Kista Bartholin Pada Ibu Hamil – Gejala, Penyebab, Dan Penanganannya

Menjaga kesehatan reproduksi merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh setiap wanita agar proses kehamilan yang ingin diperoleh dapat berjalan dengan tingkat peluang yang lebih tinggi. Sehatnya alat reproduksi wanita tentu dapat membuat seseorang lebih mudah hamil dibandingkan mereka yang mengalami berbagai macam kondisi permasalahan pada alat reproduksinya baik wanita maupun pria. Oleh karena itu, menjaga kesehatan reproduksi merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan dalam program kehamilan.

Diantara beberapa permasalahan pada alat reproduksi terutama wanita, kista merupakan salah satu hal yang sering dan umum terjadi. Kista merupakan gumpalan berisi cairan yang membesar di dalam bagian tertentu dalam alat reproduksi wanita. Kista sendiri dapat terjadi karena berbagai macam penyebab yang lebih mengarah pada gaya hidup tidak sehat. Menjaga agar tubuh tidak mengalami kista juga tetap perlu dilakukan meskipun sudah mengalami kehamilan karena resiko terjadinya masih tetap ada.

Salah satu kista yang dapat terjadi pada proses kehamilan diantara beberapa jenis kista selain kista ovarium yang mengancam kesehatan alat reproduksi wanita adalah kista bartholin. Dalam artikel ini, hamil.co.id akan membahas mengenai berbagai macam hal yang berhubungan dengan kista bartholin tersebut mulai dari pengertian, penyebab, gejala, bahaya, dan hal hal lain yang perlu diperhatikan. Berikut ini penjelasan mengenai kista bartholin pada ibu hamil dalam ulasan di bawah ini.

Pengertian Kista Bartholin

Sebelum masuk dalam pembahasan yang lebih mendalam mengenai kista bartholin pada ibu hamil maka hal pertama yang perlu dipahami adalah pengertian dari kista tersebut. Kista bartholin merupakan kista yang terbentuk akibat adanya penyumbatan pada kelenjar bartholin. Bentuk kista biasanya sangat kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit namun juga bisa sebaliknya. Kelenjar bartholin sendiri merupakan kelenjar yang terdapat pada kedua sisi bibir vagina sebagai alat kelamin wanita. Kelenjar yang berukuran kecil dan tidak dapat terdeteksi tangan mapun mata ini berfungsi untuk mengeluarkan cairan sebagai pelumas saat berhubungan intim.

Penyebab Kista Bartholin

Saluran yang dihasilkan oleh kelenjar bartholin langsung mengalir ke vagina dan terjadinya sumbatan dapat menyebabkan penumpukan cairan tersebut. Penumpukan cairan tersebutlah yang akan berkembang menjadi kista dan semakin membesar setelah berhubungan karena produksi cairan dari kelenjar bartholin lebih tinggi saat berhubungan. Penyumbatan yang terjadi pada kelenjar bartholin sebagai kondisi yang menjadi penyebab kista tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan kelenjar bartholin tersebut diantaranya seperti infeksi bakteri, iritasi jangka panjang, dan peradangan. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan penyumbatan kelenjar bartholin tersebut termasuk dalam infeksi menular seksual yang diantaranya seperti Neisseria gonorrhoeae yang merupakan penyebab gonore, Chlamydia trachomatis  penyebab penyakit clamydia, dan bakteri lain seperti Escherichia coli  yang menyebabkan diare maupun kondisi keracunan makanan.

Gejala Kista Bartholin

Keberadaan dari kista bartholin dapat diketahui melalui beberapa gejala yang terlihat. Berikut ini beberapa gejala yang mengambarkan adanya kondisi kista bartholin pada alat reproduksi wanita dianataranya seperti dibawah ini.

  • Kista yang tidak menimbulkan rasa sakit atau bukan diakibatkan oleh penyakit infeksi lebih sulit ditemui gejalanya dan baru dapat terlihat pada saat pemeriksaan rutin pada ibu hamil.
  • Jika kista disebabkan oleh kondisi infeksi tentu benjolan yang terjadi akan semakin membesar dan menyebabkan terjadinya rasa nyeri pada saat duduk, berjalan, atau saat berhubungan seksual. Kista bartholin yang terjadi akibat infeksi juga akan mengeluarkan cairan nanah.
  • Gejala lain selain nyeri dan benjolan di daerah vagina adalah munculnya demam yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti.

Penanganan Kista Bartholin Pada Ibu Hamil

Kondisi terjadinya kista bartholin pada wanita hamil tentu perlu ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan bahaya pada proses kehamilan. Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan ketika muncul gejala yang mengarah pada kondisi kista bartholin agar dapat mendapatkan tindakan medis yang tepat. Pada masa kehamilan, penanganan kista bartholin lebih dilakukan dengan cara yang sederhana melalui kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan dan membiarkan kista pecah dengan sendirinya.

Jika kondisi kista tidak kunjung mengecil ataupun pecah maka perlu dilakukan tindakan operasi kecil yang dilakukan setelah proses persalinan. Kondisi kista bartholin yang disebabkan oleh infeksi juga perlu penanganan dan pengobatan khusus agar infeksi yang terjadi tidak berpengaruh langsung pada janin di dalam kandungan ibu hamil. Selain melalui pengobatan medis, ibu juga perlu melakukan beberapa usaha diantaranya seperti menghindari untuk berhubungan terlebih dahulu, menjaga kebersihan vagina, mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil, dan berbagai hal lainnya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kista bartholin pada ibu hamil yang perlu diperhatikan karena adanya bahaya kista dan efek buruk yang dapat terjadi dari kondisi permasalahan pada daerah alat kelamin wanita tersebut.