USG Transvaginal – Pengertian, Manfaat, Resiko, Dan Cara Kerjanya

Dalam menjalani tanggung jawabnya sebagai seorang calon ibu, ibu hamil akan melakukan beberapa upaya yang dapat menunjang kondisi kehamilan dapat berlangsung secara lancar dan selalu normal sesuai dengan usia kehamilannya. Dalam upayanya tersebut, ibu hamil akan memenuhi kebutuhan nutrisi yang berlimpah bagi proses kehamilan melalui konsumsi makanan sehat untuk ibu hamil, menghindari aktivitas berat dan yang merupakan pantangan kehamilan, serta berkonsultasi secara rutin dengan dokter kandungan.

Dalam proses pemeriksaan dengan dokter kandungan tersebut maka akan ada beberapa tahap pengecekan yang perlu dilalaui oleh ibu hamil. Dalam proses konsultasi dengan dokter tersebut sebaiknya ibu hamil menceritakan semua kondisi yang terjadi pada tubuhnya dengan dokter untuk memastikan ada tidaknya gangguan kehamilan dan apakah kehamilan berlangsung secara baik. Kehamilan yang baik tentu harus ditunjukan dengan tanda tanda kehamilan normal serta beberapa pemeriksaan khusus menggunakan USG untuk melihat kondisi kehamilan langsung dari dalam rahim.

Pada proses pemeriksaan USG atau kepanjangannya ultrasonografi tersebut maka dokter dapat melihat ada tidaknya detak jantung janin di dalam kandungan, menentukan usia kehamilan, melihat kondisi perkembangan janin, dan lain sebagainya. USG dapat dilakukan dengan cara USG transvaginal dan USG transabdominal. Dalam penjelasan kali ini, hamil.co.id akan mengulas lebih dalam mengenai USG transvaginal yang lebih jarang dilakukan dibandingkan dengan USH transabdominal dalam uraian dibawah ini.

Pengertian USG Transvaginal

USG transvaginal merupakan teknik pemeriksaan ultasonografi (USG) yang dilakukan oleh  dokter kandungan. USG transvaginal masih sering menjadi pilihan khusus ketika memang ada kondisi khusus yang membutuhkan data dan penampilan lebih mendetail. USG Transvaginal dilakukan dengan cara memasukan piranti berbentuk batang khusus langusung ke dalam vagina ibu hamil. Karena harus memasukan piranti khusus ke dalam vagian tersebut yang dapat menimbulkan kondisi tidak nyaman bagi ibu hamil maka USG transvaginal jarang dilakukan kecuali karena kondisi tertentu.

Manfaat Dan Fungsi USG Transvaginal

Masuknya piranti khusus pada vagian ibu hamil akan menjadikan tangkapan gambar lebih tajam dan mendetail. USG transvaginal hanya akan digunakan pada kondisi tertentu seperti adanya pendarahan abdominal, nyeri panggul, pasien kehamilan yang diduga memiliki polip, dan adanya kista indung telur. USG Transvaginal dilakukan setelah USG Transabdominal tidak menunjukan gamabran yang diinginkan dan dapat digunakan dalam fungsi dan manfaat USG kehamilan tertentu diantara seperti :

  1. Membantu menentukan penyebab kemandulan pada wanita
  2. Mendiagnosisi kondisi kehamilan ektropik
  3. Melihat apakah pasien mengalami tanda munculnya kista induk telur
  4. Memeriksa penyebab nyeri yang cukup lama pada daerah rahim
  5. Memastikan alat kontrasepsi berjalan dengan lancar
  6. Mendeteksi kemungkinan keguguran
  7. Mendiagnosisi adanya plasenta previa atau abrupsi plasenta.

Resiko Menjalani USG Transvaginal

USG Transvaginal meskipun hanya dilakukan dalam kondisi tertentu merupakan alat pengecekan yang sangat aman baik bagi ibu hamil maupun janinnya. Secara resiko, USG Transvaginal tidak memiliiki resiko berarti kecuali munculnya nyeri sesaat atau rasa yang tidak enak selama menjalani tes dan beberapa menit setelah tes. Selain tidak memiliki resiko, USG Transvaginal juga tidak memiliki efek samping tertentu pada pasien atau penderita yang dalam masa penyembuhan.

Perbedaan USG Transvaginal dan USG Transabdominal

Seperti dalam penjelasan diatas bahwa USG transvaginal dan USG transabdominal memiliki beberapa perbedaan yang berarti. USG transvaginal menampilkan gambaran yang lebih mendetail dibandingkan dengan USG transabdominal, pasein akan mengalami kondisi yang kurang nyaman dalam proses pemeriksaannya karena adanya alat yang dimasukan ke dalam vagina, dan USG Transvaginal lebih mampu mendeteksi kehamilan pada minggu minggu awal dibandingkan dengan USG transabdominal.

Cara Kerja USG Transvaginal

USG transvaginal berkerja dengan cara memasukan alat yang disebut sebagai transvaginal tube yang sudah dilapisi pelumas dan kondom. Secara proses kerjanya, USG Transvaginal sama halnya dengan USG transabdominal yang mengunakan bantuan gelombang suara yang dirubah dalam gambaran yang lebih jelas dan dapat disesuaikan dengan permintaan yang ada. Dalam pemeriksaan USG sebenarnya dokter tidak menganjurkan agar pasien mengosongkan perutnya. Namun Meskipun seperti itu, Pengosongan perut dan kantung kemih dapat dilakukan sebelum pemeriksaan agar hasilnya tidak bias.

Itulah beberapa penjelasan mengenai USG Transvaginal yang merupakan salah satu pilihan jenis USG dengan kondisi tertentu dapat memberikan hasil yang lebih mendetail secara visual dibandingkan dengan USG Transabdominal. Meskipun lebih berkualitas namun karena proses yang harus dijalani cukup rumit serta menimbulkan rasa kurang nyaman atau bahkan nyeri sedikit menyebabkan pemeriksaan USG transvaginal lebih jarang dilakukan dan sering kali hanya diperlukan untuk kondisi kondisi tertentu.

Dokter kandungan pastinya akan mengetahui secara pasti mengenai kebutuhan pemeriksaan USG pada pasien dengan jenis yang disesuaikan. Penggunaan USG trasvaginal memang menjadi lebih jarang digunkaan namun menjadi bagian penting dari pemeriksaan kondisi yang tidak normal pada proses kehamilan seorang ibu hamil.