3 Penyebab Puting Susu Gatal Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya

Kesehatan payudara selama menyusui memang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini bisa membantu mencegah masalah bayi bingung puting karena kondisi puting yang tidak sesuai dengan keinginan bayi Anda. Bayi yang baru lahir pasti membutuhkan ASI sebagai nutrisi utama sampai bayi berusia dua tahun. Jika Anda bisa memberikan ASI sampai dua tahun maka ibu berhasil menyusui secara eksklusif. Lalu masalah puting gatal saat menyusui pasti akan sangat mengganggu ibu menyusui. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai penyebab puting susu gatal saat menyusui dan cara mengatasinya.

  1. Masalah mastitis pada ibu menyusui

Kondisi umum yang menyebabkan ibu merasa puting payudara mengalami gatal saat menyusui adalah mastitis. Mastitis adalah peradangan pada kelenjar susu yang bisa membuat ibu merasa demam, payudara bengkak dan sakit saat menyusui. Penyebab dari mastitis bisa karena infeksi bakteri yang menginfeksi pada bagian dalam payudara. Kondisi ini juga bisa membuat ibu menyusui menjadi sangat lemah.

Cara mengatasi

Ibu harus pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan antibiotik. Antibiotik ini sangat aman dan tidak menyebabkan gangguan untuk bayi. Ibu juga bisa mendapatkan obat nyeri dan penurun panas agar lebih cepat sembuh. Mastitis yang ringan tidak perlu rawat inap tapi jika cukup buruk maka ibu lebih baik mendapatkan rawat inap di rumah sakit.

  1. Kulit puting terluka atau sensitif

Ibu menyusui memang harus menjaga kesehatan dengan baik dan menjauhi semua pantangan ibu menyusui. Terutama jika ibu memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga bisa merasa gatal dan tidak nyaman saat menyusui bayi. Hal ini bisa terjadi karena rongga mulut bayi dengan tekstur yang kasar membuat puting ibu menjadi tidak nyaman. Ini juga akan membuat kulit puting menjadi lebih kering dan mudah untuk terluka.

Cara mengatasi

  • Kondisi ini bisa diatasi secara alami jika kulit puting tidak bengkak atau luka sehingga bisa sembuh sendiri.
  • Untuk mengatasi rasa gatal maka ibu bisa mengompres puting payudara dengan air hangat selama 10 menit.
  • Ibu juga bisa merendam area puting payudara ke dalam air hangat sehingga lebih nyaman.
  • Gunakan krim pelembab yang kaya dengan vitamin E, minyak kelapa dan vaselin agar tidak terlalu gatal. Tapi harus diberikan saat tidak menyusui agar bayi aman.
  1. Efek infeksi jamur

Ibu menyusui yang tidak menjaga kebersihan puting payudara juga bisa mengalami infeksi jamur. Ini biasanya terjadi ketika ibu tidak rajin mengganti bra, pakaian dan juga bahan bra yang tidak menyerap keringat. Karena itu ibu akan merasa nyeri pada puting payudara. Setelah itu puting payudara menjadi merah dan bengkak. Jika begini maka ibu tidak bisa menyusui sehingga bayi tidak mengalami tanda bayi cukup ASI. Jika keluhan ini tidak dirawat dengan baik maka infeksi bisa bertambah parah dan berbahaya untuk ibu menyusui.

Cara mengatasi

  • Ibu harus berobat ke dokter untuk mendapatkan obat anti jamur, obat antibiotik dan jenis obat yang lain. Karena saat menyusui maka pertimbangan obat khusus hanya bisa diberikan oleh dokter.
  • Gunakan bra atau pakaian yang bisa menyerap keringat.
  • Jaga kebersihan payudara dan puting payudara sebelum dan setelah mencuci. Jika bisa maka cuci payudara dan puting dengan air hangat kemudian keringkan dan baru memakai bra.
  • Jika tubuh ibu sering berkeringat atau cuaca sangat panas maka ibu harus menjaga agar area puting payudara tetap kering dan tidak lembab.

Jadi itulah beberapa penyebab puting susu gatal saat menyusui dan cara mengatasinya. Jika ibu bisa merawat payudara dan puting payudara dengan baik maka keluhan ini bisa cepat sembuh.