4 Jenis Makanan Yang Tidak Boleh Dimakan Setelah Melahirkan Caesar

Persalinan merupakan tahap akhir dari proses kehamilan yang harus dihadapi oleh ibu hamil. Dalam perkembangannya, proses persalinan dikenal memiliki dua macam cara yakni melalui persalinan normal dan melalui persalinan caesar. Dari kedua cara persalinan tersebut sebagian besar ibu pasti akan memilih untuk melahirkan secara normal. Namun ada kondisi khusus yang mengharuskan cara persalinan caesar harus dilakukan.

Perawatan pasca melahirkan melalui operasi cesar lebih sulit dan membutuhkan perhatian dibandingkan dengan perawatan melahirkan normal. Hal ini dikarenakan tingginya resiko operasi caesar yang bisa diderita oleh ibu setelah proses persalinan caesar. Perawatan luka bekas jahitan pada operasi caesar sebenarnya tidak serumit dan sesulit perawatan operasi lain yang disebabkan oleh penyakit.

Pantangan makanan untuk ibu pasca operasi caesar pun tidak pernah disebutkan oleh dokter, namun ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan setelah melahirkan cesar agar pemulihan pasca operasi caesar dapat berlangsung dengan baik dan cepat serta tidak memperparah rasa sakit yang dialami oleh ibu. Berikut beberapa makanan yang tidak boleh dimakan pasca operasi cesar.

  1. Sayuran yang dapat menimbulkan gas pada pencernaan.

Meskipun sayuran termasuk kedalam makanan sehat untuk ibu menyusui pasca melahirkan, beberapa sayuran yang kita kenal dapat memberikan efek berupa peningkatan produksi gas pada saluran pencernaan. Produksi gas pada pencernaan dapat memberikan penekanan di bagian perut ibu pasca operasi caesar. Penekanan tersebut dapat menimbulkan rasa sakit dan nyeri bagi ibu. Beberapa sayuran yang sebaiknya dihindari terlebih dahulu pasca operasi caesar antara lain brokoli, kembang kol, jamur, lobak, dan lain sebagainya.

  1. Makanan dengan rasa pedas

Rasa pedas pada suatu makanan secara langsung tidak berpengaruh terhadap luka bekas jahitan operasi. Mengkonsumsi makanan dengan rasa pedas yang berlebihan dapat memberikan pengaruh buruk yang dapat dirasakan pada perut dan saluran pencernaan lain. Kondisi tidak nyaman ini dapat memberikan beban lebih pada ibu yang sudah menahan rasa sakit bekas jahitan operasi caesar.

  1. Makanan penyebab sembelit

Beberapa akltifitas fisik seperti batuk terus menerus, mengangkat beban berat serta mengejan harus dihindari pasca operasi caesar oleh ibu. Mengejan merupakan salah satu aktifitas pada ibu yang dapat mempengaruhi kondisi jahitan pasca operasi caesar. Kondisi sembelit merupakan faktor pemicu seorang ibu harus melakukan aktifitas mengejan pada saat buang air besar. Makanan seperti daging merah, produk susu, produk gula dapat menyebabkan sembelit apabila dikonsumsi secara berlebih dan terus menerus. Makanan tesebut haruslah dihindari agar tidak menyebabkan timbulnya rasa sakit dan pengaruh pada jahitan pasca operasi caesar akibat aktifitas mengejan yang timbul dari masalah sembelit.

  1. Makanan yang dapat menyebabkan batuk.

Dari uraian pada salah satu makanan yang tidak boleh dimakan setelah operasi caesar diatas diketahui bahwa batuk merupakan salah satu aktifitas fisik pada ibu yang dapat mempengaruhi jahitan dan menimbulkan rasa nyeri. Beberapa makanan yang tersaji dalam suhu dingin, makanan yang mengandung gula dan pemanis buatan, buah yang asam, serta aneka gorengan harus dihindari agar ibu tidak terserang batuk.

Beberapa jenis makanan diatas merupakan makanan yang tidak boleh dimakan setelah operasi caesar oleh ibu agar tidak berpengaruh terhadap jahitan serta tidak menyebabkan rasa nyeri. Meskipun banyak pantangan makanan yang hanya merupakan mitos, pasca melakukan operasi caesar, ibu harus tetep memperhatikan makanan yang beresiko dalam proses perawatan luka jahitan caesar.