Perkembangan Bayi

Orang tua yang baru memiliki bayi biasanya merasa cukup khawatir dengan perkembangan bayinya. Bayi memang telah berkembang dengan baik selama di dalam kandungan. Namun semua perubahan akan segera terjadi ketika bayi terlahir ke dunia. Bagi pasangan yang baru menjadi orang tua untuk pertama kalinya pasti merasa bingung mengenai perkembangan bayi. dibawah ini adalah beberapa panduan mengenai perkembangan bayi mulai dari umur 0 hingga 12 bulan. Masa ini adalah periode keemasan bagi orang tua dan bayi karena bisa melihat berbagai perkembangan yang sangat menakjubkan.

Kemampuan Dasar Bayi

Perkembangan bayi dimulai dengan berbagai jenis kemampuan dalam adaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu beberapa hal yang terlibat dalam perkembangan bayi tidak hanya mengani lingkungan tapi juga emosi dan sosial. Pada dasarnya ada tiga jenis kemampuan dan perkembangan yang dilihat pada bayi. Berikut ini tiga ukuran perkembangan yang harus diperhatikan orang tua.

1. Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik adalah kemampuan yang dilihat dari fisik bayi yang bisa dilihat secara langsung. Bayi yang lahir tidak bisa melakukan berbagai gerakan akan berusaha berkembang dari waktu ke waktu. Meskipun gerakan kecil yang dilakukan secara bertahap tapi memberikan pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan bayi hingga menjadi anak-anak.

2.  Perkembangan Sosial

Perkembangan sosial adalah sebuah kemampuan bayi yang tercipta karena ada respon dengan orang tua, orang lain dan semua orang dewasa yang di temui oleh bayi. Perkembangan ini terlihat dari bayi yang bisa tersenyum, tertawa dan bahkan merasa malu. Kemampuan ini akan meningkat mulai dari bayi yang baru dilahirkan hingga usia lebih dari satu tahun.

3. Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif ditunjukkan dengan kegiatan yang dilakukan bayi dan berhubungan dengan tingkat kecerdasan. Kemampuan ini sangat berhubungan dengan perkembangan otak. Orang tua biasanya merangsang pertumbuhan kemampuan ini dengan berbagai permainan untuk bayi. Bayi yang sudah lahir mulai dari umur 0 bulan atau sejak dilahirkan bisa mengembangkan kemampuan ini.

Dasar Perkembangan Bayi

Mulai sejak bayi dilahirkan maka orang tua bisa memantau perkembangan bayi. Apakah bayi itu terlihat wajar, normal atau justru memiliki kemampuan dibawah rata-rata. Berbagai jenis kemampuan yang berbeda pada bayi juga bisa menjadi deteksi dini masalah kesehatan dan perkembangan pada bayi. Berikut ini adalah perkembangan bayi berdasarkan kemampuan dasar bayi.

Perkembangan Bayi Umur 0-3 Bulan

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun salah satu hal yang paling sering terjadi adalah bayi Anda selalu merespon berbagai hal dengan menangis. Bayi akan sangat merasa nyaman jika dekat dengan orang tua, terutama ibu. Terlebih saat bayi lapar maka mereka hanya ingin diberikan makanan berupa susu. Berikut beberapa perkembangan bayi yang bisa Anda jadikan pedoman pada usia antara 0 hingga 3 bulan.

[tab title=”1. Perkembangan Sosial dan Emosi

  • Bayi Anda tidak tahu bahwa mereka baru saja lahir dan hanya bisa menangis jika merasa tidak nyaman. Bayi selalu menangis saat mereka mengantuk, lapar, dan ada yang tidak nyaman seperti jika Anda harus mengganti popok saat bayi mengompol.
  • Bayi Anda menjadi sangat senang ketika menerima makanan seperti saat diberi ASI atau susu lain.
  • Bayi sangat senang ketika digendong, dipeluk, atau dekat dengan orang yang menyayangi seperti orang tua.
  • Bayi senang menatap orang tua dan orang yang lebih dewasa, mereka bisa tersenyum atau memberikan respon yang sangat menyenangkan.
  • Pada umur 4 hingga 6 minggu, bayi sudah mengenali orang tua mereka dan terkadang sering tersenyum sendiri saat disapa atau diajak berbicara.

