibu hamil. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kemungkinan infeksi saluran kemih, atau gangguan lainnya di ginjal. Tujuan dari tes ini adalah untuk mencegah kelahiran prematur. Tes ini bisa dilakukan di usia trimester 1 dan 2.

  1. Hormon

Pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil lainnya adalah dengan memeriksa hormon ibu hamil. Pemeriksaan hormon ini dilakukan pada hormon bHCG 9mendeteksi kehamilan di awal kehamilan), hormon progresteron (untuk mendeteksi normal atau tidaknya kadar hormon progresteron), dan juga hormon estradiol (untuk mendukung kehamilan itu sendiri). Jika hormon ibu hamil tidak normal, maka dokter akan bisa memberikan rekomendasi atau cara-cara untuk bisa menormalkan hormon tersebut.

  1. Virus TORCH

Tes terakhir yang juga perlu dilakukan pada ibu hamil adalah tes virus TORCH. Virus ini adalah virus yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bawaan yang bisa diturunkan ke janin. Maka dari itu tes ini juga diperlukan untuk bisa mencegah cacatnya janin dalam kandungan. TORCH ini sendiri bisa dideteksi dengan adanya antibodi pada ibu hamil sebagai reaksi terhadap beberapa penyakit:

  • Toxoplasma
  • Rubella
  • Cytomegalovirus
  • Herpes

Tes ini idealnya bisa dilakukan di trimester 1. Tentunya tes kesehatan akan lebih mudah dan lebih cepat ditangani jika ibu hamil juga segera melakukan tes tersebut setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil. Selain itu, pemeriksaan lab ini juga bisa diulangi lagi saat usia kehamilan sudah memasuki usia trimester 3. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kesehatan ibu hamil dan janin agar masa persalinan menjadi lebih lancar. Terutama bagi ibu hamil yang memiliki riwayat diabetes, hipertensi, dan juga Preeklampsia.

Demikianlah beberapa pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil yang perlu dilakukan. Jika Anda memang baru saja mendapat kabar gembira dari kehamilan Anda, maka tidak ada salahnya segera melakukan beberapa rangkaian tes di atas untuk memperkecil risiko selama masa kehamilan hingga persalinan nanti. Semoga bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn