6 Tanda Tanda Dehidrasi Pada Ibu Menyusui Yang Sering Diabaikan

Ibu menyusui memang harus menjaga kesehatan secara ektra. Hal ini karena bayi terus menyesap ASI sehingga membuat tubuh ibu seperti lemah dan kurang nutrisi. Ibu yang sehat biasanya tidak akan mengalami masalah karena kebutuhan nutrisi. Namun dalam kondisi tertentu ibu juga bisa sakit dan lemah bahkan kekurangan cairan. Efek dari kekurangan cairan yang terus menerus bisa membuat ibu menyusui terkena dehidrasi. Efeknya memang berbeda dengan bahaya dehidrasi bagi ibu hamil karena bisa berlangsung dengan cepat. Nah untuk mencegahnya maka ibu harus mengawasi adanya tanda tanda dehidrasi pada ibu menyusui yang sering diabaikan, seperti berikut ini.

  1. Nyeri otot dan sendi

Ketika ibu menyusui mengalami dehidrasi maka biasanya diawali dengan nyeri sendi dan kram otot. Kram otot juga bisa diawali dengan nyeri otot yang kemudian membuat tubuh ibu sangat lemah. Tanda ini juga menjadi tanda tanda dehidrasi pada ibu hamil. Meskipun ibu sering menganggap ini tanda kelelahan tapi efeknya sangat berbahaya untuk tubuh ibu.

  1. Sakit kepala tiba-tiba

Ibu menyusui yang terkena dehidrasi bisa mengalami sakit kepala tiba-tiba. Ibu akan mengalami hal ini karena otak sudah kekuranga oksigen dimana cairan tubuh sudah tidak seimbang. Ibu mungkin akan berasumsi seperti terkena tekanan darah rendah saja. Tapi ternyata ini efek kekurangan cairan dimana tekanan darah akan menurun dengan cepat setelah cairan tidak seimbang. Sakit kepala ini tidak bisa disembuhnya dengan mudah hanya dengan obat sakit kepala untuk ibu menyusui.

  1. Ibu merasa payudara ringan

Efek lain dari dehidrasi akan membuat ASI tidak keluar karena kelenjar ASI tidak bisa memproduksi ASI yang cukup. Bahkan ketika ibu terus menerus menyusui namun tidak ada tanda bayi cukup ASI. Kondisi ini memang sangat sulit untuk ibu karena gejala akan berkembang dengan kram otot, sakit kepala dan hal lain yang tidak nyaman.

  1. Lelah yang buruk

Ibu juga akan merasa sangat lelah. Memang biasanya ibu menyusui akan merasa lebih lelah karena harus memberikan ASI terus menerus. Namun karena jumlah cairan dalam tubuh ibu tidak seimbang maka bisa membuat tubuh ibu menjadi lemah. Aliran darah dalam tubuh ibu juga sudah tidak lancar sehingga kondisinya menjadi lebih parah lagi. Kondisi ini juga sering terjadi pada ibu menyusui yang diet sehingga lebih baik tidak diet dulu. Diet tanpa pengawas nutrisi termasuk salah satu pantangan ibu menyusui.

  1. Mulut menjadi kering

Setelah ibu kehilangan cairan dalam jumlah yang cukup banyak maka bisa membuat ibu terlihat pucat dan tidak berbahaya. Bahkan karena banyaknya cairan yang hilang maka mulut menjadi sangat kering. Ibu sama sekali tidak bisa minum karena tenggorokan sangat kering dan area pada mulut menjadi sangat pahit. Jika ibu menyusui terkena diare yang parah sehingga memicu dehidrasi maka tanda ini bisa sangat berbahaya untuk nyawa ibu.

  1. Mual dan tidak bisa makan

Kondisi lain setelah terjadi beberapa tanda dehidrasi adalah mual dan tidak bisa makan apapun. Ini hal yang sangat berbahaya karena tubuh ibu sudah tidak bisa menerima makanan atau minuman. Jika ibu segera dibawa ke rumah sakit maka dokter akan memberikan cairan elektrolit dengan cepat. Cairan diberikan dengan perhitungan yang tepat sehingga bisa membuat tubuh ibu pulih. Ibu menyusui sebaiknya menerima perawatan di rumah sakit selama beberapa hari sampai pulih.

Kondisi inilah yang menjadi tanda tanda dehidrasi pada ibu menyusui yang sering diabaikan. Semua ibu menyusui bisa mendapatkan masalah ini sehingga harus menjaga kesehatan agar tidak sampai terkena dehidrasi.