6 Manfaat ASI Booster Untuk Ibu Menyusui

Berbagai macam manfaat ASI untuk bayi memang tidak perlu diragukan lagi. Semua bayi yang baru lahir sampai bayi berusia 2 tahun sebenarnya membutuhkan ASI sebagai makanan utama. Sehingga semua ibu menyusui memang berharap bisa memberikan ASI secara penuh tanpa pernah terhambat. Tapi ternyata ada banyak hal yang sering membuat produksi ASI menurun. Jika produksi ASI menurun maka bayi tidak bisa menerima ASI dengan cukup sehingga perkembangan bayi juga terhambat. Akhirnya dengan terpaksa ibu memberikan susu formula. Namun sebelum itu biasanya ibu menggunakan ASI booster untuk meningkatkan produksi ASI. Anda masih ragu menggunakan ASI booster? Ikuti dulu informasi ini tentang manfaat ASI booster untuk ibu menyusui.

  1. Meningkatkan produksi ASI

Salah satu cara cara meningkatkan kualitas ASI adalah dengan menambah jumlah ASI yang dihasilkan secara alami. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan seperti dengan menggunakan ASI booster. Salah satu bahan yang terdapat dalam teh ASI booster adalah bahan fenugreek. Bahan ini sudah lama digunakan sebagai penambah produksi ASI. Ada kandungan senyawa kimia alami yang menjadi stimulator untuk produksi hormon yang menambah jumlah ASI.

  1. Menjaga keseimbangan hormon

Setelah ibu melahirkan normal atau caesar maka produksi hormon dalam tubuh ibu akan mengalami gangguan. Kondisi ini bisa terjadi karena hormon kehamilan ibu menurun dan berganti menjadi hormon yang bisa membuat payudara menghasilkan ASI. ASI booster ternyata mengandung rempah yang disebut dengan anise. Bahan senyawa kimia dalam anise bisa membuat hormon dalam tubuh ibu menjadi lebih seimbang. Selain itu juga menghilangkan keluhan tidak nyaman setelah melahirkan seperti perut kembung, gas perut dan nyeri perut saat nifas.

  1. Melancarkan saluran ASI

Salah satu kepuasan saat memberikan ASI untuk bayi adalah ketika bayi bisa menunjukkan tanda bayi cukup ASI. Namun semua tanda itu tidak mungkin terjadi ketika produksi ASI ibu menurun. Salah satu penyebab produksi ASI menurun adalah ketika jaringan pada bagian payudara yang mengalirkan ASI tersumbat. Ini bisa menyakitkan untuk payudara ibu. Dengan ASI booster yang mengandung adas ternyata bisa membuat jaringan payudara ini menjadi normal. Ini karena adas mengandung bahan flavonoid yang bisa meluaskan jaringan sehingga ASI menjadi lancar.

  1. Memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui

Mengonsumsi makanan sehat untuk ibu menyusui tentu akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Ibu bisa mencukupi gizi dimana gizinya juga bisa sampai ke tubuh bayi. ASI booster ternyata mengandung daun kelor yang mengandung sumber antioksidan yang sangat banyak. Bahan antioksidan sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh ibu sehingga ibu menyusui tidak mudah sakit. Jadi dengan ASI booster maka tubuh ibu bisa menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.

  1. Mencegah alergi pada bayi

Ternyata ASI booster juga bisa membantu mencegah alergi pada bayi dan ibu menyusui. Hal ini karena ASI booster mengandung bahan jintan hitam. Jintan hitam baik untuk ibu menyusui karena bisa menjaga tubuh ibu dari serangan virus, bakteri dan berbagai sumber infeksi lainnya. Kemudian adanya kandungan asam linoleat dan asam omega3  bisa menjadi sumber penangkal alergi. Bahan ini bisa bersifat sebagai antihistamin yang akan membuat bayi dan ibu lebih sehat lagi. Karena itu ASI booster juga bisa diberikan kepada bayi yang menderita beberapa alergi dengan cara diminum oleh ibu menyusui.

  1. Mengatasi masalah stres akibat ASI tidak keluar

Jika ibu ingin memberikan ASI penuh tapi ASI tidak keluar maka ibu akan merasa stres dan sedih. ASI booster akan memiliki peran yang sangat baik untuk menyeimbangkan emosi ibu. Hal ini karena ASI booster mengandung bahan gingerol yang menenangkan dan menekan produksi prostaglandin. Kemudian ASI booster akan memulai produksi ASI ibu secara perlahan sehingga tubuh ibu menyesuaikan diri dan tidak terkena efek samping.

Jadi itulah semua daftar manfaat ASI booster untuk ibu menyusui. Semua ibu menyusui bisa menggunakan ASI booster sesuai keluhan. Namun jika masih ragu maka cobalah berkonsultasi dengan ahli laktasi atau praktisi laktasi.