5 Penyebab Kehamilan yang Melampui Batas 42 Minggu

Hi, kembali lagi ke hamil.co.id, kali ini kami akan membahas tentang kehamilan postterm. Lebih lanjut tentang apa penyebab kehamilan yang melampui batas 42 minggu ini?

Sebenarnya bayi lahir normal pada usia berapa minggu kehamilan sih moms? Jadi, pada umumnya ibu hamil akan melewati masa kehamilan antara 37 – 40 minggu. Dimana hitungan minggu tersebut dimulai dari hari pertama mengalami menstruasi terakhir. Jika seorang ibu hamil mengalami kehamilan di atas 42 minggu dan belum menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, maka disebut dengan postterm.

Meskipun pada dasarnya jika ibu hamil melahirkan pada usia 40 – 42 minggu, masih dikategorikan sebagai kehamilan normal. Kehamilan yang melebihi tanggal HPL ini ternyata harus diwaspadai loh ladies. Karena plasenta yang sudah semakin tua, akan mengalami penurunan fungsi untuk menyuplai oksigen dan nutrisi bagi janin anda.

Pertanyaannya, apa sih sebenarnya yang bisa menjadi penyebab kehamilan yang melampui batas 42 minggu? Yuk ladies, simak ulasan lebih lanjutnya agar kita bisa mewaspadai hal tersebut.

  • Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan, ditengarai merupakan salah satu penyebab kehamilan postterm. Obesitas pada ibu hamil dapat menyebabkan masalah pada metabolisme tubuh. Selain itu hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan janin, bisa saja janin lahir dengan berat badan yang berlebihan serta menyebabkan bayi terlambat lahir.

Oleh karena itu sangat disarankan bagi ibu hamil untuk selalu menjaga asupan makanannya selama proses kehamilan. Makanan yang bernutrisi akan maksimal efeknya jika dikonsumsi dengan tepat tanpa berlebihan atau sebaliknya kekurangan.

  • Faktor genetik dalam keluarga

Kelainan genetik yang langka dapat menyebabkan riwayat turunan kehamilan postterm. Meskipun bersifat genetik dan menurun serta sulit dihindari, bukan berarti anda harus pasrah ya moms.

Ada banyak jalan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi. Contohnya saja dengan melakukan senam kehamilan serta berkonsultasi secara rutin ke dokter kandungan. Niscaya kemungkinan tersebut dapat diminimalisir.

  • Merupakan kehamilan pertama

Mungkin terdengar seperti mitos ya moms? Tapi nyatanya penyebab kehamilan yang melampui batas 42 minggu adalah karena rata-rata mengandung anak pertama. Dan berdasarkan penelitian mayoritas ibu hamil yang mengandung anak pertama mengalami keterlambatan melahirkan yakni pada minggu ke-39 sampai dengan 41, dan selebihnya di atas 42 minggu. Mungkin anda juga perlu mengetahui bagaimana peluang hamil normal setelah kehamilan kosong sebelumnya.

  • Mempunyai riwayat postterm sebelumnya

Penyebab kehamilan yang melampui batas 42 minggu lainnya adalah jika seorang ibu hamil pernah mengalami riwayat postterm sebelumnya. Risiko untuk kembali mengalami kejadian serupa akan meningkat. Namun bukan berarti hal tersebut tidak memungkinkan bagi ibu hamil melahirkan secara normal. Karena jika konsultasi dilakukan secara berkala dengan dokter dan anda mampu menjaga kesehatan, melakukan senam hamil dan juga menjaga asupan nutrisi bagi janin risiko tersebut dapat dikurangi.

  • Kurangnya enzim sulfatase dalam plasenta

Pada dasarnya faktor yang menyebabkan bayi terlambat untuk lahir secara pasti belumlah diketahui. Namun ditengarai kurangnya enzim sulfatase dalam plasenta merupakan salah satu faktor tersebut. Kenali pula tentang kehamilan abdominal.

Namun sekali lagi hal ini dapat dihindari dengan asupan nutrisi yang tepat, menghindari stress, memperbanyak waktu istirahat, serta jangan lupa untuk sesekali melakukan olahraga ringan yang dapat mendukung lancarnya persalinan.

Selain kelima faktor penyebab di atas, masih ada lagi hal-hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil agar terhindar dari kehamilan postterm. Diantaranya adalah hipotiroidisme, adanay kelainan pada janin, dan kemungkinan kesalahan perhitungan HPL. So bagi moms yang merencakan untuk hamil atau bahkan sedang hamil, hindari hal-hal yang dapat memicu kehamilan postterm sejak dini ya. Serta jangan lupa manfaat jalan pagi bagi wanita hamil yang dapat mencegah kehamilan postterm.