Penyebab Terjadinya Kondisi Keguguran Tapi Tes Masih Positif

Selama menjalani kehamilan tentu setiap ibu hamil mengharapkan agar kondisi dan proses kehamilannya berlangsung dengan lancara dan janin di dalam kandungan memiliki perkembangan normal sesuai usia kehamilan. Setiap ibu hamil tentu akan melakukan berbagai upaya demi menjaga kondisi kehamilannya dan terhindar dari bahaya keguguran terutama pada awal kehamilan dengan jalan mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil, melakukan istirahat yang cukup, menghindari beberapa pantangan kehamilan, dan berkonsultasi secara rutin bersama dokter kandungan maupun bidan.

Seperti yang dijelaskan diatas, keguguran merupakan kondisi yang paling tidak diinginkan terjadi pada ibu hamil karena melalui kondisi keguguran maka janin di dalam kandungan sudah tidak dapat lagi berkembang atau dalam istilah kasarnya meninggal dunia. Dengan keadaan tersebut maka ibu hamil tentu tidak akan bertemu dengan bayi yang sudah dikandungnya. Penyebab keguguran hami muda  dapat beraneka ragam namun yang pasti keguguran lebih sering terjadi pada awal awal masa kehamilan.

Karena menjadi kondisi yang tidak diinginkan terjadi maka ibu hamil terkadang yang sudah didiagnosis atau memiliki tanda tanda keguguran akan melakukan beberapa upaya pemeriksaan sederhana seperti menggunakan test pack. Melalui proses pemeriksaan tersebut ada kemungkinan test pack masih positif setelah diagnosis keguguran oleh dokter kandungan. Terkait keguguran tapi tes masih positif tersebut, Hamil.co.id akan membahas beberapa hal yang dapat menjadi faktor terjadinya keguguran tapi alat tesnya masih positif dalam penjelasan dibawah ini.

Prinsip Kerja Test Pack

Sebelum menjawab kondisi dimana keguguran tapi tes masih positif maka lebih dahulu akan dijelaskan mengenai prinsip kerja dari alat tes sederhana yang sering digunakan dalam penentuan kehamilan. Test pack dapat menunjukan hasil positif dengan garis dua ketika di dalam urin ibu hamil terdapat kadar hCG sebagai tanda kehamilan yang memang akan muncul dan dilepaskan tubuh ketika proses kehamilan terjadi. Prinsip kerja test pack yakni dengan mendeteksi ada tidaknya hCG di dalam urin.

Karena prinsip kerjanya tersebut, beberapa alat test pack baru dapat digunakan setelah sel telur yang dibuahi sudah mulai masuk dalam proses implantasi atau lebih mudahnya setelah wanita tidak mengalami haid dan menunjukan tanda tanda kehamilan. Setiap alat test pack dengan merk yang berbeda tentu memiliki kepekaan yang berbeda pula sehingga sebaiknya ada kondisi khusus yang tertulis dalam cara penggunaannya seperti hanya dapat digunakan dengan bahan tes urin pagi hari dan tidak boleh mengkonsumsi makanan apapun sebelumnya.

Kenapa Test Pack Menunjukan Hasil Positif Setelah Keguguran

Setelah proses keguguran, kadar hormon hCG di dalam urin tidak akan langsung hilang begitu saja dan membutuhkan waktu secara bertahap. Kadar hormon hCG tersebut masih tetap dapat dideteksi oleh test pack setidaknya hingga 2 sampai 3 minggu pasca keguguran. Kondisi itulah yang menjadi penyebab mengapa keguguran tapi tes masih positif. Test pack baru dapat menunjukan hasil negatif setidaknya setelah 3 minggu pasca mengalami keguguran dan tanda tanda kegugurannya.

Jika setelah 3 minggu pasca keguguran hasil test pack menunjukan dua garis atau positif maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab mengapa test pack masih menunjukan kondisi tersebut. Dokter kandungan biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan bahwa apakah masih ada sisa jaringan yang terdapat di dalam rahim sehingga menyebabkan test pack menunjukan hasil positif. Pemeriksaan yang dimaksud adalah dengan melakukan proses USG atau Ultrasonografi.

Membersihkan Rahim Pasca Keguguran

Setelah dinyatakan keguguran, ibu harus dapat melakukan beberapa upaya untuk membersihkan rahim agar tidak ada jaringan yang tersisa di dalamnya sehingga membuat hasil test pack masih negatif. Adanya sisa jaringan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu. Berikut ini beberapa cara membersihkan rahim pasca keguguran yang diantaranya sebagai berikut ini.

  • Konsumsi air kelapa muda,  kandugan elektrolit di dalam air kelapa dapat membantu mengembalikan rahim ke keadaan semula. Sifat diuretiknya juga membantu menyingkirkan sisa virus, bakteri yang terdapat di dalam rahim sebagai salah satu penyebab keguguran.
  • Rebusan daun sirih, dauh sirih sudah dikenal cukup lama sebagai antiseptik alami yang dapat membantu membersihkan vagina pasca keguguran dan mampu membuat daerah vagina tidak berbau.
  • Berolahraga, olahraga dapat membantu mengembalikan peredaran darah menjadi lebih lancar sehingga cocok untuk digunakan sebagai salah satu cara agar segera dapat memiliki kondisi yang normal lagi pasca keguguran.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kondisi keguguran tapi tes masih positif yang memang wajar terjadi pada semua kasus keguguran. Hasil negatif dari tes tersebut baru bisa di dapatkan setelah 3 minggu pasca keguguran. Jika setelah 3 minggu pasca keguguran, tes masih positif maka perlu diperhatikan apakah ada gejala lain yang menunjukan adanya kondisi berbahaya sehingga harus segera melakukan konsultasi dengan dokter kandungan yang menangani.