Menstruasi Setelah Melahirkan 40 Hari, Bahaya atau Tidak?

Selamat, Anda telah melewati proses persalinan dengan baik. Dan apapun cara Anda melahirkan baik itu dengan cara melahirkan normal atau caesar, maka yang terpenting adalah bayi Anda sehat. Tidak ada yang lebih berharga daripada melahirkan bayi yang sehat. Kemudian hal penting lain adalah kondisi Anda cukup sehat setelah melahirkan sehingga bisa merawat bayi dengan baik. Anda akan langsung melakukan tugas yang lain yaitu menyusui bayi. Lalu kapan Anda akan mengalami menstruasi setelah melewati masa nifas. Ketika Anda mengalami menstruasi setelah melahirkan 40 hari, bahaya atau tidak? Simak informasi berikut ini.

Bahaya atau Tidak?

Waktu yang paling normal untuk mengalami menstruasi setelah melahirkan adalah sekitar 42 sampai 48 hari setelah proses persalinan. Namun semua itu terjadi ketika Anda tidak menyusui. Jika Anda menyusui bayi secara eksklusif biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama termasuk minimal 6 bulan sejak memberikan ASI. Tapi semua itu sangat tergantung dengan kondisi kesehatan ibu termasuk bagaimana tubuh ibu mengembalikan tingkat hormon sampai normal setelah melahirkan. Lalu jika ibu mengalami menstruasi 40 hari setelah melahirkan maka itu adalah kondisi yang normal. Selama ibu menyusui atau tidak maka kemungkinan ini tetap terjadi. Jika ibu masih ragu maka segera konsultasikan ke dokter Anda.

Resiko dan Perawatan

  1. Kemungkinan resiko infeksi

Jika Anda telah melewati proses melahirkan normal dan langsung menstruasi segera setelah masa nifas selesai maka Anda sebaiknya lebih waspada. Biasanya saat persalinan normal maka dokter akan melakukan tindakan episiotomi untuk membantu bayi bisa keluar tanpa terluka. Nah bagian bekas episiotomi mungkin belum pulih sepenuhnya sehingga resiko infeksi saat terkena darah menstruasi tetap bisa terjadi.

Perawatan

Dokter lebih menyarakan untuk tidak menggunakan pembalut saat menstruasi atau memilih pembalut dengan bahan dasar kain. Hal ini untuk mengurangi resiko trauma dan infeksi yang bisa menyebabkan organ vital ibu mengalami luka. Infeksi juga bisa menjalar ke organ reproduksi dalam sehingga bisa sangat berbahaya.

  1. Kram yang menyakitkan

Menstruasi setelah melahirkan biasanya memang tidak normal dan selalu menyebabkan rasa kram atau sakit berlebihan. Anda mungkin telah mengalami berbagai penyebab nyeri haid berlebihan. Termasuk bahwa organ reproduksi termasuk indung telur dan rahim menyebabkan kontraksi yang kemudian memicu kram. Rasa kram ini bisa muncul dalam waktu singkat atau panjang. Jika berlebihan maka bisa membuat Anda merasa sangat sakit.

Perawatan

Cobalah untuk mengambil waktu untuk istirahat terlebih jika Anda juga memberikan ASI untuk bayi. Bayi Anda mungkin juga sangat rewel karena rasa ASI yang berubah. Cobalah juga untuk tidak melakukan aktifitas berlebihan yang menyebabkan kontraksi pada rahim.

  1. Darah haid berupa gumpalan

Kemudian menstruasi pertama setelah melahirkan juga bisa menakutkan untuk ibu karena darah tidak cair tapi justru menggumpal. Gumpalan ini bisa membuat ibu merasa sangat tidak nyaman. Terlebih sebelum gumpalan darah keluar biasanya juga sangat menyakitkan. Namun jika itu cepat sembuh maka ibu tidak perlu khawatir. Jika ibu terus menerus mengeluarkan gumpalan maka itu bisa saja komplikasi masa nifas yang terjadi setelah ibu selesai mengalami masa nifas.

Perawatan

Cara yang paling penting adalah menjaga agar tubuh ibu lebih banyak beristirahat. Ibu juga lebih baik mengkonsumsi makanan yang sehat, mengandung zat besi tinggi dan hindari kafein. Jika gumpalan darah tidak berhenti keluar maka segera periksa ke dokter kandungan Anda.

  1. Pendarahan yang berat

Biasanya untuk ibu yang normal maka akan mengalami menstruasi paling tidak selama 5 hari dan volume darah yang normal. Tapi karena ibu baru mengalami menstruasi setelah melahirkan, maka bisa saja mengalami pendarahan yang berat. Semua itu bisa menyebabkan ibu kehilangan banyak darah. Jika sebelumnya juga mengalami anemia pada ibu hamil maka kemungkinan tubuh ibu kehilangan banyak sel darah merah.

Perawatan

Pendarahan yang berat bisa saja bukan menstruasi biasa tapi juga adanya komplikasi setelah nifas. Ibu bisa menunggu dan melihat volume darah yang keluar. Jika pendarahan semakin berat maka segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang paling tepat.

  1. Siklus menjadi tidak teratur

Masalah lain yang terjadi ketika menstruasi terlalu cepat setelah melahirkan adalah siklus yang tidak teratur. Siklus ini akan menyebabkan ibu menstruasi seperti biasa, kemudian berhenti. Tapi pada hari yang lain ternyata ibu mengalami menstruasi lagi. Nah ini hal yang tidak menyenangkan karena ibu akan merasa khawatir dan membuat perubahan suasana hati saat merawat bayi.

Perawatan

Cobalah untuk melakukan berbagai cara agar menstruasi menjadi lebih lancar. Anda bisa mendapatkan obat khusus dari dokter atau memilih obat alternatif seperti jamu. Siklus yang tidak teratur ini bisa disebabkan karena rahim Anda sedang membersihkan diri. Obat dan jamu tradisional selama ini dipercaya bisa membantu agar menstruasi lebih lancar.

Nah Anda sudah bisa menyimpulkan menstruasi setelah melahirkan 40 hari, bahaya atau tidak? Setiap ibu bisa memiliki periode yang berbeda-beda sehingga tidak sama. Jika terlalu cepat itu juga tidak baik, apalagi jika terlalu lama. Untuk ibu waspadai siklus Anda setelah menstruasi.