Inilah 9 Ciri Ciri Bayi Batuk Karena Asap Rokok yang Mudah Dikenali

Batuk pada bayi tidak bisa disepelekan. Pada beberapa kasus, banyak bayi yang meninggal karena terlambat dalam penanganan infeksi. Salah satu penyakit yang mematikan pada bayi adalah infeksi paru-paru atau sering disebut dengan istilah Pneumonia.

Penyebab bayi batuk bisa terjadi karena banyak faktor, salah satu faktor yang paling berbahaya adalah terkena asap rokok. Untuk mengetahui seperti apa bayi yang sering batuk karena terpapar asap rokok, berikut ulasannya.

1. Sering mengalami demam tinggi

Gejala pertama yang sering dialami oleh bayi ketika terkena Pneumonia ini adalah bayi sering mengalami deman tinggi. Bahkan demannya jarang turun dalam beebrapa hari. Memang demam pada bayi tidak hanya berlaku ketika terkena asap rokok saja. Sebab, bayi yang terkena penyakit pilek atau terkena virus lainnya sering juga mengalami demam yang tinggi. Jadi, bisa dikatakan demam pada bayi masih terlalu umum jika disebabkan oleh Pheumonia.

2. Sering mengalami batuk hampir setiap hari

Ciri berikutnya yang mudah dilihat adalah bayi sering mengalami batuk kering atau bahkan sering diikuti oleh batuk berdahak dan lendir. Untuk gejala yang seperti ini, bisa dikatakan sangat mudah dikenali  jika bayi terkena Pheumonia. Batuk yang diderita sang bayi pun sering terjadi hampir setiap waktu. Selain itu, bagian lendir yang keluar pun tidaklah bening. Akan tetapi, warna yang sering keluar adalah hijau atau bahkan warna kuning.

3. Bayi sulit bernafas

Cobalah Anda perhatikan ketika bayi bernafas, apakah dia merasa kesulitan atau tidak. Bayi yang sering terkena asap rokok akan sering kesulitan dalam bernapas. Bahkan bayi pun kadang-kadang mengeluarkan nada tinggi atau suara “bengi”.  Mungkin untuk bagian ini juga terkadang masih samar-samar apakah bayi terken a asma atau justru terkena batuk dari asap rokok. Kedua gejalanya ini sangat mirip sehingga perlu pemeriksaan lanjut agar bisa dipastikan apa penyakit yang diderita sang bayi.

4. Sering muntah-muntah

Saat bayi diberi ASI, sering dikeluarkan kembali. Hal tersebut bisa dipahami karena bayi kesulitan bernafas. Akibatnya, bayi akan kesulitan menelan ASI dengan lancar. Bagi bayi, menelan ASI dengan keadaan kesulitan bernafas sangat membebani tubuhnya. Jika keadaan tersebut terus dibiarkan, bisa jadi bayi akan kekuragan cairan atau dehidrasi.

5. Paru-paru berwarna putih

Jika kita melakukan rontgen pada bayi, terutama pada bagian paru-paru, maka kita dapat melihat keadaan paru-paru bayi tersebut. Jika hasil rontgen menunjukan paru-paru berwarna putih atau tidak gelap, maka bisa dipastikan bayi terkena infeksi paru-paru. Penyebab utama bayi terkena infeksi paru-paru adalah terpapar asap rokok.

6. Bayi menjadi lebih diam

Ketika bayi tiba-tiba menjadi diam kita sepatutnya curiga. Hal tersebut berlaku jika kesehariannya bayi sangat aktif namun secara tiba-tiba bayi menjadi lebih diam dari biasanya. Hal tersebut menunjukan kalau di dalam tubuh bayi ada hal yang tidak beres. Di bagian ini, kita sebagai orang tua harus cekatan dan segera memeriksakan kondisi tubuhnya agar tidak ada hal-hal yang diinginkan.

7. Tidak mau makan

Bayi yang sedang sakit umumnya akan menolak makanan, bahkan ASI sekalipun. Hal tersebut bisa terjadi karena bayi merasa tidak enak badan dan kehilangan nafsu makannya. Gejalan ini bisa dikatakan sama dengan poin sebelumnya bahwa bayi yang tidak mau makan merupakan gejala adanya penyakit di dalam tubuh bayi. Biasanya, jika bayi tidak mau menerima asupan apapun, maka dia akan diberi nutrisi melalui infus. Hal tersebut dilakukan agar bayi tidak sampai terkena dehidrasi.

8. Warna kuku dan bibir membiru

Pada kondisi yang lebih parah, tidak hanya sering mengalami batuk-batuk beberapa anggota tubuhnya pun akan mengalami perubahan warna. Contohnya saja pada bayi yang kekurangan oksigen akan mengalami pembiruan pada bagian kuku dan juga bagian bibir. Hal tersebut menunjukan bahwa oksigen pada tubuh bayi sudah sangat berkurang akibat adanya penyumbatan di daerah paru-paru. Jika kondisi tersebut tidka cepat-cepat diberi pertolongan, maka bayi bisa meninggal dalam beberapa jam.

9. Bayi sering berkeringat sepanjang hari

Bagian berikutnya yang sering terjadi adalah bayi akan sering berkeringat hampir sepanjang hari. Bahkan keringat yang keluar pun lebih banyak keringat dingin. Hal tersebut menunjukan tanda-tanda bahwa sistem pengeluaran racun dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik. Jika seperti itu terus, bayi akan merasa kedinginan dan tidak nyaman.

Itulah ciri ciri bayi batuk karena asap rokok yang mudah dikenali. Dari pembahasan di atas, kita bisa simpulkan bahwa bahaya batuk untuk bayi perlu kita ketahui. Berbeda dengan kita yang sudah dewasa, pada bayi tidak bisa mengeluarkan kata-kata ketika mengalami sakit. Jika ada masalah pada kesehatannya, bayi akan sering mengeluarkan tangisan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.