Berhubungan Badan Saat Hamil 2 Bulan

Apabila sepasang suami istri yang baru saja menikah. Pasti hal yang paling didambakan oleh mereka adalah adanya momongan alias anak. Namun seringkali penantian anak ini memang berbuah hal sedih. karena harus kehilangan bayi yang dikandung. Baik dengan alasan kandungan lemah, sang janin tidak tumbuh dan lainnya. Alasan inilah yang menyebabkan para ibu baru protektif terhadap janinya.

Begitupun dengan anda yang mungkin baru mengandung dan menginjak 2 bulan. Kehamilan muda merupakan waktu yang paling rawan untuk menjaga si janin. Karena usia tersebut kemungkinan mengalami masalah dan juga gugur. termasuk berhubungan intim saat hamil 2 bulan. Langsung saja kita bahas berikut ini.

Berhubungan Intim Saat Hamil Muda

Pada dasarnya setiap sepasang suami istri yang baru saja menikah, dan sang istri sedang hamil muda tidak boleh melakukan hubungan intim. Tetapi ada juga yang melakukan konsultasi dengan dokter dan mereka menjelaskan bahwa hal tersebut tidak masalah. Selama diawasi dengan ketat oleh dokter kandungan, mulai dari kondisi janin, adanya check up rutin dan sosialisasi secara maksimal.

Namun, ada beberapa kasus dimana beberapa ibu hamil saat memasuki trimester pertama atau hamil 2 bulan mengalami lonjakan hormon dan menginginkan hubungan seks. Ada juga kondisi sebaliknya, sang ibu mengalami kondisi tidak ada gairah dan keluhan berat seperti lelah dan juga mudah mual, bahkan timbul keputihan (baca juga: Inilah 4 Bahaya Keputihan saat Hamil 6 Bulan yang tidak Terduga). Sehingga semua kembali pada ibu tersebut.

Resiko dan Efek Samping

Sayangnya walaupun diperbolehkan, anda juga tetap harus tahu bagaimana resiko dan juga efek samping. Apabila memutuskan untuk melakukan hubungan intim. Jika sang janin baru berusia 2 bulan tidak semua wanita hamil, dapat melakukannya dengan aman.

artikel terkait :

Terutama bagi beberapa kondisi yang dikhususkan oleh dokter. Sehingga hal tersebut nyatanya menjadi hal yang berbahaya dan bisa menyebabkan masalah kedepannya. Apabila sang ibu yang sedang hamil 2 bulan mengalami beberapa tanda berikut ini. Maka anda tidak boleh melakukan hubungan seks hingga dokter mengizinkan. Diantaranya adalah :

Tips Berhubungan Badan Saat 2 Hamil Bulan

Apabila anda tetap ingin mencoba untuk berhubungan badan saat hamil 2 bulan. Dengan memahami beberapa tips, agar anda tidak perlu khawatir terkait penitrasi yang dilakukan oleh pasangan. Karena pen*s tidak juga menembus ke dalam sampai terkena rahim. Berikut ini beberapa tips yang bisa anda ikuti sehingga kehamilan anda tetap berjalan dengan lancar.

1.      Jadikan Rutinitas

Hal yang bisa anda lakukan yaitu jadikan sebagai sebuah rutinitas menjadwalkan waktu untuk berhubungan badan. Nyatanya dapat menghindari wanita dari kelelahan. Sehingga para suami juga harus memahami bagaimana kondisi tubuh yang ibu hamil miliki. Jangan sembarangan untuk melakukan hubungan badan, apabila sedang hamil 2 bulan.

Sementara itu berhubungan intim yang dilakukan jelang persalinan. Sehingga tidak berbahaya bukan hanya pada usia muda saja, namun juga pada usia tua. Perlu anda ketahui beberapa kasus ibu hamil yang memiliki jadwal berhubungan badan dengan suami dan ditentukan sesuai kesepakatan sangatlah diterima dan tidak mengganggu si janin yang berusia 2 bulan. Sehingga anda tidak perlu takut untuk menghadapi hubungan badan tersebut.

2.      Ciptakan Posisi Nyaman

Selanjutnya tips yang bisa anda lakukan tentu saja menciptakan posisi yang nyaman untuk si ibu. Walaupun penetrasi yang dilakukan tidak mengenali janin, namun hindari penetrasi yang terlalu kuat dan juga kasar. Khawatir janin merasa terganggu,  mengingat hubungan badan merupakan Penyebab Gerakan Janin Berkurang Pada Ibu Hamil.

Berhubungan badan ketika ibu hamil muda terutama di usia 2 bulan merupakan hal yang cukup tricky alias rentan terhadap keguguran. Sehingga ciptakan gaya bercinta senikmat dan senyaman mungkin untuk sang ibu. Posisi yang paling mudah yaitu posisi miring ataupun posisi wanita diatas. Dengan begitu para ibu hamil dapat mengatur kedalaman penis, dan juga bisa mengontrol apakah mereka sudah kelelahan atau tidak.

Pemilihan ini tetap harus diperhatikan agar tidak membahayakan janin secara keseluruhan. Hindari posisi berbaring terlentang karena dapat menekan pembuluh darah sang ibu. Apalagi jika menggunakan posisi doggy style.