6 Cara Melancarkan Haid Yang Terlambat 2 Bulan Secara Medis dan Alami

Wanita memang akan merasa lebih resah ketika sedang mengalami menstruasi. Ini karena menstruasi menyebabkan kondisi tubuh menurun dan tidak nyaman. Meskipun ada rasa yang kurang menyenangkan tapi haid selalu menjadi yang ditunggu. Wanita yang sehat dan normal biasanya mengalami haid setiap bulan. Namun karena ada beberapa penyebab haid tidak teratur maka bisa saja haid terlambat sampai 2 bulan lebih. Lalu bagaimana cara melancarkan haid yang terlambat 2 bulan secara medis dan alami? Ikuti ulasan berikut ini.

Cara Medis

  1. Obat pengendali hormon

Jika memang ibu mengalami masalah gangguan hormon yang bisa memicu munculnya ciri ciri wanita PCOS, maka sebaiknya menggunakan obat untuk mengendalikan hormon. Ada dua jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter yaitu parlodel dan dostinex. Obat ini bermanfaat membantu hormon menjadi seimbang sehingga ibu bisa mengalami ovulasi secara rutin. Obat ini bahkan bisa bekerja dengan sangat cepat sehingga terkadang juga membantu kehamilan secara alami. Dosis awal harus digunakan dengan rendah dan dipantau  oleh dokter. Dan biasanya membuat rasa tidak nyaman seperti sakit kepala dan sakit perut.

  1. Obat pendorong ovulasi

Setiap wanita yang sehat dan normal seharusnya mengalami tanda tanda ovulasi setiap bulan. Namun jika tidak mengalami ovulasi maka juga tidak akan datang bulan. Nah untuk mengatasi ini maka bisa menggunakan obat pendorong ovulasi seperti serophene dan clomiphene citrate. Obat ini bermanfaat untukk membantu tubuh dalam menghasilkan gonadotropin-releasing hormone, luteinizing hormone dan follicle-stimulating hormone. Setelah minum obat maka indung telur bekerja normal untuk menghasilkan sel telur dan haid secara teratur. Efek obat ini termasuk seperti mual, sakit kepala, panas tubuh dan kembung.

  1. Obat hormon sintetik

Dalam beberapa kasus yang rumit biasanya dokter juga bisa memberikan obat hormon sintetik. Obat ini bermanfaat untuk membuat indung telur menghasilkan sel telur dengan lancar sehingga terjadi menstruasi. Sebenarnya beberapa hormon memang dihasilkan oleh tubuh secara alami, tapi ternyata jumlahnya tidak cukup sehingga menjadi penyebab wanita telat datang bulan lebih dari 2 bulan. Jenis obat hormon sintetik seperti Follicle-stimulating hormone, Gonadotropin-releasing hormone agonist dan human chorionic gonadotropin biasanya akan dimasukkan dengan suntikan. Obat ini bisa memberikan beberapa efek samping seperti menumpuknya cairan dalam rahim dan kemerahan pada bekas suntikan.

  1. Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri juga bisa diberikan untuk membantu haid lebih lancar dan cepat datang. Obat seperti aspirin bisa menjadi alternatif terakhir. Selain bisa mengatasi haid yang terlambat juga meredakan beberapa macam-macam gangguan haid seperti sakit kepala dan nyeri. Obat ini bekerja untuk mengatasi peradangan pada sistem reproduksi sehingga aliran darah ke organ reproduksi menjadi lebih lancar. Namun sebaiknya obat ini tidak digunakan secara terus menerus dan segera periksa ke dokter jika obat tidak meredakan masalah ini.

Cara Alami

  1. Perbaiki gaya hidup

Jika Anda merasa penyebab haid tidak normal dari gaya hidup maka segera perbaiki gaya hidup Anda. Adna bisa mencoba dengan beberapa cara seperti:

  • Menjaga jumlah waktu tidur
  • Menghindari begadang
  • Hentikan kebiasaan konsumsi makanan berlemak terus menerus
  • Hindari stres dan kelola stres dengan baik.
  • Bersantai dengan bepergian dan bercerita dengan orang terdekat.
  • Hindari minuman keras, soda, rokok dan kafein.
  1. Obat herbal alami

Anda juga bisa mencoba beberapa cara dengan herbal alami dari dapur Anda. Beberapa obat yang bisa Anda gunakan seperti:

  • Teh dari ketumbar dan minum tiga kali sehari.
  • Jus lidah buaya dan madu untuk menjaga keseimbangan hormon.
  • Teh jahe untuk membuat menstruasi datang teratur.
  • Susu dan kunyit, untuk membuat haid lebih lancar dan tidak menyakitkan.

Begitu ternyata cara melancarkan haid yang terlambat 2 bulan secara medis dan alami. Sebaiknya Anda memilih cara yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Dan jangan lupa untuk selalu meminta saran medis dari dokter yang memeriksa Anda sehingga perawatan lebih tepat.