Kapan Boleh Jongkok Setelah Melahirkan Normal Dengan Episiotomi ?

Tindakan indikasi episiotomi sering dilakukan oleh dokter kandungan atau bidan ketika ibu melahirkan normal dengan berat bayi lebih dari 3,5 kg. Masalah lain yang membutuhkan episiotomi adalah ketika ibu melahirkan bayi yang pertama, melahirkan dengan bantuan alat seperti forceps dan juga persalinan dengan bayi sungsang. Setelah ibu melahirkan maka ibu membutuhkan tindakan jahitan pada luka episiotomi. Tindakan jahit ini sesuai dengan kerusakan atau robekan pada area vulva, otot, dan perineum. Kemudian ibu harus berhati-hati saat merawat diri setelah melahirkan dengan episiotomi. Lalu kapan boleh jongkok setelah melahirkan normal dengan episiotomi? Berikut penjelasan yang bisa Anda baca.

Kapan Boleh Jongkok Setelah Melahirkan?

Dengan adanya proses episiotomi maka area pembukaan vagina memang menjadi lebih luas. Ini yang membutuhkan jahitan dan luka jahitan membutuhkan waktu selama beberapa minggu sampai bisa normal lagi. Adanya masalah penyebab luka jahitan terbuka memang bisa disebabkan karena ibu tidak hati-hati termasuk jongkok setelah melahirkan. Umumnya benang jahitan tidak perlu diambil dan akan larut sendiri dalam daging. Namun agar tidak robek maka ibu jangan jongkok selama beberapa hari setelah melahirkan. Ibu bisa jongkok setelah beberapa minggu atau minimal paling tidak satu minggu setelah melahirkan. Namun proses jongkok masih membutuhkan alat bantu agar tidak merobek luka episiotomi.

Perawatan Setelah Episiotomi Agar Tidak Robek

  1. Duduk dengan bantalan

Jahitan setelah melahirkan normal memang akan terasa sakit setelah efek obat penghilang sakit mulai hilang. Ini yang akan membuat ibu menjadi tidak nyaman setelah melahirkan sehingga merasa sakit untuk duduk atau posisi yang lain. Untuk merawat agar tidak sobek maka selalu gunakan bantal ringan saat duduk sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

  1. Jaga kebersihan area vagina

Kemudian untuk mengurangi risiko infeksi pada vagina maka cobalah untuk menjaga kebersihan. Biasanya ibu akan merasa sakit untuk buang air kecil karena adanya pembengkakan pada bagian kantung kemih dan jaringan uretra. Namun jangan panik karena ini biasanya akan sembuh sendiri. Dan ibu perlu mengelap dengan handuk yang sudah direndam dengan air hangat setelah buang air kecil agar vagina selalu bersih. Kebiasaan ini juga bisa mengurangi komplikasi masa nifas.

  1. Konsumsi serat

Setelah melahirkan normal dengan episiotomi biasanya ibu membutuhkan waktu selama 2 sampai 3 hari untuk bisa buang air besar secara normal. Memang kondisi ini sangat wajar karena dilema melahirkan normal tanpa jahitan mungkin tidak terkadang tidak bisa dihindari. Untuk membantu ibu tidak mengalami robekan saat mengejan ketika buang air besar maka konsumsi makanan yang mengandung serat termasuk buah, sayuran dan air putih yang cukup. Jika ibu mengalami sembelit maka bisa menggunakan obat pelunak tinja sehingga ibu nyaman saat BAB.

  1. Biarkan vagina tidak lembab

Kemudian ibu juga bisa mencoba untuk membiarkan vagina terkena angin. Cara ini bisa dilakukan dengan melepas celana dalam selama kurang lebih 10 menit sambil istirahat di tempat tidur. Gunakan alas dari handuk yang bersih untuk menampung cairan nifas. Kemudian gunakan celana dalam dari bahan katun yang longgar agar area intim ibu tetap nyaman.

  1. Lakukan gerakan latihan ringan setelah beberapa minggu

Ibu mungkin bisa merasakan bahwa area vagina menjadi tidak elastis setelah melahirkan secara normal. Pada dasarnya proses agar area ini menjadi normal memang membutuhkan waktu selama beberapa minggu sampai bulan. Akibatnya ibu akan merasakan tidak nyaman saat jongkok dan gerakan lain. Untuk itu cobalah melakukan gerakan latihan ringan pada area panggul ke bawah. Misalnya dengan melakukan senam kegel ringan yang membuat area pelvic menjadi lentur kembali.

Nah itulah seputar informasi tentang kapan boleh jongkok setelah melahirkan normal dengan episiotomi? Untuk mencegah efek episiotomi maka ibu juga perlu untuk berkonsultasi dengan dokter yang merawat tentang perawatan episiotomi yang tepat.