Sponsors Link

Kelahiran Prematur

advertisement

Kelahiran prematur sangat tidak diharapkan oleh ibu hamil. Hal itu dikarenakan kelahiran prematur banyak menimbulkan hal negatif pada bayi yang dilahirkannya. Seharusnya bayi belum lahir tapi sudah lahir ke dunia, tentu kehidupan bayi itu dapat terancam. Bayi bisa dikatakan prematur jika bayi itu berusia kurang dari 9 bulan namun sudah dilahirkan ke dunia ini. Bayi prematur memiliki kekurangan yaitu berat badan rendah, organ belum berkembang secara sempurna dan resiko akan kematian. Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya menjaga kandungannya dengan baik. Jangan sampai melahirkan sebelum waktunya.

Penyebab Kelahiran Prematur

Banyak hal yang bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan prematur. Kondisi itu bisa dipengaruhi oleh faktor medis dan faktor eksternal. Berikut ini berbagai hal yang bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan prematur :

  1. Hamil Kembar

Ibu yang memiliki bayi kembar dua atau lebih biasanya bisa melahirkan secara prematur. Penyebab lahir prematur adalah :

  • Ibu dengan hamil kembar memiliki rahim lebih lebar dibandingkan dengan ibu hamil bayi tunggal.
  • Rahim yang terlewat lebar tidak bisa menampung bayi lebih lama lagi.
  • Lahir prematur bisa terjadi jika rahim tidak mampu menampung bayi lebih lama.
  1. Hidup Tidak Sehat

Hidup tidak sehat dan dipengaruhi oleh berbagai macam hal yang tidak sehat bisa membuat bayi bisa lahir secara prematur. Kebiasaan yang membuat seseorang melahirkan secara prematur adalah merokok, narkoba, minuman keras dan ketergantungan obat adiktif.

  1. Kekurangan Nutrisi

Ibu hamil yang kekurangan nutrisi bisa melahirkan secara prematur. Penyebabnya adalah janin di dalam kandungan tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya dan tidak bisa bertahan lebih lama lagi di dalam rahim. Oleh sebab itulah bayi bisa lahir secara prematur.

  1. Adanya Infeksi Plasenta Dan Gigi

Infeksi ini bisa terjadi pada plasenta bayi, selaput pembungkus bayi maupun dengan air ketuban. Infeksi itu bisa menyebabkan hal-hal di bawah ini :

  • Air ketuban pecah sebelum waktunya.
  • Air ketuban yang pecah bisa membuat ibu mengalami kontraksi hebat seperti saat persalinan.
  • Infeksi yang bisa menyebabkan kelahiran prematur tidak hanya infeksi rahim, infeksi air ketuban dan plasenta saja, namun ada infeksi yang bisa menyebabkan bayi lahir dengan prematur. Yaitu infeksi yang ada di gigi, misal gigi berlubang, caries gigi dan masih banyak lagi lainnya.
  1. Tali Pusar Bermasalah

Lahir permatur juga disebabkan oleh kelainan pada tali pusar. Tidak hanya lahir prematur saja, kelainan tali pusar juga bisa menyebabkan kematian pada bayi. Misalnya saja bayi dengan tali pusar terlilit. Tali pusar yang terlilit bisa mengakibatkan nutrisi tidak bisa sampai kepada bayi. Akibatnya bayi kekurangan nutrisi dan meninggal. Agar menghindari kematian pada bayi, dokter akan dengan paksa mengeluarkan bayi keluar dari rahim agar bayi tidak meninggal.

  1. Penyakit

Banyak penyakit yang bisa menyebabkan ibu melahirkan dengan prematur. Penyakit itu diderita oleh ibu dan berefek ke bayi. Penyakit itu bisa menyebabkan bayi lahir secara prematur karena bayi tidak bisa berkembang di dalam kandungan. Berikut ini berbagai macam penyakit yang bisa menyebabkan bayi lahir dengan prematur :