[/tab]
[tab title=”2. Perkembangan Fisik

  • Bayi menunjukkan ekspresi yang berbeda ketika mendengar suara, mendapatkan sentuhan dan terkadang bayi suka dengan beberala hal baru seperti musik atau suara lain.
  • Bayi bisa mulai melihat namun hanya terbatas pada benda-benda yang jaraknya dekat saja.
  • Bayi bisa mendengar berbagai jenis suara dan akan semakin tajam dari hari ke hari.
  • Bayi bisa memberikan respon ketika melihat berbagai hal dari jarak dekat dengan beberapa pola seperti bentuk wajah (mata, hidung dan mulut), cahaya yang sangat terang, warna primer (terutama merah), gambar dengan garis-garis dan titik dengan noda besar.
  • Pada umur dua minggu bayi akan mulai menggerakkan tangan dan kaki namun terbatas pada gerakan kecil saja.
  • Pada umur delapan minggu, bayi mulai mengangkat kepala dengan baik, bisa berbaring hampir seperti duduk, dan mulai melakukan gerakan tendangan kaki.
  • Bayi mulai bisa mengangkat kepala saat tengkurap dan tangan serta kaki mulai direntangkan ke belakang.
  • Bayi mulai suka mengunyah tangan atau memasukkan tangan ke mulut.
  • Bayi mulai menyukai semua benda yang bisa dipegang meskipun belum terlalu kuat.

[/tab]
[tab title=”3. Perkembangan Sosial

Pada usia ini bayi memang hanya bisa menangis saat merasa lapar, mengantuk atau tidak nyaman. Tapi bayi sudah bisa melakukan berbagai interaksi sosial dengan orang yang dikenal. Orang tua menjadi orang pertama yang bisa merasakan perkembangan sosial, seperti dibawah ini:

  • Pada umur 7 hingga 8 minggu bayi mulai mengeluarkan suara-suara sebagai interaksi dengan orang lain. Saat itu orang tua bisa mencoba mengucapkan beberapa huruf vokal seperti a,i, u, e, dan o.
  • Pada umur 7 minggu, bayi Anda bisa mulai seperti diajak berkomunikasi. Mereka bisa memberikan jawaban saat ditanyai meskipun hanya berupa senyuman, tawa dan juga teriakan.
  • Bayi sudah mulai senang bermain dengan orang lain terutama orang yang tinggal dalam lingkungannya.
  • Bayi mulai bisa meniru gerakan dan ekpresi dari orang dewasa.

[/tab]
[tab title=”4. Perkembangan Sensorik Bayi

  • Bayi mulai bisa mengenali dan melihat berbagai jenis benda yang terletak agak jauh pada umur 8 minggu.
  • Bayi sudah mulai menggunakan tangan dan mata untuk menjalin komunikasi.
  • Sangat suka dengan berbagai jenis benda yang memiliki permukaan lembut atau sedikit kasar.
  • Bayi mulai mengenali bau yang manis .

[/tab]
[tab title=”5. Kebutuhan Tidur

  • Bayi biasanya akan sering bangun pada malam hari dan biasanya bayi akan memberikan respon dengan tangisan.
  • Bayi bisa terbangun sebanyak dua hingga tiga kali setiap malam.
  • Bayi akan lebih sering tidur pada siang dan sore hari namun lebih sering bangun pada malam hari.
  • Bayi yang menangis saat tidur bisa saja hanya membutuhkan sentuhan, pelukan, atau susu

[/tab]

Tanda Tidak Normal Perkembangan Bayi Umur 0 – 3 Bulan

  • Umur 8 minggu, bayi belum bisa memberikan respon sosial seperti tersenyum atau tertawa saat diajak komunikasi.
  • Umur 8 minggu, bayi belum bisa memberikan gerakan tendangan dari kaki.
  • Umur 4 minggu, mata bayi tidak bisa mengikuti gerakan atau tidak merespon cahaya terang.
  • Umur 12 minggu, bayi tidak bisa berteriak, tertawa atau tersenyum.
  • Umur 12 munggu, bayi tidak bisa memberikan respon terhadap suara baik suara lembut, sedang maupun keras.

Perlembangan Bayi Umur 3 – 6 Bulan

Bayi yang berumur tiga hingga enam bulan menjadi bayi yang sangat menyenangkan untuk orang tua. Bayi mulai suka dengan berbagai kegiatan sosial seperti bercanda dan bermain. Respon bayi sudah sangat baik dan orang tua bisa memberikan komunikasi dengan respon ini. Bayi juga sudah tidak mulai sering menangis dan lebih sering mengajak komunikasi dengan berbagai tanda seperti teriakan. ‘

[tab title=”1. Perkembangan Sosial dan Emosi

  • Bayi Anda mulai mengenal orang lain dan mulai bisa diajak untuk komunikasi dengan bicara, tersenyum atau tertawa.
  • Bayi mulai bisa membuat kontak mata dengan orang dewasa dan memberikan respon berupa senyuman.
  • Bayi juga sudah bisa mengenali ekspresi dan memberikan balasan terutama saat respon gembira.
  • Bayi mulai bisa mengenali suara dan percakapan orang lain.
  • Bayi juga masih mudah menangis dan selalu merasa tenang ketika digendong atau dipeluk.
  • Suka tertawa dengan keras seperti berteriak.
  • Suka berteriak sambil menendang dengan kaki sebagai respon rasa gembira.
  • Mulai suka dengan beberapa kegiatan rutin seperti mandi, bepergian atau berjalan-jalan.

