Kadar Normal Bilirubin Pada Bayi Baru Lahir Yang Perlu Diperhatikan

Kondisi kesehatan bayi merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dengan baik oleh setiap orang tua. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga maka bayi akan jauh dari penyakit ringan maupun berbahaya serta memiliki perkembangan fisik maupun mental yang baik juga. Menjaga kesehatan bayi menjadi suatu hal yang sangat penting karena kondisi fisik dan kekebalan tubuh pada bayi yang belum optimal sehingga sangat mudah mengalami penyakit apapun yang beresiko tinggi di lingkungan tempat hidup bayi.

Pasca terlahir melalui jalan melahirkan normal maupun persalinan caesar, bayi akan terus dipantau kondisi perkembangannya serta keadaan fisik yang ditunjukan oleh bayi dibandingkan dengan kondisi normal yang ada. Salah satu keadaan yang kerap kali terjadi pada bayi baru lahir adalah kadar bilirubin pada tubuh bayi yang lebih tinggi dari nilai normalnya sehingga menyebabkan penumpukan yang akan menjadikan warna kulit pada bayi berubah ke arah kekuningan pada saat terlahir.

Kondisi bayi yang kuning akibat kandungan bilirubin yang tinggi dapat kembali normal seiring dengan meningkatnya usia dari bayi. Bayi kuning menjadi salah satu kondisi yang tetap harus diwaspadai oleh setiap orang tua mengingat adanya beberapa resiko berbahaya dari kondisi tersebut. Bayi yang kuning disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin di dalam darah. Berikut beberapa penjelasan mengenai kadar normal bilirubin pada bayi dan apa saja yang patut diwaspadai ketika nilainya lebih tinggi dari kondisi normalnya melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu Bilirubin ?

Sebelum membahas mengenai kadar normal bilirubin bayi yang baru lahir maka perlu dipahami terlebih dahulu apa itu bilirubin. Secara pengertian, bilirubin adalah pigmen berwarna kuning kecoklatan yang dapat ditemukan dibeberapa bagian tubuh seperti tinja, empedu, dan darah. Bilirubin diproduksi ketika protein hemoglobin di dalam sel darah merah pecah ketika sudah tua. Bilirubin secara normal akan menuju ke hati dan akan diproses untuk dapat dikeluarkan dari dalam tubuh melalui tinja maupun saluran lainnya.

Kadar Normal Bilirubin Pada Bayi

Bilirubin di dalam tubuh manusia memiliki nilai kadar yang normal berkisar antara 0 – 0,4 mg/dl atau 0,3 – 1,0 mg/dl untuk bilirubin total. Kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir berbeda dengan nilai kadar normal dimana jumlahnya akan lebih tinggi.  Kadar normal bilirubin pada bayi adalah dibawah 5,2 mg/dl untuk 24 jam pertama pasca lahir. Kadar bilirubin bayi yang terlalu tinggi atau melebihi 5,2 mg/dl perlu diperhatikan mengingat adanya kondisi berbahaya dari keadaan yang terjadi di dalam tubuh bayi tersebut.

Kadar Bilirubin Yang Tinggi Pada Bayi

Seperti yang dijelaskan diatas, kadar bilirubin yang terlalu tinggi apda bayi merupakan salah satu kondisi berbahaya pasca kelahirannya. Kelebihan kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir disebut sebagai jaundice atau penyakit kuning. Tim dokter yang menangani kelahiran bayi biasanya akan menentukan apakah kondisi bilirubin yang tinggi tersebut masih dalam tahap rendah atau sudah berbahaya. Kondisi jaundice yang masih ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 2 – 3 minggu. Keadaan jaundice atau kondisi bilirubin tinggi pada bayi baru lahir yang parah harus membutuhkan perawatan insentif untuk dapat menyembuhkannya.

Penanganan Bilirubin Tinggi Pada Bayi

Untuk dapat mengatasi kondisi jaundice pada bayi yang baru lahir tersebut tentu ada beberapa bentuk penanganan yang dapat dilakukan baik oleh orang tua maupun harus dilakukan secara medis. Berikut ini beberapa bentuk penanganan yang biasanya dilakukan pada bayi dengan kadar bilirubin tinggi di dalam darahnya diantaranya seperti :

  • Fisioterapi atau terapi penyinaran, bentuk terapi pertama yang biasanya dilakukan adalah dengan penyinaran. Sinar berwarna biru kehijauan tersebut dapat merubah molekul bilirubin sehingga akan dikeluarkan oleh tubuh melalui tinja. Untuk proses fisioterapi yang dilakukan dirumah dapat menggunakan sinar matahari pagi sebagai salah satu cara mengatasi bayi kuning.
  • Transfusi imunoglobulin, terapi bilirubin yang lebih kompleks adalah dengan proses tranfusi imunoglobulin. Pemberian imunoglobulin dapat membantu mengurangi jumlah antibodi yang terlalu banyak akibat kondisi inkompatibilitas rhesus antara ibu dan bayi sehingga pemecahan sel darah merah dapat dikurangi. Proses transfusi imunoglobulin ini akan dilakukan jika kondisi jaundice pada bayi cukup parah.
  • Transfusi darah, tindakan medis lainnya yang juga dapat digunakan untuk mengatasi bilirubin yang terlalu tinggi pada bayi baru lahir adalah dengan transfusi darah. Penanganan ini dilakukan ketika kondisi jaundice yang terjadi pada bayi sudah sangat parah dan beberapa terapi sebelumnya tidak memberikan respon berarti. Transfusi darah dilakukan dengan cara mengeluarkan darah bayi dan kemudian menggantinya dengan darah donor baru.

Itulah beberapa penjelasan yang perlu diperhatikan terkait kadar normal bilirubin pada bayi yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua. Bilirubin yang terlampau tinggi pada bayi dapat menyebabkan kondisi berbahaya sehingga membutuhkan beberapa bentuk penanganan tertentu yang dilakukan secara medis. Kondisi bilirubin yang terlalu tinggi pada bayi baru lahir disebut sebagai penyakit kuning atau jaundice.