  • Anemia atau kekurangan darah. Ibu dengan Hb yang rendah bisa menyebabkan bayi lahir dengan prematur karena kekurangan aliran darah di dalam rahim.
  • Diabetes. Jika ibu hamil mengalami diabetes akut dia bisa berkonsultasi kepada dokter. Ada dokter yang terpaksa menyarankan ibu hamil untuk melahirkan secara prematur agar bayi dan ibunya selamat. Kelahiran prematur dengan sengaja bisa dilakukan saat usia kehamilan menginjak 34 sampai dengan 37 minggu.
  • Tekanan darah yang tinggi bisa menyebabkan komplikasi kehamilan. Komplikasi yang dihasilkan bisa membuat janin lahir dengan prematur.
  1. Adanya Trauma

Ibu hamil yang mengalami trauma saat kehamilannya bisa melahirkan dengan prematur. Trauma itu berupa kecelakaan dan kekerasan. Kecelakaan dan kekerasan itu mengakibatkan air ketuban pecah sehingga bayi harus dikeluarkan atau dilahirkan secara prematur.

  1. Keputihan Patologis

Keputihan yang tidak normal atau patologis bisa menyebabkan ibu melahirkan dengan prematur. Ibu hamil dengan keputihan tidak normal memiliki banyak jamur dan bakteri yang bisa menginfeksi sampai ke dalam rahim.

  1. Berbagai Macam Infeksi

Ada berbagai macam infeksi yang bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan dengan prematur. Infeksi itu wajib dan harus diketahui ibu hamil agar segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi tersebut. Berikut ini infeksi yang bisa membahayakan ibu hamil :

  • Infeksi pada saluran kemih. Ibu hamil yang mengalami infeksi ini akan merasakan kesakitan saat berkemih. Rasanya seperti terbakar, panggul nyeri dan sakit, rasa ingin pipis, urin terlihat keruh bisa disertai dengan darah, urin berbau tajam.
  • Infeksi jamur. Jamur ini bisa melekat pada vagina dan mengakibatkan bayi lahir secara prematur. Ibu hamil akan memiliki hormon meningkat dibandingkan dengan sebelumnya, hormon itu bisa menimbulkan glikogen sehingga menyebabkan tumbuhnya jamur.
  • Infeksi jenis ini sering diabaikan karena tidak ada gejala yang khas. Ibu hamil yang terkena infeksi ini akan demam, sakit seluruh otot di dalam tubuh, pusing dan flu. Infeksi ini jika dialami pada timester pertama bisa menyebabkan keguguran, jika terjadi pada saat trimester ketiga bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan dengan prematur.
  1. Pre Eklamsia

Penyakit pre eklamsia bisa membuat ibu hamil melahirkan secara prematur. Gejalanya adalah tekanan darah ibu tinggi, bengkak dan berat badan melonjak drastis. Jika kehamilan diteruskan ibu hamil akan sering kejang-kejang.

  1. Kelainan Plasenta

Kelainan plasenta bernama plasenta previa merupakan kelainan yang bisa menutup jalan lahir. Selain itu resiko dari kelainan ini adalah bayi bisa lahir secara prematur.

  1. Kelebihan Ketuban

Kekurangan ketuban dan kelebihan ketuban bisa menjadi penyebab ibu melahirkan dengan prematur. Ibu hamil dengan kondisi ini bisa menyebabkan ibu hamil berkali kali mengalami pecah ketuban. Kadang pecahnya ketuban itu bisa menyebabkan ibu melahirkan secara prematur.

  1. Rahim Tidak Normal

Bentuk rahim yang tidak normal juga bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan dengan prematur. Rahim sempit bisa membuat bayi tidak bisa berkembang secara sempurna karena sempitnya ruang untuk dirinya berkembang.

  1. Serviks Lunak

Kondisi leher rahim yang lunak bisa membuat ibu hamil rentan untuk keguguran dan melahirkan secara prematur. Bayi bisa keluar dari rahim tanpa disadari bagi penderita serviks lunak.

  1. Usia

Wanita dengan usia di bawah 20 tahun dan juga di atas 40 tahun sangat rentan untuk melahirkan secara prematur. Penyebabnya adalah kondisi rahim yang belum matang atau kondisi rahim yang mulai lemah.

  1. Aktivitas Fisik Berat

Wanita yang terlalu capek dan memiliki aktivitas fisik yang berat bisa melahirkan secara prematur.

