Terapi Perilaku Anak Autis : Tujuan, Cara dan Program

Sebagai orangtua tentu saja kita menginginkan segala yang terbaik untuk mereka. Tak terkecuali jika kita memilki anak yang mempunyai masalah gangguan mental seperti autis misalnya. Tentu saja mereka masih sama seperti anak-anak normal lainnya, mereka juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang ekstra dari kita para orangtuanya. Karena mereka memiliki sedikit perbedaan dengan anak normal maka kita harus mengurus dan merawat mereka dengan baik bukan? Karena mereka cenderung tidak bisa mengendalikan apa yang mereka lakukan maka sebaiknya kita juga memberikan perhatian yang lebih untuk mereka bunda.

Untuk kali ini kami akan membahas mengenai terapi perilaku anak autis yang sudah kami siapkan khusus untuk Anda. Apa itu terapi perilaku untuk anak autis? Mari kita simak ulasan di bawah ini! (baca: vitamin otak untuk anak autis – jenis jenis autis  – terapi untuk anak autis – terapi wicara untuk anak autis)

Apa itu terapi perilaku?

Yang pertama kita akan membahas mengenai terapi perilaku. Terapi perilaku sering dikenal sebagai metode ABA. Metode ABA atau kepanjangan dari Applied Behavior Anaylisis ini ditemukan oleh seorang psikolog dari Amerika bernama O Ivar Lovaas Phd sehingga terkadang metode ini juga dinamakan metode Lovaas. Terapi perilaku ini ada untuk mendidik sang anak dalam menjaga pola tingkah mereka, dan juga mengurangi perilaku tidak wajar yang sering mereka lakukan. Dengan kata lain terapi perlaku ini mendidik sang anak supaya mereka bisa mengontrol apa yang mereka lakukan. Namun sayangnya banyak sekali tempat terapi untuk anak autis yang belum menyediakan terapi satu ini sehingga hasilnya pun kurang efektif.

Baca:

Tujuan Terapi Perilaku

Terapi perilaku ini memiliki beberapa tujuan untuk anak autis. Apa saja tujuan dari adanya terapi perilaku ini? Berikut adalah tujuan dari terapi perilaku untuk anak autis :

  1. Tujuan dari terapi perilaku sendiri adalah mengubah perilaku sang anak supaya bisa sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat setempat. (baca:  cara mengatasi anak autis ringan – Cara mendidik anak hiperakif)
  2. Tujuan dari terapi perilaku yang kedua adalah untuk mengurangi perilaku tak wajar yang biasanya sering dilakukan oleh anak.
  3. Karena anak autis kesulitan mengontrol pola tingkah mereka, maka terapi perilaku ini bertujuan untuk membantu sang anak untuk bisa mengontrol tingkah lakunya sendiri walau sedikit demi sedikit. (Baca: terapi anak terlambat bicara –  penyebab anak cepat marah – cara melatih anak berbicara – cara melatih bayi cepat bicara)
  4. Membantu orangtua supaya bisa mengontrol perilaku dan memantau perkembangan anaknya.
  5. Membantu anak untuk bisa tenang dan patuh. (baca:  penyebab anak terlambat bicara – dampak membentak anak –  cara mendidik anak agar nurut)
  6. Membantu mengembangkan dan mendidik kemampuan dan keterampilan sang anak menjadi lebih baik.  (baca: cara mendidik anak agar cerdas – cara mendidik anak agar percaya diri)

Program terapi perilaku

Terapi perilaku atau yang sering disebut dengan ABA ini memilki beberapa poin penting di dalam terapi itu sendiri. Anda sebagai orangtua tentu saja harus mengetahui apa saja poin-poin penting dari terapi perilaku ini supaya Anda dan pasangan bisa mengetahui bagaimana perkembangan dari anak Anda. Berikut adalah poin-poin penting dari terapi perilaku yang harus Anda perhatikan :

  1. Hiperaktif

Poin penting yang pertama yang diperhatikan di dalam terapi ini adalah hiperaktif. Anak yang autis memang biasanya bertindak secara berlebihan dan cenderung tidak bisa diam. Itu semua bukanlah keinginan mereka, namun memang saraf mereka tidak bisa mengendalikan apa yang otak mereka perintahkan. Oleh karena itu hiperaktif menjadi salah satu poin yang penting dan nantinya dengan mengikuti terapi ini diharapkan anak bisa mengontrol perlakuannya, dan diharapkan bisa mengurangi perlakuan tidak wajarnya.

Informasi anak hiperaktif:

  1. Susah fokus atau kontak mata

Biasanya anak yang autis akan kesulitan untuk bisa fokus dan ketika diajak bicara oleh orang lain tidak akan bisa menatap mata lebih dari 5 detik. Maka dari itu dengan mengikuti terapi ini diharapkan anak bisa menjadi fokus dan bisa menatap mata orang lain ketika mereka di ajak berbicara.

Informasi penyakit mata pada bayi:

  1. Tempramen

Beberapa anak autis memang memiliki termpramen yang tinggi dan mungkin beberapa waktu mereka bisa marah dan mengamuk. Oleh karena itu tempramen juga menjadi salah 1 fokus dari terapi perilaku dimana para terapis mencoba untuk membantu sang anak dalam mengatur emosi dan tempramennya.

