6 Cara Mendidik Anak Agar Percaya Diri dan Cerdas

Percaya diri ialah cara pandang seseorang terhadap keyakinan pada kemampuan diri sendiri dalam melakukan sesuatu hal baik tindakan maupun perbuatan. Percaya diri juga merupakan satu modal yang sangat penting yang harus dimiliki seorang anak agar mampu mengembangkan potensi diri ditengah lingkungan pergaulan. Namun orang tua kadang terlalu berekspektasi lebih pada anak, hingga membuat anak merasa takut bahkan justru minder. Alangkah lebih baik bila orang tua menanamkan dan juga mencontohkan nilai nilai yang positif pada anak. Supaya anak mampu tampil menjadi dirinya sendiri tanpa merasa takut bayang bayang orang tua. Seorang anak yang memiliki rasa percaya diri dapat terlihat secara langsung dari fisik, tingkah laku dan juga cara berbicara.

(baca juga: Perkembangan organ tubuh bayi baru lahir)

Kenali Penyebab Kurangnya rasa percaya diri pada Anak

Sebelum mendidik anak supaya menjadi anak yang tampil percaya diri, orang tua harus mencari tahu apa yang terjadi pada diri anak. Berikut ini beberapa hal yang mungkin membuat anak  tidak percaya diri:

  • Pengaruh perilaku orang tua terhadap anak

Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak merupakan role model atau panutan utama bagi anaknya. Ada sebagian yang bersikap demokratis namun kebanyakan sering memaksakan kehendak pada anaknya, hingga melebihi batas kemampuan yang dapat dicapai oleh seorang anak. Dan bila tak sesuai dengan harapan tak sedikit dari mereka yang melampiaskan amarahnya pada anak. Berkata kasar dan menyudutkan yang pada akhirnya membuat anak menghakimi diri sendiri kemudian timbul rasa tidak percaya diri karena tekanan yang diberikan orang tua. Kurangnya kasih sayang dapat pula menjadi faktor penyebab, karena anak merasa kurang dihargai.

(baca juga: Dampak membentak anak)

  • Kekurangan pada diri

Seorang anak yang memiliki kekurangan, entah pada fisiknya, nilai pelajarannya atau komunikasi yang tidak lancar bisa dapat menjadi pemicu sorang anak merasa tidak percaya diri. Seorang anak yang memiliki kekurangan sering kali menunduk saat bertatapan langsung dengan orang lain, seakan merasa rasa takut dan lebih menutup diri. Anak ini cenderung menarik diri dari pergaulan dan kurang dapat bersosialsasi. (baca juga : Cara Mengatasi anak manja)

  •  Pergaulan

Lingkungan sekitar memiliki potensi menimbulkan rasa kurang percaya diri atau pun sebaliknya, kususnya pada anak. Anak yang lebih sering menghabiskan waktu dirumah cenderung memiliki rasa percaya diri yang berbeda daripada anak yang sering menghabiskan waktu diluar rumah. Sebab diluar rumah anak dapat bertemu orang baru dan mulai belajar bersosialisasi dan menjalin hubungan.

(Baca juga: Cara mengatasi anak tantrum)

Cara Mendidik Anak Agar Percaya Diri Dalam Tumbuh Kembangnya

Kepercayaan diri seorang anak bukannya harus dikejar namun dapat dibangun. Ketika orang tua mengetahui penyebab seorang anak menjadi tidak percaya diri. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bagimana harus menyikapi masalah ini dan melakukan penanganan sebelum terlambat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua:

1. Beri Contoh

Sebelum meminta anak melakukan banyak hal lebih dulu tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kita (orang tua) memberi contoh yang baik? Karena terlalu seringnya menuntut, orang tua jadi berfokus hanya pada anak. Namun melupakan hal terpenting, yaitu memberi contoh. Orang tua adalah panutan atau role model bagi anak, karena setiap perilaku orang tua adalah contoh nyata untuk anak, terlepas dari baik atau buruk. Hal itu tinggal bagaimana peran orang tua menyikapi hal ini. Jadi akan lebh baik bila orang tua memberi contoh yang baik pada anak. (baca juga: cara mendidik anak agar cerdas)

2. Komunikasi

Ajak anak untuk berbicara dari hati apa yang menjadi uneg-unegnya, apa yang ia rasakan, kekhawatirannya, kegelisahannya. Bila anak masih ragu untuk mengungkapkan isi hatinya, jangan terburu-buru mendesaknya berbicara. Sebab ini mungkin saja membutuhkan waktu baginya. Dorong agar anak mengetahui jati dirinya supaya lebih mengenali pribadinya dan potensinya, ini akan membantunya menemukan keadaan bahwa dirinya diterima baik oleh orang tuanya dan lingkungannya. (Baca juga: Penyebab anak cepat marah)

3. Pengembangan diri

Mencari tahu minat dan kemauan lebih penting dari pada membandingkan anak dengan yang lain. Dengan mengikutsertakan anak pada kegiatan terutama kegiatan fisik, selain dapat menyehatkan hal ini juga dapat membantu mengembangkan potensi diri pada anak. Seperti ketika anak terlambat berjalan, cari tahu penyebab anak terlambat jalan kemudian dengan meningkatkan rasa percaya dirinya melalui dukungan agar anak tak mudah putus asa adalah salah satu cara agar anak cepat belajar jalan.  (Baca juga:  Cara mendidik anak hiperakif dirumah).

4. Kurangi Hukuman

Walaupun terkadang hukuman diperlukan namun lebih baik lagi bila dibatasi, sebab hukuman yang tidak tepat justru memicu rasa minder dan membuat anak merasa tidak berguna. Alih alih hanya memberi hukuman ketika anak melakukan sebuah kesalahan, orang tua seharusnya juga memberi apresiasi ketika anak melakukan hal yang baik seperti memberinya ucapan selamat atau bahkan hadiah. Sedikit demi sedikit hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri pada anak karena merasa dihargai. (Baca juga: Bahaya sering emosi saat hamil)

5. Belajar Bersosialisasi

Tak dapat dipungkiri bahwa kita hidup ditengah masyarakat sosial dan tidak dapat hidup sendiri, dan pasti akan selalu membutuhkan orang lain. Ajarkan anak sejak dini untuk mengenal lingkungannya, baik keluarga, tetangga dekat rumah maupun teman disekolah. Dengan bertemu orang baru dan mulai bersosialisasi, anak tidak akan merasa takut dan asing dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat juga membantu kemampuan berbahasanya, daripada mengeluarkan biaya seperti untuk terapi anak yang terlambat bicara.

6. Beri Kepercayaan

Ini poin terpenting yang harus diingat oleh orang tua, kepercayaan. Bagaimana seorang anak bisa percaya diri bila orang tuanya saja tidak pernah memberinya kepercayaan bahkan untuk hal remeh sekali pun. Berilah seorang anak sebuah tugas agar ia sesesaikan, ini akan membuatnya belajar untuk bertanggung jawab. Dan tak lupa beri pujian agar anak termotivasi supaya menjaga kepercayaan orang tua. (Baca juga: cara membuat anak cerdas sejak dalam kandungan)

Anak dengan kepercayaan diri yang rendah cenderung menarik diri dari lingkungan dan mudah putus asa juga terlihat ogah-ogahan. Sebagai orang tua harus lebih jeli melihat perilaku dan sikap pada anak sehari hari, agar lebih dini mengatasi gejala kurangnya rasa percaya diri pada anak. Sebab bila dibiarkan ini akan mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. (baca juga: Penyebab anak autis dan Ciri ciri anak autis)