Hamil Saat Masih Menyusui, Amankah ?

Ada banyak ibu diluar sana yang bertanya-tanya apakah diperbolehkan menyusui dalam keadaan hamil? Apakah akan berpengaruh pada kualitas ASI atau tidak? Lalu apa resikonya? Perlu diingat, ASI atau air susu ibu merupakan minuman sehat yang berguna untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan si kecil. Pemberian ASI merupakan kebutuhan yang harus dicukupi dan sebaiknya tidak diganti dengan susu formula terlebih pada anak yang masih membutuhkannya. Seperti yang kita tahu, ASI menjadi sumber nutrisi paling utama yang harus diberikan ibu pada bayinya.

Mengingat pentingnya keberadaan ASI tersebut, maka banyak sekali orang yang bertanya perlukah menyapih anak jika ibu berada dalam kondisi hamil? Untuk menjawab pertanyaan ini, sebaiknya kita perhatikan dulu poin-poin yang berikut ini :

1. Kontraksi rahim

Pada seorang ibu yang tengah menyusui, biasanya terjadi produksi hormon oksitosin yang dapat menyebabkan kontraksi pada rahim dan payudara. Hal ini memang tidak berakibat fatal pada rahim kecuali jika hampir mendekati masa-masa proses persalinan. Menyusui sebaiknya dihentikan ketika ibu tidak kuat menahan kontraksi rahim serta rasa nyeri saat menyusui.

2. Produksi ASI yang berkurang

Produksi ASI dapat berkurang secara perlahan ketika ibu tengah hamil. Hal ini dikarenakan meningkatkan kadar estrogen di dalam tubuh ibu. Saat hal ini terjadi, biasanya bayi akan berhenti menyusu dengan sendirinya.

3. Bertambahnya sensitifitas payudara

Pada masa kehamilan biasanya ibu akan mengalami peningkatan rasa sensitif pada tubuhnya. Jika sudah demikian, rasa nyeri, tidak nyaman atau bahkan geli ketika bayi menyusu dapat terjadi. Kondisi ini juga perlu diperhatikan supaya tidak menimbulkan rasa kurang nyaman pada ibu.

4. Gizi yang berkurang

Ibu yang tengah menyusui membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari biasanya supaya sang bayi dapat mendapatkan nutrisi yang sempurna. Terlebih jika juga berada dalam kondisi hamil. Memperbanyak asupan gizi ibu hamil berupa karbohidrat dan protein sangat diperlukan, untuk menunjang kesehatan ibu maupun bayi yang tengah dikandung.

5. Mental dan keadaan fisik ibu

Bisa dibanyangkan bukan, betapa lelahnya seorang ibu yang menyusui sekaligus hamil di waktu yang bersamaan? Jika sang ibu memiliki fisik yang lemah, sebaiknya menghindari proses kehamilan selama masih menyusui anak. Memperbanyak istirahat dan mengurangi kegiatan merupakan hal yang baik, ketika anda masih dalam keadaan menyusui. Hal ini diperlukan agar anda dapat memberikan ASI secara baik dan maksimal pada anak anda.

6. Tanya pada ahli kandungan

Setiap orang memiliki riwayat kesehatan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Dalam hal ini sebaiknya anda mengkonsultasikan diri pada dokter ahli supaya mendapatkan solusi atas apa yang ingin anda tanyakan. Katakan kepada dokter bagaimana keadaan anda supaya dokter dapat mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.

7. Waktu Pemberian ASI

Hamil saat masih menyusui diperbolehkan asalkan ibu memiliki kondisi yang sehat dan prima sehingga dapat mengurus kehamilan sekaligus menyusui buah hatinya. Hal yang harus anda perhatikan adalah anda harus peka kapan waktu yang tepat untuk meneruskan menyusui dan tahu kapan waktunya untuk berhenti. Anda dapat meneruskan menyusui anak jika kehamilan dinilai sehat dan dalam keadaan normal oleh dokter. Anda disarankan untuk tetap menyusui bayi jika usia mereka masih di bawah 6 bulan.

WHO menyarankan untuk tetap menyusui bayi anda selama 2 tahun atau lebih. Bagi anda yang memilih menyapih bayi yang masih dalam keadaan membutuhkan ASI tentu cukup merepotkan, karena dapat membuat anak menjadi rewel sehingga tingkat stres ibu bertambah. Hal lain yang dianggap sebagai keuntungan hamil sembari menyusui adalah sang kakak dapat belajar bagaimana cara menghargai adiknya.

