Cara Melakukan Posisi Sujud Yang Benar Untuk Bayi Melintang Secara Tepat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mendekati proses persalinan sebagai bagian akhir dari jalannya kehamilan yang berlangsung selama kurang lebih 40 minggu yang berbeda beda pada setiap wanita hamil tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Ada beberapa usaha yang sebaiknya dilakukan oleh setiap ibu hamil dalam mempersiapkan proses persalinan agar berlangsung melalui jalan melahirkan normal seperti yang diharapkan oleh kebanyakan meskipun ada juga yang sudah sejak awal menginginkan agar kelahiran bayinya lewat jalan operasi caesar.

Salah satu hal yang harus dipahami oleh ibu hamil terkait persiapan menghadapi kelahiran bayinya adalah posisi dari janin. Janin yang normal dan siap untuk lahir secara normal harus memiliki posisi dimana kepala berada di bawah mendekati dan tegak lurus dengan mulut rahim sebagai jalan lahir dari bayi tersebut. Posisi bayi yang tidak tepat tentu akan menyebabkan hambatan bagi proses persalinan dimana akan meningkatkan resiko untuk menjalani operasi caesar. Posisi melintang atau dikenal dengan sungsang merupakan sebutan untuk posisi bayi yang tidak normal.

Posisi bayi yang tidak normal atau melintang tersebut dapat dikenali melalui beberapa tanda tanda mau melahirkan sungsang diantaranya seperti detak jantung janin terdengan di atas pusar, ibu hamil merasakan adanya tendangan bayi di bagian bawah perut hingga selangkangan, dan rasa yang tidak nyaman diperut bagian atas. Kondisi sungsang tentu dapat diatasi ketika dapat diketahui sejak awal melalui pemposisian tubuh ibu hamil dengan posisi tertentu ketika memang ada tanda positif dalam cara mengetahui posisi kepala janin tanpa USG maupun dengan USG. Berikut posisi sujud yang benar untuk bayi melintang sebagai salah satu cara mengatasi kondisi sungsang tersebut.

Pastikan Posisi Bayi Memang Benar Melintang

Sebelum melakukan posisi sujud yang bertujuan untuk mengatasi kondisi bayi melintang di dalam kandungan maka langkah pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah memastikan bahwa posisi bayi memang benar dalam kondisi yang melintang, Pemastian posisi bayi tersebut diperlukan agar usaha ibu hamil untuk sujud tidak sia sia jika memang posisi bayi sudah benar serta siap untuk menjalani proses kelahiran. Pemastian posisi bayi yang melintang tersebut dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tanda kehamilan dan memeriksa posisi bayi secara langsung dengan USG bersama dokter kandungan.

Posisi Sujud Yang Benar Untuk Bayi Melintang

Posisi sujud merupakan salah satu posisi yang dapat membantu mengembalikan agar janin di dalam kandungan tidak melintang dan berada pada tempat yang benar sehingga dapat menjadikan jalanya persalinan normal berlangsung dengan lancar. Berikut ini beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam melakukan posisi sujud bagi ibu hamil yang memang dipastikan oleh dokter posisi janinnya melintang.

1. Duduk dengan tumpuan dua lutut

Langkah pertama yang harus dilakuakan ibu hamil adalah duduk dengan tumpuan dua lutut di bagian depan menyentuh lantai. Duduk tersebut dapat dilakukan dengan pertama kali berdiri lalu mulai menekuk lutut unuk menempel pada lantai sehingga bagian dari pantat ibu hamil akan menimpa betis dan kaki. Posisi duduk ini diperlukan agar ibu dapat meletakan posisi sujud secara perlahan sehingga tidak menimbulkan tekanan yang besar pada perut ibu hamil.

 

2. Ikatkan kain atau jarik panjang pada perut bawah

Saat posisi duduk ini, ikatkan jarik atau kain panjang yang nantinya digunakan untuk mengangkat perut ibu hamil secara perlahan saat sujud. Jarik tersebut diikatkan pada bagian perut bawah ibu hamil dan harus ada orang yang nantinya memegangi ibu untuk melakukan posisi duduk agar tekanan yang diperoleh pada bagian perut tidak besar mengingat saat sujud tentu ada resiko lantai menekan perut.

 

3. Gerakan bahu dan tangan ke depan

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan setelah dua proses diatas terlewati adalah mengerakan bahu dan tangan kedepan seperti orang akan sujud secara perlahan dengan suami yang harus menahan perut dengan kain agar tidak tertekan. Penggunaan bantal kecil di bagian bawah dada ibu juga akan membantu untuk memberikan rasa nyaman selama menjalani posisi sujud tersebut.

 

4. Lutut tidak boleh saling berdekatan

Setelah ibu dalam posisi sujud, pastikan bahwa sanya bagian lutut dan kanan tidak saling menempel dan ada jarak yang cukup lebar. Suami atau orang yang membantu harus tetap menahan posisi perut ibu hamil agar sujud yang dilakukan tepat. Posisi sujud untuk mengembalikan posisi janin ke kondisi yang normal tersebut perlu dilakukan setidaknya selama 15 – 30 menit. Posisi sujud tersebut perlu diulang beberapa kali sesuai anjuran dokter hingga janin di dalam kandungan dipastikan dalam posisi yang sudah benar.

Itulah beberapa penjelasan mengenai posisi sujud yang benar untuk bayi melintang agar kembali dalam posisi yang benar sebagai salah satu tahapan persiapan menjalani persalinan secara normal. Untuk lebih jelas terkait posisi sujud tersebut, ibu hamil dapat menanyakan detailnya dan berlatih bersama dokter maupun tenaga medis lain yang memang sudah memahami.

fbWhatsappTwitterLinkedIn