  1. Kontrasepsi

Kehamilan yang tidak direncakan bisa menyebabkan bayi lahir dengan prematur. Misalnya saja ada wanita yang melakukan KB namun dia kebobolan. Bayi yang dilahirkannya nanti rentan untuk lahir prematur karena terganggu dengan obat atau alat kontrasepsi.

  1. Pernah Keguguran

Wanita yang memiliki riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya memiliki resiko untuk melahirkan secara preamatur. Wanita yang pernah mengalami aborsi pun bisa melahirkan secara prematur.

  1. Riwayat Kelahiran Sebelumnya

Ibu hamil yang pernah melahirkan secara prematur pada kehamilan sebelumnya akan rentan untuk melahirkan secara prematur kembali.

Bahaya Kelahiran Prematur

Banyak bahaya yang mengintai bayi yang dilahirkan secara prematur. Bahaya itu adalah sebagai berikut ini :

  1. Gangguan Organ

Bayi dengan lahir prematur bisa menyebabkan bayi kelainan organ. Hal itu diakibatkan bayi yang seharusnya belum lahir suda ada lahir di dunia ini. Seharusnya di dalam kandungan organ bayi masih bisa berkembang sehingga organ bisa bekerja dengan maksimal. Jika dilahirkan secara prematur, sebelum organ berkembang dan bekerja secara maksimal bayi sudah lahir. Akibatnya bayi akan mengalami berbagai macam gangguan organ. Berikut ini organ yang terganggu saat bayi dilahirkan prematur :

  • Gangguan pernafasan. Bayi yang dilahirkan prematur bisa terkena gangguan pernafasan. Penyebabnya adalah paru-paru dan organ pernafasan lainnya belum bekerja secara sempurna. Untuk membantunya dokter akan memberikan bayi oksigen.
  • Gangguan sistem syaraf bayi. Bayi mengalami gangguan karena syarafnya belum berkembang secara sempurna.
  • Sistem pencernaan belum sempurna. Pencernaan bayi juga belum berkembang secara sempurna, akibatnya adalah bayi akan mengalami gangguan pencernaan.
  • Paru-paru terdapat penyakit. Paru-paru adalah salah satu organ yang bisa bekerja maksimal jika usia bayi sudah 9 bulan di dalam kandungan. Jika bayi dilahirkan kurang dari 9 bulan tentu saja paru-parunya belum berkembang secara sempurna. Berbagai penyakit pun akan menyerang paru-paru bayi tersebut.
  • Gangguan pendengaran. Jika sistem syaraf belum sempurna akibatnya bayi akan mengalami gangguan pendengaran. Syaraf pendengaran bayi belum berkembang secara maksimal sehingga pendengaran bayi terganggu.
  • Gangguan penglihatan. Sistem syaraf penglihatan juga belum berkembang secara sempurna akibatnya bayi akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan paling parah yang bisa terjadi adalah bayi mengalami kebutaan. Tidak hanya itu saja, retina bayi juga akan lebih sensitif terhadap sumber cahaya di sekitarnya.
  1. Kematian

Di dalam rahim bayi masih bisa merasakan hangat dari suhu tubuh ibunya. Organnya masih di dompleng dengan organ ibunya. Namun setelah dilahirkan, bayi harus bisa bertahan sendiri dengan organ-organnya sendiri. Bayi prematur memiliki organ yang belum berkembang dengan baik akibatnya kinerja organ pun terganggu dan tidak bekerja secara maksimal. Bayi dengan organ yang memiliki gangguan rentan mengalami kematian.

  1. Sel Jaringan Terlambat Berkembang

Akibat dilahirkan prematur, bayi bisa terlambat berkembang. Tidak hanya fisiknya saja namun juga perkembangan sel jaringan di dalam tubuhnya.

  1. Otak Cacat

Syaraf yang tidak berkembang itu juga berpengaruh pada otak. Akibatnya adalah bayi mengalami otak cacat sehingga bayi akan susah berfikir, susah menghafal dan masih banyak lagi lainnya.

