Cara Menghitung Taksiran Persalinan Dan Usia Kehamilan Yang Tepat Dan Akurat

Kehamilan merupakan salah satu proses hidup yang penting untuk dapat dilalui dengan baik terutama oleh wanita yang akan merasakannya. Dalam proses kehamilan sebagai sebuah tujuan yang diharapkan terjadi setelah pernikahan tersebut, akan ada berbagai macam perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil sebaga gejala dan tanda kehamilan karena penyesuaian tubuh akibat adanya perkembangan janin di dalam rahim. Untuk dapat menjalani kehamilan yang baik maka setiap ibu hamil perlu memperhatikan beberapa hal termasuk mengusahakan kondisi tertenu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diusahakan oleh ibu hamil diantaranya seperti memperhatikan asupan nutrisi ibu hamil agar selalu terjaga melalui konsumsi makanan sehat dan menghindari pantangan makanan yang ada, istirahat yang cukup, berkonsultasi rutin dengan dokter kandungan, serta memahami setiap hal yang sangat penting dalam proses kehamilan. Salah satu hal yang perlu diketahui oleh setiap ibu hamil adalah cara menghitung taksiran persalinan dan usia kehamilan yang dijelaskan dalam uraian di bawah ini.

Pentingnya Mengetahui Taksiran Persalinan Dan Usia Kehamilan

Mengetahui usia kehamilan bagi ibu hamil sangat penting untuk menentukan apakah kondisi yang dialami oleh tubuhnya maupun perkembangan janin di dalam rahim ibu berlangsung dengan normal sesuai dengan usia yang telah di lewatinya. Sedangkan taksiran persalinan diperlukan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses keluarnya bayi dari dalam kandungan ibu hamil tersebut agar berlangsung dengan baik dan berjalan lancar sehingga ibu dan bayi dapat selamat. Kedua informasi tersebut harus dapat dipahami oleh setiap ibu hamil dan biasanya past akan dikomunikasikan oleh dokter kandungan yang menangani.

Cara Mengetahui Taksiran Persalinan Dan Usia Kehamilan

Taksiran persalinan merupakan waktu yang ditentukan sebagai hari dimana bayi yang berkembang di dalam rahim ibu hamil akan terlahir dan biasanya secara medis disebut sebagai hari perkiraan lahir. Hari perkiraan lahir atau HPL dan usia kehamilan tentu berbeda dan ditentukan dengan cara yang bisa jadi tidak sama juga. Berikut ini beberapa cara mengetahui taksiran persalinan dan usia kehamilan yang perlu dipahami oleh setiap ibu hamil agar dapat menjalani kehamilannya dengan tenang.

1. Hari pertama haid terakhir

Cara penentuan taksiran persalinan dan usia kehamilan yang pertama adalah dengan menghitungnya dari hari pertama haid terakhir atau yang disingkat dengan HPHT. Hari pertama haid terakhir menjadi dasar dari perhitungan HPL yang rumusnya tentu sudah banyak diketahui oleh tenaga medis baik bidan maupun dokter kandungan. Hari pertama haid terakhir ini mungkin akan sulit untuk ditetapkan ketika seorang wanita tidak memiliki kondisi siklus menstruasi yang tidak teratur sehingga hari pertama saat haid terakhirnya namun tetap dapat menjadi acuan meskipun tidak tepat.

Dalam penetapan usia kehamilan dan hari pertama haid terakhir tersebut tentu tidak dapat terhidung dengan akurasi yang maksimal yang pastinya ada beberapa selisih ketika fakta hari kelahiran nantinya. Perkiraan hari persalinan yang dihasilkan dari cara menghitung usia kehamilan dari hpht tersebut memang kadang akan meleset sekitar 7 hari sebelum maupun setelahnya dan hanya 5 % bayi saja yang lahir tepat pada HPL atau hari perkiraan lahir.

2. Menggunakan USG

Ultrasonografi atau yang disebut sebagai USG merupakan alat yang biasa dipakai pada kehamilan. USG sekirannya dapat mengetahui lebih detail mengenai kondisi janin di dalam kandungan mulai dari bentuk, pergerakan, perkembangan, detak jantung, dan bahkan dapat menentukan hari perkiraan lahir ataupun usia kehamilan melihat dari beberapa faktor yang ditunjukan oleh bayi disesuaikan dengan kondisi normalnya pada usia kehamilan tertentu. Penetapan hari perkiraan lahir dan usia kehamilan menggunakan USG tentu lebih sederhana dan mudah. USG merupakan cara menghitung usia kehamilan jika lupa hpht.

3. Melalui pemeriksaan fisik secara langsung

Selain dua cara yang disebutkan diatas, cara menghitung taksiran persalinan dan usia kehamilan lainnya dapat ditentukan melalui pemeriksaan fisik secara langsung pada janin di dalam kandungan ibu hamil. Cara pemeriksaan fisik yang dapat menentukan taksiran lahir dan usia kehamilan diantaranya seperti :

  • Gerakan janin, memperhatikan pergerakan janin merupakan salah satu cara pemeriksaan fisik yang dapat menentukan usia kehamilan. Gerakan janin pertama kali menunjukan bahwa usia kehamilan ibu berlangsung pada 16 – 18 minggu.
  • Tinggi puncak rahim, pemeriksaan tinggi puncak rahim juga merupakan cara untuk menentukan usia kehamilan yang telah dijalani ibu hamil. Dokter atau bidan akan meraba puncak rahim secara manual dan tinggi dari puncak rahim tersebut menandakan usia kehamilan contohnya jika tinggi puncak rahim yang dihitung dari tulang kemaluan 28 cm maka usia kehamilannya sudah berjalan 28 minggu.
  • Menggunakan dua jari tangan. cara sederhana lain meskipun tidak akurat namun dapat dilakukan sendiri oleh ibu hamil tanpa menggunakan alat adalah dengan menghitung jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim diatas perut. Jika puncak rahim masih di bawah pusar maka setiap jarak dua jari terhitung sebagai kehamilan dua minggu.

Itulah beberapa cara menghitung taksiran persalinan dan usia kehamilan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil sendiri maupun harus dengan dokter kandungan dan tenaga medis lain seperti bidan. Mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani oleh ibu hamil tentu sangat penting.