Informasi sindrom pada bayi:

  1. Kepatuhan anak

Yang menjadi fokus selanjutnya adalah kepatuhan anak. Mungkin orang tua seringkali kesulitan mengurus anaknya karena mereka akan bergerak secara berlebihan dan tidak bisa diam. Dengan mengkuti terapi ini maka anak akan diajarkan secara perlahan bagaimana bisa melakukan suatu hal dan mendidik anak supaya ia patuh dengan apa yang dikatakan oleh orang tuanya. (baca:   penyebab anak terlambat bicara – dampak membentak anak –  cara mendidik anak agar nurut)

Program Terapi Perilaku

Ketika Anda mengikutikan anak Anda terapi perilaku ini, para terapis akan melakukan terapi pada anak ini secara beberapa tahap dan beberapa program supaya apa yang diinginkan orang tua akan terwujud secara efektif. Berikut adalah program yang diberikan ketika anak menjalani terapi perilaku :

  1. Bahasa ekspresif

Yang pertama, terapis akan mengaajarkan pada anak mengenai bahasa ekspresif, yaitu mengajari anak membaca bahasa dari ekspresi orang tuanya. Dengan begitu anak akan tahu ketika orang tuanya memasang wajah senang, kecewa, atau lainnya. Sehingga ketika orang tua memberikan perintah itu baik ataupun buruk maka sang anak akan bisa menangkapnya. (Baca:  terapi anak terlambat bicara – penyebab anak terlambat bicara – cara mengajari anak bicara – cara melatih anak berbicara)

  1. Kepatuhan

Yang kedua adalah kepatuhan, disini sang terapis akan memberikan anak Anda pelajaran supaya dia mau duduk diam ketika dia belajar, ketika dia makan, dan hal lainnya. Selain itu terapis akan membantu anak Anda untuk bisa fokus dan melakukan kontak mata lebih dari 5 detik.

  1. Bahasa represif

Biasnya anak autis memiliki gangguan bahasa represif. Gangguan bahasa represif adalah kondisi dimana sang anak tidak bisa memahami apa yang orang lain katakan secara lisan. Oleh karena itu terapis akan membantu anak untuk bisa memahami bahasa represif.

Itu dia beberapa program yang akan ditekankan pada terapi perilaku pada anak autis ini. Terapi perilaku ini akan dilakukan per individu supaya terapinya bisa berjalan dengan efektif, satu terapis akan memegang satu anak. Dan biasanya terapi ini dilakukan secara rutin yaitu 40 jam per minggunya hingga perkembangan pada anak terlihat secara jelas.

Faktor Penentu Keberhasilan Terapi

Sebelum terapi dilakukan pada anak, biasanya harus diadakan observasi terlebih dahulu supaya para terapis tahu apa saja yang dibutuhkan oleh sang anak ketika terapi dimulai. Dan terapi ini juga memiliki beberapa faktor penentu keberhasilan itu sendiri. Berikut adalah beberapa faktor penentu keberhasilan dari terapi perilaku pada anak autis :

  1. Berat ringannya tingkat autis

Yang pertama adalah seberapa tingkat autis pada anak Anda, jika anak memiliki tingkat yang rendah maka terapi perilaku hanya membutuhkan waktu yang sedikit sampai itu berjalan efektif, dan jika tingkatnya agak tinggi mungkin juga akan membutuhkan waktu yang lebih lama. ( cara mengatasi anak autis ringan – Cara mendidik anak hiperakif)

  1. Intensitas terapi

Keberhasilan terapi sendiri juga ditentukan dengan intensitas terapinya, jika secara rutin dan dengan sabar Anda mengikutkan anak terapi perilaku maka terapi perilaku akan berhasil. Namun jika Anda hanya mencobanya saja, sulit untuk anak menjadi berubah.

  1. IQ dari anak

IQ dari anak sendiri juga menjadi salah 1 penentu, jika IQ nya lumayan tinggi maka tidak membutuhkan waktu yang lama dia bisa menangkap apa yang diajarkan ketika dia terapi. (baca: ciri ciri anak keterbelakangan mental –  cara mendidik anak agar cerdas – cara membuat anak cerdas sejak dalam kandungan)

  1. Usia anak

Beberapa ahli menyarankan jika terapi perilaku ini sebaiknya dilakukan sejak anak masih kecil sehingga anak akan mudah memahami dan tidak sulit untuk mengubah karakternya.

  1. Peran orang tua dan lingkungan sekitarnya

Jika anak mengikuti terapi perilaku ini tentu saja ia harus mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Tidak hanya dari sang terapis saja, orang tua dan lingkungan sekitarnya harus menciptakan kondisi yang baik untuknya. Dengan begitu dia bisa berkembang dengan baik dan cepat untuk berubah.

Informasi bayi prematur:

Itu dia beberapa ulasan yang kami sajikan mengenai terapi perilaku anak autis. Tentunya peran orang tua sangat penting dalam membantu perkembangannya. Anda dan pasangan harus membinanya walau mungkin akan sedikit sulit, lakukan dengan sabar dan telaten ya bunda. Semoga bermanfaat!