Inilah 4 Bahaya Keputihan saat Hamil 6 Bulan yang tidak Terduga

Pada saat wanita mengalami masa kehamilan, maka akan selalu ada perubahan yang terjadi. Seleain pada perut, siklus haid pun akan berubah ketika masuk ke masa-masa kehamilan. Namun, ada satu lagi hal yang sring dikhawatirkan oleh wanita ketika sedang hamil, yakni keputihan.

Setiap wanita akan selalu mengalami keputihan, minimal satu kali dalam seumur hidupnya. Keputihan bisa terjadi pada saat memasuki masa-masa subur atau menjelang haid. Namun itu terjadi pada saat Anda belum hamil, lalau bagaimana jika keputihan justru terjadi pada saat hamil sudah memasuki 6 bulan? Apakah ada efeknya? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

Keputihan saat hamil

Jika calon ibu sempat mengalami keputihan pada saat hamil, maka janganlah terlalu khawatir. Sebab, pada dasarnya keputihan baik keluar saat hamil maupun tidak hanya memberikan tanda bahwa fungsi pembersihan vagina sedang berjalan dengan baik. Keputihan sendiri pun termasuk ke dalam tanda-tanda awal kehamilan. Keputihan yang keluar padasaat hamil memiliki istilahnya sendiri, yakni leukorrhea. Keputihan bisa terjadi ketika dua minggu setelah terjadi pembuahan.

Kondisi keputihan yang keluar saat hamil juga termasuk wajar dan biasa jadi akan berlanjut selama masa kehamilan. Cairan putih ini bisa keluar sangat banyak pada saat kehamilan memasuki trimester akhir. Namun, perlu diperhatikan lagi bahwa tidak semua wanita akan mengalami keputihan. Beberapa ibu hamil pun ada yang jarang mengalami keputihan dan ada juga yang sering terjadi keputihan dengan jumlah yang cukup banyak.

Keputihan yang berbahaya

Nah, meskipun keputihan adalah hal yang lumrah terjadi, tetap saja kita harus waspada terhadap kondisi ini. pasalnya ada keputihan yang terjadi karena memang proses di dalam tubuh dan ada juga kepuithan yang terjadi karena membawa suatu penyakit tertentu.

Cairan keputihan yang masih dianggap normal adalah berbentuk lendir yang saat disentuh cukup lengket dan kental. Warnanya sendiri cenderung bening atau berwarna susu dan tidak berbau. Jika dilihat dari sisi jumlahnya, secara umum sedikit dan tidak sampai membuat celana dalam basah kuyup. Akan tetapi, semakin bertambah usia kehamilan, umumnya jumlah cairan keputihan juga semakin banyak. Hal tersebut merupakan reaksi otomatis dari tubuh, khususnya vagina saat akan menjalani persalinan.

Beberapa keputihan yang bisa memberikan tanda bahaya pada tubuh bisa dilihat berikut ini.

1. Candidiasis

Candidiasis merupakan keputihan yang terjadi karena terkena infeksi jamur vagina atau Candidiasis. Bisanya, keputihan yang terjadi karena infeksi jamur memiliki cairan yang cukup pekat tapi ditambah dengan berbusa. Selain itu, aromanya pun sangat menyengat. Wanita yang terkena infeksi jamur ini dapat menyebabkan vagina gatal-gatal dan juga terasa panas.

Secara efek yang ditimbulkan, keputihan yang disebabkan infeksi jamur tidak terlalu membahayakan bayi. Meskipun begitu, Anda tetap harus mengobatinya agar tidak menjadi masalah yang besar. hal itulah yang menjadi penyebab keputihan gatal dan bau bisa terjadi. cobalah konsultasi dengan dokter mengenai masalah tersebut.

2. Bacterial Vaginosis

Keputihan yang selanjutnya terjadi karena terdapat infeksi bakteri. Biasanya kondisi tersebut disebabkan oleh jenis Bacterial Vaginosis. Ciri-ciri keputihan seperti adalah berwarna putih keruh atau bahkan berwarna abu-abu dan kuning. Selain itu, aroma yang dikeluarkan pun cenderung amis atau pun asam. Pada bagian vagina pun sering mengalami gatal-gatal dan bahkan bisa menyebabkan kemerahan.

Risiko wanita yang mengalami ini adalah pada saat persalinan. Sebab, bayi bisa terkena infeksi cairan ketuban dan juga bisa menyebabkan persalinan prematur. Oleh sebab itu, salah satu penyebab bayi lahir prematur adalah dari keputihan jenis ini.

3. Tanda keguguran

Keputihan selanjutnya adalah bisa menjadi tanda keguguran di dalam kandungan Anda atau bisa jadi tanda kehamilan ekstopik. Ciri-cirinya adalah berbentuk lendir serta berwarna kecoklatan. Diambah lagi, ada bercak darah yang ikut-kiutan keluar. Keputihan yang seperti ini sangat berbahaya bagi ibu maupun perkembangan janin itu sendiri.

Selain memberikan tanda keguguran, keputihan yang terdapat bercak darah bisa juga memberikan tanda ada serviks yang terluka, khususnya pada hubungan seksual ketika hamil. Kemungkinan lainnya, keputihan yang berbarengan dengan bercak darah bisa terjadi karena pernah dilakukan pemeriksaan panggul dan juga melakukan papsmear ketika hamil. Jika bercak darah keluar karena hal tersebut, maka seiring berjalannya waktu bercak darah bisa hilang dengan sendirinya.

4. Adanya penyakit seksual

Bahaya keputihan terakhir  adalah keputihan yang terjadi sebagai tanda adanya penyakit seksual yang menular pada tubuh. Ciri-ciri yang bisa terlihat adalah berwarna kuning kehijauan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal itu bisa menandakan di dalam tubuh Anda mengalami gejala trikomoniasis yan termasuk penyakit menular seksual. Risiko yang bisa ditimbulkan dari penyakit ini adalah berat badan bayi akan menyusut dan juga bayi bisa lahir prematur.

Itulah bahaya keputihan saat hamil 6 bulan yang tidak terduga. Anda bisa pelajari cara mengatasi keputihan saat hamil secara tradisional dengan mudah. Semoga artikel ini bermanfaat.