7 Ciri Anak Tidak Bisa Bicara Karena Mutisme Selektif

Mengasuh anak dengan pertumbuhan yang normal pasti sangat menyenangkan untuk orang tua. Sayangnya dalam masa perkembangan anak mulai dari perkembangan bayi 1 bulan, berbagai hal yang tidak normal bisa terjadi. Hal ini memang umum terjadi kemudian orang tua bisa tahu gejalanya lebih cepat. Salah satunya adalah ketika anak tidak bisa bicara di depan umum. Gejala kondisi ini bisa terlihat ketika anak sudah masuk sekolah atau keluar dari lingkungan umum. Lalu apa saja ciri anak tidak bisa bicara karena mutisme selektif. Simak ulasan berikut ini.

  1. Tidak terlambat bicara

Pada dasarnya kasus mutisme selektif berbeda dengan anak yang terlambat bicara. Jika terlambat bicara maka orang tua akan melakukan terapi anak terlambat bicara sehingga anak bica berbicara dengan lancar. Kasus mutisme selektif akan membuat anak berbicara dengan baik dan lancar , tidak terkait dengan usia anak. Hanya saja anak jadi malas bicara atau tidak mau bicara jika ada di depan umum.

  1. Efek dari gangguan kecemasan

Anak yang mengalami gangguan kecemasan sering mengembangkan gejala seperti ini. Namun sayangnya kondisi ini tidak bisa diatasi dengan terapi anak ADHD. Anak yang mengalami gangguan kecemasan terkesan takut dengan lingkungan sosial. Mereka menunjukkan fobia sosial yang berlebihan. Misalnya ketika ada tamu di rumah maka anak akan langsung sembunyi dan tidak mau keluar. Ini sebagai cara untuk menghindari bicara.

  1. Takut berlebihan

Anak yang mengalami mutisme selektif biasanya juga memiliki rasa takut yang berlebihan.  Rasa takut ini yang membuat anak tidak mau bicara di depan umum meskipun mereka bisa bicara. Kemudian anak akan menarik diri dari lingkungan yang ramai dan mencari tempat perlindungan. Bahkan anak juga tidak mau melakukan kontak mata dan menghindari orang-orang. Jika ini terjadi pada anak autis maka perlu juga melakukan terapi perilaku untuk anak autis.

  1. Hanya terjadi di tempat tertentu

Anak yang mengalami gangguan bicara ini sebenarnya bisa berbicara dengan lancar. Mereka hanya tidak mau bicara di tempat tertentu saja sehingga merasa malu atau takut. Karena itu gangguan ini paling bisa ditemukan pada anak yang baru masuk sekolah. Anak mau bicara di rumah dengan baik tapi tidak di sekolah. Jika masih dalam tahap ringan maka bisa melakukan  cara mendidik anak agar percaya diri.

  1. Tidak bisa sekolah dengan baik

Jika terjadi pada anak yang baru masuk sekolah maka orang tua bisa menemukan masalah dengan prestasinya. Mungkin juga guru akan mengirim informasi mengenai gangguan ini. Karena anak tidak mau bicara dengan baik di sekolah maka anak menjadi tidak berprestasi. Anehnya gejala ini tidak ditemukan dirumah sehingga orang tua harus aktif dengan guru.

  1. Gangguan bicara selama satu bulan lebih

Anak yang terkena selektif mutisme tidak bisa diamati dalam waktu singkat. Karena pada masa perkembangannya terkadang gejala ini akan hilang sendiri. Jadi jika memang anak mengalami masalah gangguan bicara ini maka akan bertahan selama lebih dari satu bulan. Orang tua harus mengamati jika gangguan bicara terjadi lebih lama.

  1. Tidak ada gagap

Mutisme selektif juga berbeda dengan gagap dimana ini bisa terjadi secara langsung pada anak. Anak mutisme akan berbicara dengan lancar sehingga tidak mengalami gagap. Sementara anak gagap mau bicara dimana saja hanya saja mengalami gagal. Bahkan sebenarnya mutisme berbeda dengan autisme sehingga harus diperiksa lebih detail.

Itulah semua ciri anak tidak bisa bicara karena mutisme selektif. Karena kondisi ini mungkin sulit diamati maka orang tua harus melihat gejalanya lebih jelas terutama saat anak usia masuk sekolah.