Ciri-Ciri

Ada ciri-ciri yang harus diperhatikan ketika ibu hamil akan melahirkan, ciri-ciri melahirkan secara prematur akan sama dengan ciri-ciri melahirkan usia kandungan normal. Yang berbeda hanyalah waktu bayi di dalam kandungannya. Berikut ini ciri-ciri ibu hamil akan melahirkan secara prematur :

  1. Ibu Mengalami Kontraksi Sebanyak 4 Kali Atau Lebih.

Kontraksi ini bsia ditandai dengan adanya rasa mulas berkelanjutan. Perut juga terasa nyeri seperti terlilit-lilit.

  1. Kram Hebat

Ibu hamil merasakan kram hebat seperti saat akan terkena menstruasi.

  1. Punggung Pegal

Ibu hamil merasakan punggung pegal, bahkan rasanya tulang-tulang punggung seperti mau lepas satu persatu. Pegal itu bisa disertai dengan rasa nyeri yang berlebihan.

  1. Panggul Tertekan

Ibu hamil merasakan panggul seperti tertekan. Sehingga ibu hamil merasakan panggul terasa lebih berat.

  1. Kembung

Ibu hamil merasakan kembung dan terasa penuh. Rasa kembung itu sama saat ibu hamil mengalami gas berlebihan akibat memakan sesuatu.

  1. Lendir Berlebihan

Ibu hamil mengeluarkan lendir berlebihan. Lendir itu bisa seperti cairan keputihan namun volumenya sangat banyak.

  1. Ingin BAB

Rasa ingin BAB juga akan dialami oleh ibu hamil yang akan melahirkan.

  1. Pecahnya Ketuban

Kondisi terakhir yang bisa menjadi ciri-ciri ibu hamil akan melahirkan adalah pecahnya air ketuban. Air ketuban itu seperti air seni namun baunya amis dan warnanya kekuning-kuningan.

Pengobatan Kelahiran Bayi Prematur

Bayi prematur akan memerlukan perawatan khusus dan pengobatan khusus. Berikut ini cara pengobatan bayi prematur :

  1. Konsumsi Obat

Sebelum melakukan persalinan, ibu hamil disuruh untuk mengkonsumsi obat-obatan seperti antibiotik. Obat itu bisa memungkinkan bayi yang dilahirkan prematur sehat setelah dilahirkan.

  1. Memonitor Denyut Jantung Bayi

Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap denyut jantung bayi. Selain itu dokter akan mengecek suhu tubuh ibu hamil dan juga kontraksi rahim yang dirasakan oleh ibu hamil.

  1. Pemotongan Tali Pusar

Bayi yang lahir prematur akan segera dipotong tali pusarnya.

  1. Ruang Inkubator

Jika ibu hamil melahirkan bayi kurang dari waktu 36 minggu maka dokter akan membawa bayi ibu hamil ke ruang inkubator. Saat beberapa hari di ruang inkubator, bayi akan mulai terlihat jika memiliki kecacatan dan juga komplikasi.

  1. ASI

Ibu hamil juga harus memberikan ASI untuk bayinya melalui botol formula yang diberikan oleh rumah sakit. Susu kalengan tidak bisa memberikan perlindungan terhadap infeksi yang akan menyerang bayi. Oleh sebab itu untuk membuat bayi prematur terhindar dari berbagai macam infeksi, ibu hamil harus memberikan ASI secara eksklusif.

Cara Mencegah Bayi Prematur

Agar terhindar melahirkan secara prematur, ibu hamil harus tahu bagaimana caranya mencegah kelahiran bayi secara prematur. Berikut ini cara mencegahnya :

  1. Rutin Periksa Saat Awal Kehamilan

Ibu hamil diharapkan untuk selalu memeriksakan dirinya ke dokter atau ke bidan sejak dinyatakan positif hamil. Dokter atau bidan bisa membuat ibu hamil tahu bagaimana caranya menjaga pola makan dan memberikan vitamin yang diperlukan oleh ibu hamil seperti asam folat dan vitamin B. Asam folat dan vitamin B sangat berguna untuk perkembangan janin di dalam kandungan dan mencegah resiko lahir prematur.

  1. Hidup Sehat

Ibu hamil sebaiknya sadar diri jika dirinya menerapkan pola hidup tidak sehat. Kesadaran itu akan membuat ibu hamil menerapkan pola hidup yang sehat dengan menghindari rokok, minuman keras dan obat-obatan tertentu.