[/tab]
[tab title=”2. Perkembangan Fisik

  • Bayi sudah bisa melakukan kontrol terhadap tubuh meski belum sepenuhnya kuat.
  • Bayi sangat suka dengan gerakan kaki dan tangan serta mulai mencari benda-benda yang bisa dipegang.
  • Umur 4 hingga 6 bulan, bayi sudah bisa berguling dari depan ke belakang.
  • Umur 4 bulan mulai mengangkap kepala dan dada ketika tengkurap. Jika perut menjadi tumpuan maka kaki dan tangan akan direntangkan ke belakang.
  • Umur 4 hingga 5 bulan jika telentang maka akan senang bermain dengan jari kaki.
  • Mulai suka memasukkan berbagai benda ke mulut, termasuk semua benda yang bisa dipegang.
  • Sudah bisa mulai duduk, tapi Anda tetap bisa menjaganya dari belakang.
  • Sudah bisa menahan berat badan saat dibantu berdiri, tapi sebenarnya bayi belum bisa sendiri.
  • Bayi akan mulai menarik apa saja dengan tangan ketika digendong seperti kalung, kacamata dan rambut.

[/tab]
[tab title=”3. Perkembangan Kognitif

  • Mata sudah mulai mencari berbagai jenis objek yang terletak jauh maupun dekat. Mata bayi juga sudah mudah mengenali cahaya dan objek dengan warna yang cerah.
  • Tangan bayi sudah mulai mencari berbagai objek dan selalu ingin memasukkan objek ke mulut dengan tangan.
  • Bayi mulai mengenali sumber suara dan memberikan respon seperti memalingkan kepala ke arah suara.
  • Bayi sudah bisa mengeluarkan berbagai suara dan mulai mengajak komunikasi dengan bahasa mereka.
  • Bayi mulai bisa mengucapkan beberapa kalimat vokal seperti paaa, maaa, daaa, dan aaa.

[/tab]

Tanda Tidak Wajar Perkembangan Bayi Umur 3 – 6 Bulan

  • Bayi Anda selalu rewel dan tidak mudah untuk ditenangkan.
  • Bayi tidak memalingkan kepala atau mencari sumber suara ketika diajak berbicara.
  • Bayi tidak suka menendang dan mata bayi tidak mencari posisi Anda ketika berbicara.
  • Bayi tidak tertarik dengan berbagai hal menarik yang seharusnya disukai oleh bayi
  • Bayi tidak bisa bersuara kencang atau tidak bisa membuat suara vokal dan tunggal, seperti aa, ii, uu.

Perkembangan Bayi Umur 6 – 9 Bulan

Bayi pada umur 6 hingga 9 bulan sudah bisa mulai untuk duduk sendiri, bergerak dengan bergulung-gulung dan selalu ingin mendapatkan benda yang terletak di dekatnya atau jarak yang jauh. Bayi juga sudah mulai senang dengan posisi perut dibawah seperti belajar untuk merangkak. Orang tua biasanya sedikit mulai khawatir dengan perkembangan ini karena anak mulai terlihat melakukan berbagai hal yang sebenarnya bisa berbahaya. Orang tua harus mengawasi bayi lebih detail untuk menghindari beberapa kecelakaan seperti mainan yang masuk ke mulut.

[tab title=”1. Perkembangan Emosi dan Sosial

  • Bayi Anda menjadi lebih banyak bergerak dan sangat aktif,bahkan terkadang orang tua merasa sangat lelah untuk mengajak bayi bermain.
  • Bayi mulai senang melakukan semua hal sendiri seperti bermain atau hanya untuk memegang berbagai jenis benda.
  • Bayi mulai bisa merasakan perasaan seperti ketika mereka senang, sedih, butuh teman bermain atau ingin sendiri. Orang tua harus mengawasi perkembangan ini.
  • Bayi mulai memiliki rasa ingin tahu seperti dengan memegang sebuah benda dengan tangan sendiri dan mulai menolak bantuan orang tua.
  • Bayi juga bisa mulai merasa sangat sensitif seperti malu ketika bertemu orang lain, menangis dengan orang asing dan juga menunjukkan rasa senang dengan orang yang baru pertama bertemu.

