Hati-hati Ini Loh Bahaya Kuret Vakum Moms!

Pernah mendengar istilah kuret sebelumnya moms? Sepertinya kalau mendengar kata satu ini agak ngeri ya moms, soalnya kuret identik banget dengan keguguran. Sedangkan keguguran sendiri merupakan momok yang paling ditakuti oleh ibu hamil. Selain perasaan sedih yang tersisa karena kehilangan calon anak, namun kesehatan fisik, emosi, dan sistem reproduksi pasien yang sangat perlu diperhatikan. Kenali pula tentang cara menjalani kehamilan yang sehat dan baik.

Nah, jika mengalami keguguran moms, ada beberapa tindakan medis yang harus diambil oleh pasien yakni :

  • Perawatan dengan menunggu jaringan janin melewati rahim dengan alami.
  • Penanganan medis, yakni dengan menggunakan obat-obatan yang telah diresepkan oleh tenaga medis (bidan maupun dokter) agar janin yang tersisa dapat keluar dari rahim.
  • Proses pembedahan, dengan melakukan serangkain prosedur operasi untuk mengeluarkan janin dari rahim.

Dinatara teknik pembedahan itu ada yang disebut dengan kuret atau aspirasi vakum. Prosedurnya sendiri bisa dilakukan secara manual atau dengan menggunakan tenaga listrik.

Aspirasi vakum listrik (EVA) biasanya memanfaatkan perangkat vakum listrik yang ditujukan untuk menghisap jaringan mati dari rahim pasien. Sedangkan aspirasi vakum manual (MVA) memanfaatkan alat pompa genggam (atau jarum suntik 25cc/50cc) yang ditujukan untuk membersihkan rahim. Harapannya dengan metode tersebut rahim dapat kembali bersih dan sehat kembali. Anda juga bisa memanfaatkan buah pembersih rahim setelah keguguran.

Lalu, apa sebenarnya bahaya kuret vakum sehingga kita harus berhati-hati untuk melakukan tindakan tersebut? Yuk, perhatikan list di bawah ini terkait hal yang dapat terjadi setelah menjalani kuret vakum :

  • Pendarahan atau bercak pada 2 minggu pertama
  • Rasa kram seperti nyeri haid, yang dapat berlangsung selama beberapa jam khususnya pada beberapa hari pertama setelah menjalani proses tersebut.
  • Terjadinya perubahan hormonal yang menyebabkan reaksi emosional selama 2 atau 3 minggu.

Dampak lanjutan setelah menjalani proses tersebut berikut ini yang menjadi salah satu pemicu bahaya kuret vakum moms, apalagi jika tidak dilakukan oleh tenaga medis yang profesional dan kredibel. Berikut komplikasi yang dapat terjadi akibat kuret vakum serta efek keguguran bagi tubuh :

  • Terjadinya pendarahan berat dan muncul gumpalan darah dalam ukuran besar, hal ini bisa berlangsung selama kurang lebih 1 atau 2 jam bahkan hingga 12 jam.
  • Muntah-muntah hingga berjam-jam bisa menjadi komplikasi yang terjadi akibat kuret vakum.
  • Nyeri perut yang teramat sangat hingga tidak bisa disembuhkan dengan istirahat, obat-obatan, atau dengan kompres air hangat.
  • Timbulnya rasa nyeri, bengkak, atau rona kemerahan pada bagian atau area genital.
  • Pembengkakan pada perut yang muncul secara tiba-tiba dan juga perasaan berdebar-debar.
  • Pada kasus tertentu dapat menimbulkan gangguan pada lambung.
  • Jika kasus yang terjadi lebih parah, maka kasus pendarahan dapat berlanjut tidak hanya beberapa hari tapi sampai berminggu-minggu.
  • Yang lebih buruk lagi adalah bagi pasien kuret vakum sangat mungkin mengalami gangguan atau depresi atau perasaan traumatik.

Mengingat tindakan medis tersebut cukup berbahaya dan membutuhkan tenaga medis yang sangat kredibel, ada baiknya sebelum melakukannya anda melakukan konsultasi terlebih dahulu. Secara berkala lakukan pemeriksaan apakah memang kuret vakum perlu dilakukan. Kadangkala tindakan ini tidak berhasil 100% meskipun kemungkinannya sangat kecil. Dan mengingat efek komplikasi yang dapat terjadi maka ada baiknya anda juga memperhatikan riwayat kesehatan anda sendiri. Oiya, kenali pula tentang penyebab keguguran berulang menurut islam dan cara membersihkan rahim setelah keguguran. Semoga informasi terkait bahaya kuret vakum ini bermanfaat ya moms!