13 Penyebab Kehamilan Lebih Dari 9 Bulan Yang Patut Diwaspadai

Menjalani proses kehamilan dengan lancar dan normal tanpa adanya gangguan kehamilan sejak awal proses hamil hingga menjelang persalinan merupakan hal yang pastinya diinginkan oleh setiap ibu hamil terlebih jika mengetahui kondisi kesehatan serta perkembangan janin dalam keadaan yang baik. Untuk mendapatkan kondisi tersebut, ibu perlu memperhatikan asupan nutrisi kehamilan melalui konsumsi makanan untuk ibu hamil, menghindari aktivitas berat dan pantangan ibu hamil, serta selalu memperhatikan perubahan fisik yang ada dan mengkonsultasikannya dengan dokter kandungan secara teratur untuk mengetahui perkembangan kehamilannya.

Setelah menunggu dan menjaga kehamilannya dengan baik maka setiap mendekati proses melahirkan ibu pastinya menginginkan agar janin segera terlahir demi segera bertemu dengan bayinya. Secara normal, proses persalinan akan dijalani oleh ibu hamil setelah kehamilannya memasuki usia 37 – 42 minggu. Setiap ibu hamil tentu berharap agar proses persalinannya berjalan melalui cara melahirkan normal dibandingkan harus melalui operasi caesar dengan waktu yang sesuai. Akan tetapi terkadang ibu hamil dapat menjalani proses persalinan tidak sesuai hari perkiraan lahirnya (HPL) baik sebelum maupun sesudahnya.

Terlambat atau lebih cepatnya proses persalinan yang harus dijalani ibu hamil tentu dapat disebabkan oleh beberapa hal. Dalam artikel kali ini, hamil.co.id akan lebih mengutamakan pembahasan mengenai kondisi kehamilan yang lebih dari HPL. Sejauh ini dalam dunia medis, penyebab kehamilan lebih dari 9 bulan tidak dapat dijelaskan secara detail. Namun ada beberapa kemungkinan yang menjadikan kehamilan seorang ibu hamil lebih dari 9 bulan yang diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  1. Faktor genetik

Penyebab pertama yang paling sering dapat menjadikan seorang ibu hamil mengalami keterlambatan persalinan adalah karena faktor genetik. Faktor genetik atau keturunan dalam hal ini adalah kondisi dimana ibu hamil dapat terlambat lahir dan tidak sesuai atau lebih lama dari hari perkiraan lahirnya dikarenakan ada keturunan langsung dari ibu, nenek, atau keluarga lain yang juga mengalami kondisi serupa.

  1. Obesitas pada ibu hamil

Meskipun dalam kondisi normal, ibu hamil pasti akan mengalami peningkatan berat badan akibat proses kehamilan namun menjaga berat badan agar tidak berlebih atau menjadi obesitas perlu untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan salah satu penyebab kehamilan lebih dari 9 bulan adalah karena kondisi tubuh ibu yang mengalami obesitas. Untuk menghindari kondisi obesitas pada ibu hamil tersebut maka selalu utamakan mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil dengan gizi yang seimbang dan porsi yang tidak berlebih.

  1. Kelainan pada janin

Penyebab selanjutnya yang juga dapat menjadikan bayi terlahir lambat dibandingkan HPLnya adalah karena adanya kelainan pada janin. Kondisi kelainan pada janin tersebut dapat menjadikan perkembangan janin mengalami keterlambatan sehingga tubuh ibu hamil akan merespon bahwa bayi tidak siap untuk terlahir. Beberapa kelainan pada janin yang dapat menghambat persalinan diantaranya seperti :

  • Sindrom down, gangguan genetika yang menyebabkan sensorik tubuh berjalan lambat dalam pertumbuhannya.
  • Sindrom edward, kelainan kongenital yang terjadi pada bayi dan disebut juga dengan istilah trisomi.
  • Teratoma, tumor jinak yang muncul pada bayi sejak dalam kandungan dan biasanya dapat terlihat saat proses pertumbuhannya hingga dewasa.
  • Kelainan genetik, kondisi kelainan genetik yang terjadi pada janin dan sulit untuk dideteksi sebelumnya.
  1. Merupakan kehamilan pertama 

Salah satu penyebab lainnnya yang dipercaya masyarakat dan dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menjadikan seorang ibu mengalami keterlambatan persalinan dan tidak kunjung muncul tanda tanda kontraksi adalah karena ibu hamil tersebut mengandung anak pertama. Kondisi ini tidak sepenuhnya terjadi pada kehamilan pertama namun mayorita ibu hamil yang mengalami keterlambatan kehamilan merupakan mereka yang baru pertama kali hamil.

  1. Bayi yang dikandung berjenis kelamin laki laki

Jenis kelamin janin ternyata juga dapat memberikan pengaruh pada waktu kehamilan. Janin di dalam kandungan ibu hamil yang memiliki jenis kelamin laki laki ternyata dapat menyebakan terlambatnya kelahirannya atau dalam istilah medis disebut sebagai postmatur bahkan bayi laki laki ternyata juga rentan mengalami kondisi komplikasi dibandingkan bayi dengan jenis kelamin perempuan.

  1. Hipotiroidisme

Hipotirodisme merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan hormon tiroid akibat peradangan pada bagian kelenjar tiroid. Kondisi hipotiroidisme tersebut tenyata dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kelahiran lebih atau terlambat dari waktunya. Kondisi hipotiroidisme ini selaing memperlambat kelahiran juga dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Selain kondisi yang dijelaskan diatas, masih ada beberapa penyebab yang dapat menjadikan kehamilan berlangsung lebih dari 9 bulan atau lebih dari 42 minggu yang diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Plasenta yang kekurangan kadar enzim sulfatase, enzim sulfatase berperan penting dalam plasenta agar proses persalinan dapat berjalan tepat waktu sehingga jika ada keadaan kekurangan terhadap enzim tersebut makan resiko kelahiran terlambat akan lebih besar.
  • Riwayat Postmatur, selain karena riwayat keturunan dan kehamilan anak pertama, ibu hamil yang pada kehamilan sebelumnya juga mengalami postmatur tentu dapat memiliki resiko yang sama pada kehamilan selanjutnya.
  • Kesalahan perhitungan HPL, kondisi ini merupakan satu satunya penyebab yang paling tidak berbahaya karena keterlambatan kehamilan hanya terjadi akibat kesalahan hitung HPL sehingga sebenarnya tidak ada yang terlambat lahir namun tetap dalam waktu yang normal.

Itulah beberapa penyebab kehamilan lebih dari 9 bulan yang dapat terjadi pada ibu hamil sehingga perlu diperhatikan. Hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi ibu hamil dikarenakan adanya bahaya yang mengintai kondisi janin akibat kelahiran postmatur. Demi menghindari keadaan atau bahaya yang dapat terjadi tersebut maka sebaiknya ibu hamil mempercayakan keadaan tersebut dengan dokter kandungan agar mendapatkan penanganan medis yang tepat dengan terselamatkannay janin di dalam kandungan ibu hamil.