Bahaya Tidak Ibu Hamil Kencing Darah : Penyebab dan Cara Mengatasi

Sering kencing saat hamil baik pada trimester pertama, kedua atau ketiga memang hal yang sangat wajar. Masalah ini sering membuat ibu hamil merasa tidak nyaman karena harus terus pergi ke kamar mandi. Bahkan jika terus menerus maka bisa mengganggu waktu istirahat ibu. Akibatnya membuat ibu tidak ingin buang air kecil atau lebih sering menahan buang air kecil. Tapi tanda disadari maka kebiasaan ini sangat buruk dan bisa memberi dampak tidak sehat untuk ibu dan janin. Salah satunya adalah masalah ibu hamil kencing darah. Lalu apa saja penyebab dan cara mengatasinya? Simak ulasan dibawah ini.

Bahaya Tidak?

Adanya darah dalam air seni ibu menjadi hal yang sangat mengejutkan. Sebenarnya ketika sudah muncul gejala ini maka ibu harus segera pergi ke dokter kandungan terdekat. Kondisi adanya darah dalam rahim bisa menjadi indikasi masalah infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Masalah ini sangat berbahaya untuk janin karena infeksi bisa menyebar ke tubuh janin. Infeksi pertama akan menyerang bagian ginjal ibu, lalu ginjal janin. Dampak beratnya bahkan bisa menyebabkan kelahiran prematur atau paling berat kematian janin dalam kandungan. Bahkan jika bisa bertahan maka kemungkinan bayi juga akan lahir dengan berat yang sangat rendah atau tidak sesuai standar. Jadi jelas bahwa adanya darah dalam air kencing ibu memang sangat berbahaya, baik untuk ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Penyebab

  1. Penyakit infeksi saluran kemih

Penyakit infeksi saluran kemih pada ibu hamil adalah peristiwa yang sangat umum. Ini penyakit yang harus diwaspadai oleh semua ibu hamil. Penyakit biasanya disebabkan oleh terjadinya peradangan dari bakteri yang menyerang saluran kemih. Biasanya kondisi ini bisa terjadi pada awal kehamilan sampai usia janin 23 mingu. Selain bakteri maka pemicu lainnya adalah terjadinya tekanan rahim akibat perkembangan janin yang terus membesar. Kemudian ini bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih.

  1. Pendarahan uretra dan leher kandung kemih

Adanya darah dalam urin tidak semua karena infeksi saluran kemih. Ibu hamil harus melihat kapan darah itu mulai keluar. Jika darah muncul bersamaan ketika sedang kending maka bisa jadi ada masalah infeksi pada uretra. Namun ketika darah selalu keluar setelah selesai kencing maka bisa jadi itu ada tanda pendarahan pada leher kandung rahim. Kemudian jika darah selalu ikut keluar saat kencing maka bisa jadi ada masalah pada saluran kemih ibu. Jadi ibu harus melihat kapan darah tersebut mulai keluar untuk memberikan keterangan pada dokter.

Cara Mengatasi

Pada dasarnya cara untuk mengatasi masalah ini harus sesuai dengan kondisi penyakit yang terjadi pada ibu hamil. Dokter akan memeriksa sesuai riwayat kehamilan dan wawancara dengan ibu hamil. Namun umumnya ada beberapa langkah yang sering dilakukan secara medis yaitu:

  1. Dokter akan memberikan antibiotik selama 3 sampai 7 hari untuk menyembuhkan infeksi akibat bakteri. Jenis antibiotik yang diberikan biasanya sudah sangat aman karena tidak menyebabkan kontraksi atau efek samping untuk janin. Tapi ibu tetap harus waspada dengan bahaya antibiotik bagi ibu hamil.
  2. Selama mengalami pendarahan maka jangan sampai menahan buang air kecil.
  3. Ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi, kafein dan semua jenis makanan olahan.
  4. Ibu harus mempertimbangkan nutrisi yang tepat termasuk mengkonsumsi makanan yang tinggi vitamin C, seng dan beta karoten. Ketiga nutrisi ini penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu.
  5. Sebaiknya ibu tidak melakukan hubungan seksual dulu sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.
  6. Jaga area genital tetap bersih dan hindari menggunakan bahan – bahan antiseptik atau sabun untuk area tersebut.
  7. Jangan berendam dengan air hangat atau air dingin agar infeksi cepat sembuh.

Nah itulah informasi tentang bahaya tidak ibu hamil kencing darah, termasuk penyebab dan cara mengatasi. Ketika ibu mengalami masalah ini maka lebih baik untuk tetap pergi ke dokter agar segera mendapatkan perawatan yang tepat.