5 Penyebab Haid Setelah Melahirkan Tidak Teratur, Apakah Berbahaya ?

Pada saat wanita melahirkan, maka akan banyak perubahan yang mungkin sering dialami. Salah satu perubahan yang paling dirasakan adalah siklus haid. Perlu Anda ketahui jika siklus haid setiap wanita itu berbeda-beda. Hal tersebut juga berlaku pada saat wanita menjadi seorang ibu. Pada umumnya siklus menstruasi bisa kembali pada saat enam bulan setelah melahirkan. Namun, bagaimana jika setelah enam bulan masih belum haid juga? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya untuk Anda.

1. Perubahan Hormon

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa proses haid bisa kembali terjadi ketika memasuki bulan ke enam pasca melahirkan. Hal tersebut disebabkan oleh produksi hormon pada tubuh. Hormon yang berpengaruh adalah hormon prolaktin. Hormon tersebut bertanggung jawab untuk memenuhi ASI untuk bayi.

Selain prolaktin, hormon lainnya yang berpengaruh adalah Hormon Ono. Hormon ini bertanggung jawab dalam menekan hormon reproduksi. Dengan begitu, ovulasi atau proses pelepasan sel telur untuk terjadi pembuahan tidak dapat dilakukan. Hal tersebut membuat siklus menstruasi menjadi tertunda hingga masa menyusui selesai.

Apabila Anda tidak sedang masa menyusui, maka haid pertama bisa datang pada saat memasuki minggu ke enam sampai minggu ke delapan. Namun, itu juga tergantung pada proses persalinan yang terjadi. Jika Anda melakukan proses persalinan secara normal, maka haid pertama bisa datang lebih cepat. beberapa dokter pun akan memberikan saran pada Anda agar tidak menggunakan pembalut selama haid. Sebab, tubuh masih dalam tahap penyembuhan. Jika menggunakan pembalut bisa-bisa menyebabkan trauma.

2. Tekanan batin pasca melahirkan

Beberapa wanita yang baru pertama kali merasakan proses persalinan, umumnya akan merasakan tekanan batin pasca melahirkan. Tekanan seperti takut, gelisah, stres, bimbang, dan lain-lain dapat memengaruhi proses haid. Stres yang dimaksud adalah sindrom baby blues. Biasanya fenomena ini bisa terjadi pada saat wanita melahirkan normal atau caesar.

Hal ini bisa dimakluni terutama pada ibu baru karena merupakan pengalaman pertama. Biasanya kondisi tersebut menjadi penyebab tidak haid setelah caesar. Bagkan proses menstruasi setelah melahirkan bisa lebih lama tergantung pada kondisi kejiawaan sang ibu tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan ke dokter mengenai kejadian tersebut.

3. Adanya gangguan pada saluran reproduksi

Secara umum, tubuh akan beradaptasi dengan sendirinya pada saat Anda melahirkan. Tidak keluar haid pun juga termasuk ke dalam proses adaptasi tersebut. Akan tetapi, jika suatu hari terjadi pendarahan yang tidak normal atau muncul rasa sakit di sekitar vagina, maka bisa jadi itu adalah gangguan pada saluran reproduksi. Jika merasa terganggu, Anda bisa konsultasikan ke dokter mengenai masalah tersebut.

4. Perubahan siklus haid pasca melahirkan

Poin yang satu ini masih berhubungan dengan poin pertama. pada saat Anda melahirkan, maka siklus haid Anda juga tidak akan sama dengan saat Anda belum melahirkan. Bahkan haid pertama ketika melahirkan bisa menjadi lebih berat dari biasanya. Contohnya saja Anda akan mengalami kram yang lebih berat atau bahkan lebih sering. Hal tersebut disebabkan rongga rahim akan jauh lebih besar setelah hamil. Hal tersebut menyebabkan banyak lapisan rahim yang perlu diluruhkan pada saat haid terjadi.

Ditambah lagi, haid pasca melahirkan akan menimbulkan terjadinya gumpalan darah yang cukup kecil. Selain itu, mungkin Anda pun akan merasakan rasa sakit yang tidak biasa serta siklus haid yang tidak teratur. Haid bisa lebih sering terjadi atau bisa terus menerus terulang-ulang. Hal tersebut bisa dirasakan ketika tahun pertama setelah melahirkan.

5. Faktor menyusui

Faktor menyusui dapat menunda terjadinya haid. Aktivitas menyusui secara medis dapat menunda terjadinya siklus haid sampai berbulan-bulan lamanya. Hal tersebut juga disebabkan oleh perubahan hormon seperti yang sudah diungkapkan pada poin awal.

Aktivitas menyusui paa anak dapat menahan kadar hormon proklatin agar tetap tinggi. Jika disimpulkan, selama bayi terus menerus melakukan aktivitas menyusui maka Anda akan semakin lama memasuki siklus haid. Hal ini juga pengaruh dari kelenjar pituitari yang ada di dalam tubuh sang ibu. Kelenjar tersebut dapat merasakan perkembangan hormon saat anak Anda menyusui. Maka dari itu, semakin sedikit proklatin yang dihasilkan, maka semakin cepat siklus menstruasi terjadi.

Meskipun secara teori seperti itu, akan tetapi fakta dilapangan tidak selama benar. Ada saja beberapa ibu yang tetap haid meskipun sednag dalam masa menyusui. Hal itu juga dipengaruhi pada aktivitas anak saat akan menyusui. Rasa ASI bisa berubah saat sang ibu mulai haid seperti seperti rasanya yang berubah dibandingkan saat awal. hal tersebut bisa mengurungkan niat anak untuk menyusu kembali.

Itulah 5 penyebab haid setelah melahirkan tidak teratur yang sering terjadi. Anda bisa baca-baca mengenai cara melancarkan haid yang terlambat 2 bulan sebagai bahan referensi tambahan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda.