6 Larangan Ibu Hamil Plasenta Previa Yang Perlu Diperhatikan

Menjalani kehamilan dengan lancar dan normal merupakan harapan yang selalu diinginkan oleh setiap ibu hamil. Dengan kehamilan yang lancar dan sehat tersebut maka kondisi perkembangan janin di dalam kandungan tentunya akan berjalan dengan normal hingga hari persalinan tiba. Untuk mendapatkan kondisi ideal tersebut tentu ada beberapa usaha yang harus dilakukan mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dengan mengkonsumsi makanan sehat hingga berkonsultasi secara rutin bersama dokter kandungan agar dapat memastikan jalannya kehamilan selalu  dalam kondisi yang normal.

Dengan usaha usaha yang disebutkan tersebut, tentu ibu hamil berharap dapat menghindari berbagai macam bentuk gangguan kehamilan. Namun, untuk ibu hamil dengan konidsi kehamilan yang bermasalahan seperti pada keadaan plasenta previa tentu membutuhkan upaya yang lebih hati hati lagi agar janin tetap berkembang secara normal. Plasenta previa merupakan keadaan dimana plasenta sebagai organ penting dalam kehamilan berada di bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir. Untuk menghindari beberapa masalah pada kehamilan tersebut, berikut ini larangan ibu hamil plasenta previa yang perlu diperhatikan dengan baik.

1. Aktivitas yang berat

Larangan pertama yang perlu diperhatikan oleh setiap ibu hamil yang mengalami kondisi plasenta previa adalah menjalani aktivitas yang memberatkan dan dapat memberi tekanan pada kandungan. Kondisi aktivitas yang berat tersebut dapat menjadikan ibu hamil memiliki resiko pendarahan yang tinggi sehingga dapat berbahaya bagi ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungannya. Beberapa bentuk aktivitas yang berat bagi ibu hamil yang tentunya harus dihindari adalah berdiri terlalu lama, berolahraga, memasak, hingga jalan kaki terlalu jauh. Ibu yang menderita plasenta previa memang disarankan untuk istirahat secara total terutama mendekati proses persalinan.

2. Konsumsi makanan secara sembarangan

Untuk mendukung kehamilan yang sehat termasuk pada ibu hamil dengan kondisi plasenta previa, tentu pemenuhan nutrisi ibu hamil menjadi hal yang paling utama melalui konsumsi makanan sehat untuk ibu hamil. Larangan ibu hamil plasenta previa agar tidak mengkonsumsi makanan secara sembaragan terutama makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, dan tidak terjamin kebersihannya menjadi hal yang harus diperhatikan dengan baik mengingat kondisi kekuatan kandungan ibu hamil plasenta previa tentu lebih lemah dibandingkan kehamilan biasanya.

3. Berhubungan intim

Melakukan hubungan intim saat hamil tentu menjadi hal yang boleh saja dilakukan terutama mendekati proses persalinan yang ditujukan untuk membantu jalannya proses melahirkan normal. Namun konidsi tersebut tidak berlaku bagi ibu hamil plasenta plevia yang memiliki resiko tinggi mengalami pendarahan. Berhubungan intim bagi ibu hamil plasenta plevia menjadi larangan yang harus benar benar dihindari mengingat adanya resiko yang berbahaya bagi janin di dalam kandungan maupun kesehatan ibu hamil itu sendiri. Dengan tidak berhubungan intim maka keselamatan janin dan kesehatan ibu dapat ditingkatkan. Seorang suami juga harus membantu dalam mendukung kehamilan yang sedang dijalani istrinya untuk tidak memaksakan berhubungan intim sementara waktu.

4. Memaksakan persalinan normal

Melahirkan secara normal merupakan keinginan yang pastinya diharapkan terjadi oleh setiap ibu hamil. Kondisi tersebut dikarenakan meskipun melahirkan normal lebih berat dan lebih menyakitkan namun efek pasca melahrikannya lebih kecil dibandingkan dengan operasi caesar termasuk proses penyembuhannya yang lebih cepat. Namun untuk ibu hamil plasenta plevia, melahirkan normal sebaiknya tidak dilakukan mengingat jalan lahir yang tertutup oleh plasenta dan resiko pendarahan yang besar. Ibu hamil plasenta plevia harus sudah mempersiapkan diri untuk menjalani proses persalinan dengan cara operasi caesar.

5. Stres

Hal lainnya yang juga tetap menjadi larangan ibu hamil plasenta previa adalah mengalami kondisi stres. Stres memang menjadi permasalahan psikologis yang dapat muncul akibat kehamilan yang cukup berat dan perubahan perubahan fisik akibat adanya janin di dalam kandungan. Kondisi stres pada ibu hamil bermasalah seperti plasenta previa tentu resikonya akan cukup tinggi namun harus dicegah agar tidak terjadi. Hal in dikarenakan stres dapat menyebabkan kehamilan menjadi terhambat dan bermasalah serta memicu menculnya beberapa komplikasi lain termasuk menjadikan bayi mengalami kelahiran prematur.

6. Melakukan perjalanan jauh

Selain beberapa hal tersebut, ibu hamil plasenta previa sebaiknya juga tidak melakukan perjalanan yang jauh terutama mendekati proses persalinannya. Hal ini dikarenakan agar ibu dapat mendapatkan perawatan dan pertolongan yang tepat jika terjadi masalah selain perjalanan jauh dapat menyebabkan ibu hamil menjadi kelalahan. Ibu hamil yang resiko tinggi pendarahan bahkan sebaiknya dirawat dirumah sakit mendekati jalannya persalinan untuk menjaga keselamatan ibu hamil dan bayinya.

Itulah beberapa larangan ibu hamil plasenta previa yang perlu diperhatikan dengan baik karena dapat meningkatkan munculnya resiko berbahaya maupun komplikasi yang menyebabkan dampak buruk hingga peluang terjadinya kematian pada janin di dalam kandungan serta ibu hamil itu sendiri.