[/tab]
[tab title=”2. Perkembangan Fisik

  • Bayi mulai senang memasukkan berbagai jenis benda ke mulut. Bayi mulai ingin tahu semua hal dengan mencoba makan untuk mengenali rasa, tekstur, dam bentuk.
  • Bayi mulai suka dengan berbagai jenis makanan namun hanya karena ingin tahu saja.
  • Bayi suka melakukan berguling ke depan dan kebelakang lalu bisa duduk sendiri.
  • Bayi sudah bisa senang bermain sambil tengkurap dengan memegang berbagai mainan.
  • Bayi senang memindahkan berbagai mainan dari satu tangan ke tangan yang lain.

[/tab]
[tab title=”3. Perkembangan Kognitif

  • Bayi sudah bisa mengenali jarak dan ketinggian. Saat digendong maka bayi bisa merasa takut untuk jatuh atau terlepas.
  • Bayi mulai suka membuat suara dari berbagai benda yang berbenturan. Selain itu bayi sangat respon terhadap panggilan atau suara orang lain dari jarak dekat maupun jauh.
  • Bayi mulai mengucapkan kata-kata yang banyak mengandung huruf vokal dan bisa berkomunikasi dengan bahasa mereka sendiri. Terkadang bayi bisa mengucapkan kata-kata mudah yang paling sering didengar dari orang tua.
  • Bayi mulai memainkan suara dari bibir seperti membuat gelembung dari bibir atau semua suara aneh.
  • Bayi bisa mengeluarkan berbagai ekspresi seperti tertawa, gemas, sedih dan mengoceh yang tidak jelas namun lucu.
  • Bayi sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik seperti diberi nasehat.
  • Biasanya bayi mulai bisa memanggil ibu dengan “maaa…”

[/tab]

Tanda Tidak Wajar Perkembangan Bayi Umur 6 – 9 Bulan

  • Tidak bisa duduk sendiri
  • Tangan tidak bisa memegang dengan baik seperti gemetar, lemah atau selalu jatuh jika memegang benda.
  • Bayi tidak mengenali benda-benda yang letaknya jauh, tidak mempunyai keinginan untuk mendapatkannya.
  • Bayi tidak bisa mengenali suara Anda dan suara orang lain di lingkungan rumah.
  • Bayi tidak bisa mengenali komunikasi yang Anda buat.

Perkembangan Bayi Umur 9 – 12 Bulan

Bayi Anda mulai melakukan berbagai gerakan dengan baik, bisa diajak untuk berkomunikasi dan mulai bisa diajak untuk belajar seperti dongeng sambil membaca buku. Bahkan pada usia ini bayi Anda sudah mulai menunjukkan sikap hati-hati dan waspada dengan orang lain, terutama orang asing yang tidak terbiasa dirumah.

[tab title=”1. Perkembangan Sosial dan Emosi

  • Bayi sudah mulai menyadari ketika ditinggal oleh orang tua dan bisa memberikan rasa curiga.
  • Bayi suka dengan beberapa interaksi seperti permainan tertentu dengan bersembunyi lalu mencoba untuk menemukan lagi.
  • Bayi sudah bisa mengenali diri sendiri saat berada di cermin, meskipun tidak menyadari bahwa bayangan itu adalah dirinya sendiri.
  • Bayi mulai bisa membuat keputusan tentang hal yang disukai dan tidak disukai. Bayi lebih senang dengan kebebasan dan tidak suka diatur, misalnya saat harus memakai baju.
  • Bayi mulai bisa menirukan ucapan orang tua seperti kata-kata sederana (contoh : daadaa).
  • Bayi bisa menjadi sangat aktif atau sensitive ketika bertemu dengan orang lain.

[/tab]
[tab title=”2. Perkembangan Fisik

  • Bayi sudah bisa menggerakan berbagai benda sendiri dan tidak suka dengan bantuan orang lain.
  • Bayi akan berusaha untuk mendapatkan berbagai objek meskipun harus bergulingm merangkak dan duduk.
  • Bayi mulai suka bertumpu pada perabot seperti kursi, meja dan berbagai perabot lain. Bahkan beberapa bayi sudah bisa berjalan lancar pada tahap ini.
  • Bayi sudah bisa mengambil berbagai jenis objek atau benda tidak dengan jari tapi sudah bisa memakai telapak tangan.
  • Bayi sudah sadar untuk memasukkan berbagai jenis benda ke mulut dan mencoba untuk menelannya.
  • Bayi sudah bisa nyaman duduk dilantai tanpa harus dibantu.
  • Bayi sudah bisa belajar untuk makan dengan tangan sendiri sehingga bisa menggunakan sendok atau garpu tapi masih belum fokus.
  • Bayi sudah bisa minum sendiri tanpa bantuan orang lain dari cangkir khusus bayi.