8. Rawan keguguran

Bagi ibu dengan kondisi yang prima dan tidak menderita keluhan apapun, tentu hamil sembari menyusui tidak masalah namun ketika terjadi gangguan, sebaiknya menyusui segara dihentikan. Ada beberapa hal yang mendasari pemberhentian pemberian ASI pada anak ketika sang ibu memiliki riwayat keguguran sehingga kehamilannya dapat beresiko tinggi. Selain itu, pemberian ASI dapat dihentikan ketika terjadi kontraksi atau tanda akan melahirkan lebih awal. Persalinan lebih awal, biasanya ditandai dengan terjadinya rasa nyeri pada bagian bawah pinggang, rasa kram, keluar lendir atau darah dan bisa pula air ketuban. Jika hal tersebut terjadi, sebaiknya ibu segera berbaring dan segera menghubungi dokter supaya lekas dilakukan perawatan.

Tips Aman Menyusui Saat Hamil

Ketika seorang ibu sehat maka kehamilan tidak akan mengalami gangguan yang dapat menyebabkan bayi terlahir secara tidak normal atau bahkan keguguran. Berikut ini akan kami jelaskan beragam tips aman menyusui selama masa kehamilan yang dapat anda gunakan sebagai pedoman kesehatan anda :

  • Memperbanyak istirahat

Ibu membutuhkan tenaga yang lebih besar ketika dia menjalani masa kehamilan terlebih dalam masa menyusui anaknya pula. Hal ini diperlukan bagi ibu untuk tetap dalam kondisi prima dalam menjalani kehamilannya. Pada masa kehamilan, ada baiknya bagi anda untuk tidak bekerja secara berlebihan karena dapat memicu rasa lelah. Gunakan waktu sebaik mungkin agar waktu bekerja serta berisitirahat dapat diseimbangkan. (Baca juga : aktivitas berbahaya untuk ibu hamil)

  • Perbanyak minum air putih

Ada kemungkinan jika seorang ibu akan merasa lebih mudah haus dibandingkan dengan masa kehamilan yang pertama. Untuk memastikan anda tidak kekurangan air hingga menyebabkan dehidrasi, sebaiknya anda cukupi kebutuhan anda menggunakan air putih yang banyak untuk mencegah akibat kekurangan minum.

  • Cukupi kebutuhan zat gizi harian

Zat gizi sangat diperlukan untuk ibu maupun janin serta bayi yang sedang disusui. Pada masa-masa kehamilan sembari menyusui tersebut sebaiknya perhatikan betul-betul makanan yang anda konsumsi serta pola makan harian anda. Jangan sampai anda kekurangan gizi hanya karena nafsu makan yang menurun yang akan berdampak pada anak serta kesehatan anda.

  • Lakukan olahraga ringan

Olahraga diperlukan untuk menunjang kesehatan serta kondisi kita agar tetap fit. Kurang gerak dan hanya berdiam diri di rumah dapat membuat ibu mengalami  masalah kesehatan yang dapat berdampak buruk bagi diri dan buah hatinya. Lakukan olahraga ringan yang tidak berlebihan sehingga tubuh tetap dalam keadaan yang baik dan sehat. Olahraga untuk ibu hamil yang dapat dilakukan antara lain adalah yoga, senam kehamilan serta jalan-jalan kecil di pagi hari.

Olahraga dapat membuat tubuh anda menjadi lebih sehat dan pastinya dapat digunakan sebagai media penyegar pikiran. Sementara itu, yoga dan senam kehamilan tidak hanya berguna untuk menyehatkan tubuh serta janin di dalam kandungan melainkan juga dapat digunakan untuk melancarkan proses melahirkan nantinya.

  • Hindari sering menggendong bayi

Bagi yang tengah hamil, sebaiknya menghindari terlalu sering menggendong bayi. Hal ini ditakutkan jika anak yang digendong menekan bayi yang berada di dalam janin. Hal ini berlaku pula pada barang bawaan yang berat. Barang-barang yang terlalu berat dapat membuat ibu merasa kecapean sehingga dapat menjadi penyebab gangguan kehamilan yang tidak diinginkan.

  • Rutin mengunjungi dokter

Bagi seorang ibu yang berada dalam kondisi hamil serta menyusui, sebaiknya secara rutin memeriksakan diri pada dokter kandungan. Terlebih ketika ibu masih belum pulih benar atas kelahiran yang pertama. Terutama bagi anda yang ragu-ragu apakah menyusui masih dapat diteruskan atau tidak, maka anda dapat mencari solusi dengan cara berkonsultasi pada ahli kesehatan tersebut.

Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil yang menyusui

Mencukupi kebutuhan bagi ibu terutama yang sedang menyusui dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi berbagai makanan sebagai berikut :

  • Kacang-kacangan – Kacang-kacangan merupakan salah satu makanan yang banyak direkomendasikan bagi ibu yang tengah menyusui oleh para ahli kesehatan. Kacang-kacangan mengandung banyak manfaat zat besi untuk ibu hamil serta protein.
  • Telur – Telur memiliki berbagai macam kandungan sehat didalamnya. Telur merupakan sumber vitamin D yang berperan sebagai zat  untuk memperkuat tulang serta sebagai penunjang perkembangan otak si bayi. Tidak heran jika telur bagus untuk ibu hamil maupun ibu yang tengah menyusui atau bahkan keduanya.
  • Sayuran hijau – Ada banyak sekali jenis sayuran hijau yang bagus untuk menunjang kesehatan ibu maupun  anak yang tengah disusui. Beragam jenis sayuran tersebut adalah kangkung, brokoli, bayam dan lain-lain. Bukan hanya disarankan memperbanyak konsumsi sayuran hijau pada masa kehamilan, mengkonsumsi sayuran hijausebaiknya dilakukan setiap hari supaya kebutuhan nutrisi ibu hamil dapat tercukupi.
  • Air – Supaya produksi air susu ibu dapat mencukupi kebutuhan si kecil, maka ibu juga harus memasok kebutuhan air yang cukup pada tubuhnya. Air putih memiliki peran yang begitu penting seperti untuk pemenuhan kebutuhan air harian, mengobati beragam gangguan kesehatan dan lain-lain. Konsumsi air putih secukupnya sebanyak 8 gelas perhari supaya anda dapat merasakannya khasiatnya.
  • Susu berkalsium – Manfaat susu bagi ibu hamil dengan kandungan kalsium yang tinggi, bagus sebagai penunjang pertumbuhan tulang bagi anak. Susu banyak mengandung kebaikan yang dapat membuat ASI menjadi lebih berkualitas. Sekarang ada banyak sekali susu dengan aneka rasa dan tingkat kandungan kalsium yang berbeda-beda sehingga dapat anda pilih sendiri susu mana kira- kira yang anda butuhkan.
  • Makanan yang mengandung serat – Makanan yang memliki banyak kandungan serat dapat digunakan untuk melancarkan metabolisme serta memperbanyak ASI saat menyusui. Serat tidak hanya bagus untuk ibu yang tengah menyusui melainkan juga berguna untuk menurunkan berat badan serta melancarkan pencernaan di dalam tubuh.

Menyusui saat hamil, memang harus memperhatikan beberapa hal dan yang paling utama adalah kondisi sang ibu dan buah hati yang disusui. Untuk berjaga- jaga, ada banyak ibu yang lebih memilih menyapih anaknya dan ada pula yang melakukan sebaliknya. Menyapih anak ketika hamil, tidak perlu dilakukan terlebih jika umur anak masih berada di bawah 6 bulan. ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang mengandung banyak nutrisi serta zat penting yang tidak dapat digantikan dengan air susu lain. Penggunaan susu formula memang dapat dilakukan namun tidak dapat sepenuhnya mengganti nutrisi yang bisa didapatkan dari ASI. Menyusui dapat dihentikan jika terjadi gejala buruk pada ibu. Sedangkan ibu yang berada dalam kondisi prima dan sehat tanpa gangguan apapun, anda boleh melanjutkan proses pemberian ASI pada anak anda.

Hal yang harus anda lakukan adalah tetap menghubungi dokter kandungan jika mulai merasakan kondisi yang aneh pada kehamilan anda. Selain itu cukupi pula kebutuhan gizi supaya kualitas ASI anda dalam keadaan baik. Selain itu perlu diketahui jika dalam masa kehamilan, umumnya ibu akan merasakan keluhan-keluhan seperti morning sickness atau gejala lain sehingga anda membutuhkan tingkat kesabaran yang ekstra dalam menjalani proses menyusui serta menjaga kehamilan tersebut. Dibutuhkan dukungan yang kuat supaya ibu hamil tidak mengalami depresi dan berdampak buruk pada kehamilan serta anak yang tengah disusui.

Perlu diingat, pada masa kehamilan puting ibu menjadi lebih mudah sensitif dan berubah menjadi lebih lunak serta lebih mudah lecet. Hal ini dapat disiasati dengan mempernyaman posisi ketika anda tengah menyusui si kecil. Selain itu, perbanyak istirahat sehingga tubuh anda tidak mudah lelah dan berakibat pada gangguan lain. hindari pekerjaan yang berat dan beresiko.