  1. Sadar Diri Akan Komplikasi Yang Ada

Untuk mencegah kelahiran prematur ibu hamil diharuskan sadar dengan komplikasi dan penyakit yang dideritanya. Misalnya saja hipertensi, diabates, komplikasi kehamilan sebelumnya dan juga faktor genetik. Kesadaran ibu hamil untuk berbagai resiko itu sangat penting dan diharapkan untuk melakukan konsultasi ke dokter.

  1. Pemeriksaan Infeksi

Ibu hamil juga diharapkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap infeksi. Apakah itu infeksi saluran kemih, infeksi plasenta, infeksi rahim dan juga infeksi selaput rahim. Pemeriksaan dini terhadap infeksi yang dimiliki bisa mencegah terjadinya kelahiran prematur. Hal itu dikarenakan dokter bisa memberikan penanganan dengan cepat dan tepat.

  1. Pemeriksaan Gigi

Melakukan pemeriksaan gigi secara teratur bisa mencegah timbulnya infeksi gigi yang menyebabkan bayi lahir secara prematur.

  1. Kontrol Berat Badan

Ibu hamil juga dituntut untuk selalu mengontrol berat badannya. Lihatlah berapa banyak jumlah kenaikan berat badan selama dua minggu atau sebulan. Jika berat badan naiknya banyak dan ibu hamil mengalami obesitas. Rentan bagi ibu hamil untuk terkena diabetes dan juga mengalami indikasi dari penyakit pre eklamsia.

  1. Menjaga Pola Makan

Pola makan yang baik dan benar akan memberikan nutrisi yang sehat bagi ibu hamil. Nutrisi yang sehat itu bisa membuat perkembangan janin di dalam kandungan sehat dan berkembang baik. Mengkonsumsi makanan dengan kandungan kaya akan omega 3 bisa membuat resiko bayi dilahirkan prematur lebih rendah.

  1. Kelola Stress

Jangan stress berlebihan, stress yang berlebihan bisa membuat ibu hamil rentan terkena pendarahan. Jika sudah pendarahan bayi bisa dilahirkan secara prematur, bahkan resikonya meningkat sebanyak 2 kali lipat.

  1. Melakukan Perawatan Pre Natal

Ingin memiliki bayi yang sehat tentunya harus dipersiapkan baik-baik. Banyak pasangan yang melakukan perawatan pre natal atau perawatan sebelum kehamilan agar mendapatkan bayi yang sehat. Pre natal bisa dilakukan sedini mungkin. Pre natal bisa menciptakan kondisi kesehatan terbaik untuk hamil bagi ibu yang ingin hamil. Resiko kelahiran prematur pun bisa terdeteksi sehingga dokter bisa melakukan pencegahan.

  1. Pemeriksaan Leher Rahim

Dokter akan memeriksa leher rahim untuk mengetahui kelainan pada leher rahim. Wanita dengan leher rahim yang lunak rentan untuk melahirkan secara prematur. Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menangani wanita dengan resiko ini adalah penjahitan leher rahim. Jika sudah waktunya untuk melahirkan, dokter akan membuka jahitan di serviks tersebut.

  1. Pengecekan Cairan Vagina

Dari cairan vagina dokter bisa mengetahui resiko ibu hamil melahirkan secara prematur. Cairan ini akan diambil saat usia kandungan memasuki minggu ke-20 dan juga minggu ke – 28. Dari sekresi cairan vagina yang diambil dokter bisa memprediksi terjadinya persalinan prematur.

  1. Hal Yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Kontraksi Persalinan Prematur

Saat ibu hamil mengalami kontraksi sebelum usia kandungan 9 bulan, ada cara yang bisa mencegahnya tidak melahirkan secara prematur. Berikut ini cara-caranya :

  • Kosongkan kandung kemih dengan cara berkemih di kamar mandi.
  • Berbaring menghadap ke kiri.
  • Minum minimal dua gelas air putih dan jus buah yang segar.
  • Beristirahat dan merelaksasikan badan dan pikiran.
  • Ibu hamil harus menemui dokter jika kontraksi banyak terjadi yaitu minimal empat kali selama satu jam. Selain itu jika ibu hamil merasakan air ketubannya pecah melalui jalan lahir atau vagina.
advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!