Inilah Pengaruh Operasi Caesar terhadap Produksi ASI !

Beberapa orang masih banyak yang beranggapan bahwa calon ibu yang melahirkan jauh lebih baik melalui persalinan normal dibandingkan harus melalui caesar. Salah satu hal yang ditakutkan akibat operasi caesar adalah produksi ASI yang akan terhambat. Selain dari sisi ASI, masa pemulihan pun jauh lebih lama dibandingkan persalinan normal. Tentunya kita bertanya-tanya apa benar operasi caesar dapat menghambat produksi ASI? Ataukah itu hanya sekadar mitos saja? Untuk lebih memahaminya, berikut ulasannya untuk Anda.

Fakta ASI pasca Operasi Caesar

Berdasarkan penelitan oleh para ahli menemukan bahwa jumlah wanita yang melahirkan secara caesar sangat sedikit yang dapat menyusui di awal kelahiran bayi dibandingkan wanita yang melahirkan secara normal. Perlu Anda ketahui bahwa ASI keluar karena hormon pada tubuh wanita. Umumnya ASI akan keluar secara otomatis jika plasenta di dalam tubuh juga keluar. Jika kita simpulkan, ASI akan cepat keluar jika plasenta dikeluarkan.

Nah,  ASI yang sulit keluar pasca operasi caesar bisa jadi faktor lainnya. Biasanya faktor paling besar adalah saat operasi selesai dilakukan. Contoh yang paling mudah dilakukan saat operasi selesai adalah langsung pertemukan bayi dan ibu secara kontak fisik paling tidak sejak satu jam setelah melahirkan. Hal tersebut dapat merangsang ASI agar segera cepat keluar dalam jumlah yang banyak. 

Pengaruh obat pereda tasa sakit dan antibiotik dapat memengaruhi ASI

Pada saat calon ibu melakukan persalinan Caesar, dokter akan memberikan obat-obatan berupa obat pereda rasa sakit dan juga antibiotik melalui infusan intravena. Selain melalui infus, terkadang calon ibu pun akan diberikan pil obat penghilang rasa sakit saat proses persalinan caesar berlangsung.

Pada dasarnya, obat pereda rasa sakit maupun antibiotik tidak begitu memberikan dampak negatif pada calon ibu. Akan tetapi, pada bayi umumnya akan lebih banyak mengantuk akibat pengaruh antibiotik. Sedangkan obat penghilang rasa sakit pada calon ibu dapat membuat proses menyusui lebih tenang.

Resiko operasi caesar pada calon ibu dan bayi

Pada saat dilakukan pembedahan pastinya memiliki resiko yang besar. Hal itu juga berlaku pada operasi caesar. Biasanya resiko yang bisa saja terjadi adalah adanya infeksi, cedera di bagian organ sekitar area pembedahan, terjadinya pendarahan, bahkan terjadinya emboli cairan ketuban.

Untuk bayi, ada juga risiko yang dapat menghantui bayi ketika dilahirkan. Risiko yang terbesar adalah terjadinya gangguan pernapasan. Umumnya hal tersebut bisa terjadi saat kehamilan belum mencapai 39 minggu. Namun, jika bayi yang dilahirkan sudah mencapai lebih dari 39 minggu, maka resiko bayi terkena gangguan pernapasan jarang terjadi.

Pada saat persalinan telah selesai, maka ibu dianjurkan untuk melakukan pemberian ASI sebagai sumber makanan utama  bayi. Pemberian ASI secara umum adalah sampai bayi mencapai 6 bulan. Setelah 6 bulan, nayi akan diberikan makanan pendamping ASI atau bisa juga disingkat MPASI.

Penyebab lain yang memengaruhi ASI

Secara medis, operasi caesar memang dapat memberikan pengaruh besar pada produksi ASI pasca persalinan. Namun, selain dari operasi caesar, ada beberapa penyebab lain yang dapat memengaruhi ASI sebagai berikut.

  • Kondisi ibu setelah melahirkan

Proses menyusui yang baik adalah 1 jam pertama ketika selesai melahirkan. Pada keadaan itu, maka kulit ibu dan kulit bayi saling bersentuhan. Hal tersebut diketahui dapat merangsang produksi ASI menjadi lebih banyak. Sayangnya, hal tersebut bisa dilakukan jika kondisi sang ibu sudah fit ketika selesai melahrkan. Faktanya, ada beberapa calon ibu yang kesulitan dalam menggerakan tubuhnya saat proses melahirkan selesai dilakukan. Akibatnya, hal itu juga berpengaruh terhadap produksi ASI.

  • Rasa sakit saat menyusui

Bagian ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. akibat rasa sakit setelah operasi hal tersebut membuat proses menyusui pun menjadi terhambat. Cara menyusui bayi baru lahir yang benar adalah dengan tidur miring atau posisi sedang memegang bola. Cara tersebut bisa menjadi pilihan untuk mengurangi rasa sakit setelah operasi.

Jika Anda bosan dengan menyusui sambil tidur, Anda bisa coba menyusui sambil duduk. Caranya bisa dengan bantuan bantal dan ditaruh di atas luka operasi. Proses menyusui ini juga memiliki tantangan tersendiri bagi ibu yang belum berpengalaman atau ibu yang batu pertama kali merasakan proses persalinan.

  • Kondisi kejiwaan saat melakukan operasi caesar

Tidak mengherankan jika banyak calon ibu yang mengalami stres jika menghadapi operasi. Hal itu bisa dimaklumi karena saat operasi berlangsung pun tidak menjadi jaminan calon ibu maupun calon buah hati akan selamat. Oleh sebab itu, kondisi kejiwaan pun dapat memengaruhi produksi ASI. Biasanya ini terjadi pada calon ibu yang baru pertama kali melahirkan. Rasa takut akan kegagalan menjadi ibu dapat menghantui beberapa ibu baru. Maka dari itu, akan jauh lebih baik jika calon ibu konsultasikan pada dokter mengenai hal tersebut.