7 Ciri Inseminasi Gagal Paling Jelas

Inseminasi adalah metode lain untuk memiliki keturunan selain dengan proses bayi tabung. Inseminasi banyak disukai oleh pasangan karena biayanya yang lebih murah. Proses ini dilakukan dengan beberapa langkah memasukkan sperma yang sudah diambil ke rahim secara langsung. Proses ini sangat singkat dan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Dokter juga biasanya tidak memberikan obat bius khusus karena kateter yang masuk sampai ke leher rahim hanya sangat kecil. Sperma yang digunakan adalah sperma yang sudah dipilih untuk meningkatkan peluang kehamilan. Tapi tetap saja inseminasi bisa gagal. Berikut ini adalah ciri inseminasi gagal paling jelas dan memang sering mengecewakan pasangan.

  1. Kram mendekati periode

Dua minggu setelah melakukan inseminasi maka akan menyebabkan rasa kram yang tidak nyaman. Pada beberapa contoh kram ini kemudian diikuti dengan tanda bercak darah sebelum haid. Kram ini mungkin diharapkan sebagai tanda kehamilan tapi ternyata memang bukan. Kram ini hanya rahim yang melakukan kontraksi untuk bersiap membersihkan darah yang sama setiap bulan.

  1. Bercak darah

Bercak darah setelah dua minggu melakukan inseminasi juga tidak boleh diremehkan. Bercak darah yang disertai dengan tanda lain seperti kram perut dan kondisi punggung bawah yang tidak nyaman biasanya hanya karena akan menstruasi. Tapi ibu bisa mencoba melakukan cara membedakan darah haid dan darah awal kehamilan. Bercak darah menjelang menstruasi selalu diawali dengan warna coklat kemudian berubah menjadi merah. Sementara akan hamil membuat darah ringan, lebih merah dan hanya sedikit saja.

  1. Payudara sakit

Payudara sakit menjelang menstruasi memang sangat berbeda dibandingkan ketika akan hamil. Jika dalam waktu dua minggu sejak proses inseminasi sudah merasakan payudara yang sakit, maka itu tanda akan menstruasi. Sementara jika berhasil menjadi kehamilan maka payudara baru sakit setelah dua minggu sejak tanda menstruasi. Jadi pastikan melihat dulu perbedaan nyeri payudara saat hamil dan menstruasi.

  1. Keputihan

Adanya keputihan di awal kehamilan memang hal yang sangat wajar. Biasanya keputihan ini tidak berbau, tidak berwarna, lebih cair dan tidak menyebabkan gatal atau panas pada organ kelamin. Tapi jika mengalami keputihan yang lebih kental, sedikit berbau kemudian bercampur dengan warna coklat maka itu tanda akan menstruasi. Keputihan bisa menjadi fase yang normal menjelang menstruasi. Ini juga menjadi tanda bahwa perubahan hormon terjadi secara normal.

  1. Tidak ada hCG dalam darah dan urin

Inseminasi yang berhasil dan menyebabkan kehamilan pasti akan membuat kadar hCG meningkat baik dalam darah dan urin. Namun jika tidak terjadi kehamilan maka biasanya tidak ada kadar hCG. Inilah yang membuat hasil tes kehamilan ibu terus gagal dan tidak akan ada tanda merah dua. Sementara jika ibu hamil maka pasti hasil tesnya akan positif.

  1. Akhirnya menstruasi

Setelah melewati berbagai tanda maka tanda lain yang paling jelas adalah menstruasi. Ada sebuah keadaan ketika ibu bisa mendapatkan menstruasi yang lebih cepat atau lebih lambat sejak proses inseminasi. Penyebabnya adalah gangguan hormon yang terjadi dalam tubuh akibat proses inseminasi. Terkadang harapan inseminasi yang berhasil memang membuat ibu stres sehingga siklus menstruasi menjadi kacau.

  1. Gejolak emosi

Inseminasi gagal menyebabkan gangguan hormon yang memicu meningkatkan hormon stres. Ini yang membuat ibu menjadi lebih resah sehingga merasa sangat khawatir , cemas dan selalu ingin marah dengan berbagai keadaan. Meskipun ini juga tanda kehamilan tapi biasanya gejolak emosi ibu hamil baru terjadi setelah terlambat lama menstruasi, bukan sebelum terlambat menstruasi.

Jadi ternyata begitu ciri inseminasi gagal paling jelas. Inseminasi mungkin kurang sesuai dengan kondisi ibu. Jangan putus asa dan lakukan konsultasi lagi dengan dokter yang merawat Anda dan pasangan.