[/tab]
[tab title=”3. Perkembangan Kognitif

  • Bayi sudah bisa diajak untuk bercakap-cakap dan bisa memulai komunikasi dengan baik.
  • Bayi belum memiliki kosakata yang banyak tapi sudah bisa berbicara dengan bahaya ringan yang paling sering terdengar.
  • Bayi sangat suka diajak untuk berkomunikasi dan mulai membuat suara yang paling dekat dengan orang tua seperti memanggil ayah dan ibu dengan suara yang belum jelas.
  • Bayi sudah bisa mengangguk atau menggeleng ketika diajak komunikasi.
  • Bayi mulai suka dengan beberapa hal yang sifatnya menarik seperti mendengarkan nyanyian dan musik.
  • Bayi sudah bisa menirukan berbagai jenis gerakan

[/tab]

Tanda Tidak Wajar Perkembangan Bayi Umur 9 – 12 Bulan

  • Tidak suka berkomunikasi dengan orang lain termasuk orang tua dan tamu di rumah.
  • Tidak bisa duduk sendiri pada usia 9 hingga 10 bulan.
  • Tidak bisa bergerak dengan baik atau sering terjatuh.
  • Tidak suka dengan berbagai jenis mainan yang menarik seperti mainan berwarna terang atau mengeluarkan bunyi-bunyian.
  • Tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain bahkan seperti hanya dengan mengoceh atau sekedar mengeluarkan suara dari mulut.

Berbagai Kondisi Bayi Baru Lahir

Terkadang ketika orang tua baru menghadapi kelahiran bayi pertama, maka mereka merasa sangat panik.  Bayi yang baru lahir bisa menghadapi berbagai kondisi dan karakter yang berbeda. Hal yang paling meresahkan orang tua adalah ketika bayi selalu menangis setelah pulang dari rumah sakit. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa terjadi pada bayi setelah dilahirkan.

  • Perut bayi biasanya akan terlihat lebih besar setelah disusui dan ini adalah tanda yang sangat wajar. Tapi jika perut terlihat bengkak dan keras serta tidak bisa buang air besar lebih dari empat hari maka harus segera mendapatkan pemeriksaan.
  • Beberapa benjolan setelah bayi dilahirkan sangat wajar dan biasanya akan pulih atau normal setelah beberapa minggu. Benjolan ini bisa terjadi karena adanya cedera saat kelahiran. Jika kondisi tidak berubah setelah beberapa minggu atau bulan maka orang tua bisa membawa bayi ke ahli medis.
  • Tubuh bayi yang lemah bisa disebabkan karena otot yang memang lemah dari lahir dan kondisi ini bisa disebabkan karena tekanan yang terjadi selama persalinan. Umumnya setelah beberapa minggu, tubuh bayi akan normal dan lebih kuat. Biasanya orang tua juga bisa merawat dengan pijatan lembut dan sentuhan.
  • Beberapa bagian tubuh bayi mungkin terlihat membiru seperti pada telapak kaki dan tangan. Kondisi ini sangat wajar dan biasanya akan memerah setelah bayi mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup.
  • Bayi yang baru menyusui pertamakalinya memang akan menyerap susu dengan kuat dan cepat, terkadang hal ini bisa menyebabkan bayi batuk atau muntah. Ibu yang menyusui bisa membantu mengendalikan ketika bayi sedang menyusui.
  • Bayi yang menangis atau terus menganis memang sangat wajar. Biasanya orang tua harus memeriksa apakah bayi buang air kecil, buang air besar, atau lapar. Orang tua bisa membantu menenangkan bayi dengan mengangkat atau memeluk.
  • Bayi yang baru lahir memang selalu ingin tidur dan terlihat lesu. Ini adalah pola yang sangat normal tapi ibu bisa tetap memberikan susu dengan membagunkan bayi agar nutrisinya terpenuhi.

Mengikuti perkembangan bayi dari mulai lahir memang sangat menyenangkan. Orang tua harus memberikan perhatian penuh selama masa perkembangan ini. Selain itu orang tua juga harus bersikap hati-hati dengan menjauhkan semua benda berbahaya untuk semua bayi berumur 0 hingga 12 bulan.

Penting seputar bayi :