5 Gejala Kehamilan Ektopik 6 Minggu Yang Patut Diwaspadai Ibu Hamil

Kesehatan janin dan ibu hamil serta normalnya perkembangan janin merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Ibu hamil mampu mengusahakan berbagai cara demi kondisi ideal yang disebutkan diatas dapat berjalan sesuai keadaan normalnya. Usaha dan peran dari setiap ibu hamil sangatlah penting selain membantu menjadikan kehamilan berjalan secara normal juga dapat mencegah terjadinya beberapa permasalahan yang mengarah pada kehamilan abnormal.

Kehamilan abnormal merupakan keadaan kehamilan yang tidak sesuai dengan kondisi seharusnya. Kehamilan abnormal tersebut harus diketahui sejak awal kehamilan untuk dapat memperoleh perawatan yang baik. Dalam perkembangannya, ada beberapa bentuk kehamilan abnormal yang dapat terjadi salah satunya adalah kehamilan ektopik. Secara definisi, kehamilan ektopik merupakan kondisi dimana janin berkembang dan tumbuh bukan pada tempat yang seharusnya atau sederhananya berada diluar kandungan.

Kondisi kehamilan di luar kandungan tentu tidak akan menyebabkan janin berkembang sebagaimana mestinya dan ketika janin sudah berada diluar kandungan maka pasti umur dari janin tersebut tidak akan lama. Kondisi kehamilan ektopik ini kebanyakan dapat diketahui sejak awal proses kehamilan dan memang harus segera mendapatkan perawatan untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Berikut beberapa gejala kehamilan ektopik 6 minggu yang perlu diketahui agar dapat mencegah hal berbahaya bagi ibu hamil.

1. Mual dan muntah secara berlebihan

Gejala pertama yang perlu diwaspadai oleh setiap ibu hamil yang mengarah pada kondisi kehamilan ektopik 6 minggu adalah munculnya keadaan dimana ibu hamil akan mengalami kondisi mual dan muntah berlebihan. Mual dan muntah yang terjadi tidak seperti keadaan dimana ketika ibu hamil mengalami gejala morning sickness sebagai keadaan yang normal.

2. Nyeri kuat pada perut bagian bawah

Kondisi kehamilan diluar kandungan dapat menyebakan rasa nyeri yang berlebihan pada ibu hamil akibat tumbuhnya janin tidak pada tempat seharusnya. Nyeri memang kerap muncul diawal kehamilan akibat karena proses implantasi. Namun ketika ibu hamil sudah merasakan nyeri yang sangat kuat di bagian bawah perut maka konsultasikan dengan dokter apakah keadaan tersebut normal atau mengarah pada kehamilan abnormal seperti kehamilan ektopik.

3.  Nyeri pada satu sisi tubuh saja

Kehamilan ektopik biasanya akan terjadi pada saluran tuba falopi di salah satu sisi saja. Kondisi tersebut menyebabkan ibu akan mengalami gejala nyeri pada satu sisi tubuh saja dimana janin berkembang tidak pada tempat yang benar. Pada kehamilan secara normal, ibu akan merasakan nyeri di daerah rahim akibat penyesuaian tubuh terhadap proses kehamilan serta proses pelekatan sel telur yang sudah dibuahi atau disebut dengan implantasi.

4. Kram perut

Kram pada ibu hamil merupakan keadaan yang normal terjadi diawal kehamilan bahkan kerap menjadi salah satu tanda kehamilan. Kondisi kram pada tubuh ibu hamil juga dapat menandakan adanya keadaan yang tidak normal ketika rasa kram tersebut diikuti dengan nyeri hebat dan terjadi dalam waktu yang lama. Ibu yang merasakan kram dalam tempo frekuensi yang lama dan berulang ulang sebaiknya segera memeriksakan kondisinya tersebut.

5. Pusing dan tubuh yang terasa lemah

Kondisi gejala lainnya yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan kehamilan ektopik 6 minggu adalah tubuh yang mudah merasa lemah serta pusing. Lemahnya tubuh tersebut akibat terlalu sering menahan rasa sakit yang muncul dari kondisi tidak normalnya kehamilan pada tubuh ibu hamil.

Itulah penjelasan mengenai gejala kehamilan ektopik yang terjadi pada usia 6 minggu. Keadaan yang disebutkan diatas tersebut haruslah menjadi perhatian khusus bagi setiap ibu hamil mengingat kehamilan ektopik harus berakhir dengan pengangkatan janin dari tubuh ibu untuk mencegah kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil. Janin yang berkembang diluar kandungan lebih sulit untuk diselamatkan. Gejala yang disebutkan diatas merupakan hal yang akan menjadi pertimbangan awal dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih rinci.

Ibu hamil dengan gejala yang mengarah pada kehamilan ektopik akan diperiksa secara ultrasonografi untuk melihat kondisi janin di dalam rahim. Kehamilan ektopik 6 minggu pasti tidak akan menunjukan adanya janin maupun kantong kehamilan ketika pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG untuk menentukan ada tidaknya permasalahan yang mengarah pada kondisi kehamilan ektopik hanya dapat dilakukan pada awal awal kehamilan dan membutuhkan data pembanding lain sebelum membuat keputusan medis.

Selain ultrasonografi dan memperhatikan gejala yang ada, ada dua proses lain yang digunakan oleh tenaga medis untuk memastikan apakah kehamilan ibu merupakan kehamilan ektopik atau bukan. Pertama, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya homon HCG dan jika tidak berarti indikasinya mengarah ke kehamilan ektopik. Selain tes darah, ibu hamil juga akan menjalani pemeriksaan panggung guna melihat ada tidaknya gumpalan pertumbuhan abnormal dari janin di daerah tuba falopi serta melihat apakah ukuran rahim membesar atau tidak. Jika ada gumpalan pada tuba falopi dan rahim yang tidak membesar maka kemungkinan besar memang mengalami ektopik.