5 Cara Merangsang Agar Janin Bergerak Aktif Yang Paling Efektif

Dalam proses kehamilan tentu akan ada beberapa gejala yang dirasakan oleh ibu hamil baik yang sifatnya tidak menimbulkan gangguan maupun yang dapat menciptakan rasa tidak nyaman pada tubuh ibu hamil bahkan menyebabkan sakit atau nyeri hebat pada bagian tertentu. Berbagai bentuk gejala yang dialami oleh ibu hamil tersebut merupakan akibat dari perubahan fisik yang terjadi akibat adanya perkembangan janin di dalam kandungan atau rahimnya.

Bagi setiap ibu hamil, menjaga kesehatan diri dan kesehatan janin serta perkembangan janin agar selalu dalam keadaan yang normal sesuai dengan usia kehamilannya merupakan suatu keharusan. Dalam proses menjaga kondisi janin tersebut maka ada beberapa upaya dan usaha yang harus dilakukannya yang salah satunya yakni dengan memperhatikan, merasakan, serta menyimpulkan berbagai macam perubahan fisik pada tubuhnya termasuk dalam kondisi yang normal atau merupakan ciri kehamilan bermasalah.

Salah satu bentuk kondisi janin dalam keadaan yang sehat maka akan menujukan gejala adanya gerakan yang aktif dilakukan ketika usia kehamilan mulai memasuki umur 4 bulan dan termasuk dalam perkembangan janin 4 bulan. Namun meskipun tidak muncul gerakan janin namun jika berbagai ciri lainnya menunjukan bahwa kondisi janin dalam keadaan yang sehat maka mungkin perlu adanya rangsangan tertentu agar ibu hamil dapat merasakan adanya gerakan dari janin tersebut. Berikut ini beberapa cara merangsang agar janin bergerak aktif di dalam kandungan yang aman serta efektif.

  1. Relaksasi

Pada saat ibu hamil beraktivitas maka janin di dalam kandungan akan terpengaruh pada gerakan yang dilakukan oleh ibu hamil dalam setiap aktivitasnya. Gerakan yang dilakukan oleh ibu hamil meskipun hanya berjalan saja akan memberikan efek berayun ayun pada janin. Gerakan berayun ayun yang dirasakan oleh janin di dalam kandungan tersebut menjadikannya merasa nyaman serta pasti akan lebih banyak tertidur dibandingkan bergerak. Maka agar janin dapat bergerak, ibu harus melakukan relaksasi dengan berbaring di kursi atau tempat tidur. Dengan posisi relaksasi yang benar maka bayi akan aktif bergerak dan tidak tertidur terus. Melakukan posisi relaksasi yang benar juga merupakan salah satu cara mengetahui posisi janin dengan meraba perut.

  1. Stimulus suara

Cara merangsang agar janin bergerak aktif lainnya adalah dengan memberikan stimulus suara pada calon bayi di dalam kandungan ibu hamil. Pada usia tertentu tepatnya dalam perkembangan janin 5 bulan, suara yang muncul di sekitar janin sudah dapat didengarnya. Melalui pemberian stimulus suara seperti mendengarkan musik, ibu hamil yang bernyanya atau bahkan bacaan Al-Quran yang dilakukan oleh ibu hamil dapat membantu merangsang bayi menangai setiap bentuk suara tersebut dengan gerakannya.

  1. Melakukan komunikasi dan interaksi

Bentuk rangsangan lain yang dapat diberikan oleh ibu hamil kepada bayinya agar aktif bergerak yakni dengan cara interaksi dan komunikasi kepada janin di dalam kandungan tersebut. Jika janin memiliki perkembangan yang baik maka apabila ibu hamil melakukan interaksi kepadanya, melalui hubungan emosional yang sudah terbentuk, janin akan meresponnya melalui berbagai cara yang salah satunya adalah gerakan.

  1. Menepuk bagian perut

Menepuk atau memberikan tekanan secara perlahan pada bagian perut ibu hamil juga termasuk ke dalam salah satu cara merangsang janin agar dapat bergerak aktif. Tepukan atau tekanan yang diberikan ibu hamil harus dilakukan dengan perlahan dan konsisten agar janin dapat merasakannya. Tepukan pada bagian perut tersebut dapat menjadi sinyal interaksi antara ibu hamil dengan janin di dalam rahimnya. Perhatikan kekuatan tepukan atau tekanan pada perut agar tidak berlebihan karena bisa jadi menimbulkan efek buruk pada janin di dalamya.

  1. Konsumsi makanan tertentu

Jika beberapa cara diatas masih belum dapat memberikan hasil yang bisa dirasakan oleh ibu hamil maka ada beberapa cara lainya yakni dengan mengubah posisi istirahat atau relaksasi atau dengan mengkonsumsi makanan tertentu. Makanan dengan rasa yang sangat manis dapat menjadi sala satu pemicu yang menjadikan janin di dalam kandungan terangsang untuk bergerak. Perubahan kadar dula di dalam tubuh ibu hamil dapat menyebabkan janin terbangun. Namun perlu diketahui bahwa konsumsi makanan yang manis dapat menimbulkan dampak gestational diabetes terutama bagi ibu hamil yang telah memiliki riwayat diabetes. Selain makanan manis, makanan atau minuman dingin juga mampu merangsang janin untuk bergerak.

Itulah beberapa cara merangsang agar janin bergerak aktif yang dapat dilakukan oleh ibu hamil ketika memang kondisi janin di dalam kandungannya kurang aktif dalam bergerak. Jika beberapa usaha yang disebutkan diatas sudah dilakukan namun belum juga menunjukan tanda tanda adanya gerakan janin maka ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan yang menangani untuk mengatahui kondisi janin di dalam kandungan apakah dalam keadaan yang sehat atau ada masalah kehamilan yang menjadikan janin tidak mampu untuk bergerak secara aktif. Pemeriksaan dengan dokter kandungan perlu untuk selalu dilakukan secara rutin agar terhindar dari berbagai bahaya kehamilan.