4 Cara Mengatasi Kejang Agar Tidak Terulang

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Berbagai kondisi permasalahan kesehatan pada bayi dan anak pastinya akan membuat orang tua terutama ibu menjadi sedih, gusar, dan tidak tenang. Kondisi ini dikarenakan hubungan emosional yang kuat antara ibu dan anak serta adanya tanggung jawab ibu untuk senantiasa menjaga perkembangan bayi maupun anak dan merawatnya hingga dapat hidup secara mandiri. Berbagai upaya pastinya akan langsung dilakukan oleh setiap ibu untuk mengembalikan kondisi kesehatan bayi dalam keadaan yang normal.

Salah satu permasalahan yang juga sering kali menimbulkan ketakutan pada ibu terhadap kondisi anaknya adalah keadaan kejang. Kejang yang terjadi pada anak maupun bayi sering kali diperhatikan oleh setiap ibu terkait efek samping yang akan dihasilkannya karena situasi kejang ini sering kali dihubungkan dengan masalah kesehatan yang disebut sebagai epilepsi pada anak dan kondisi keterbelakangan mental. Dalam artikel ini, hamil.co.id akan membahas mengenai kondisi kejang pada anak dan cara mengatasi kejang agar tidak terulang yang dijelaskan dalam uraian di bawah ini.

Kejang Pada Anak

Sebelum lebih lanjut mengetahui cara mengatasi kejang agar tidak terulang pada anak anak maka yang pertama harus dipahami adalah kerjang itu terlebih dahulu. Kejang merupakan kondisi dimana otot otot tubuh berkontraksi secara tidak teratur yang sering kali disebabkan oleh adanya gangguan pada otak atau kondisi dimana dimana impuls atau rangsangan listrik dari otak mengalami kelainan. Kejang dapat terjadi pada sebagian tubuh maupun keseluruhan.

Kondisi kejang pada anak lebih sering terjadi adalah kejang demam. Kejang demam pada anak merupakan kondisi dimana tubuh mengalami kontraksi otot tidak teratur yang disebabkan oleh adanya kenaikan temperatur atau suhu tubuh yang drastis. Umumnya kejang demam tersebut disebabkan oleh adanya infeksi sehingga menimbulkan demam yang tinggi dan otak memberikan respon pada hari pertama demam. Kejang demam dapat terjadi pada bayi dengan usia 5 bulan hingga pada anak dengan usia 5 tahun.

Setiap orang tua seringkali merasa khawatir dan ketakutan berlebihan ketika anak mengalami kejang karena banyakanya pendapat yang mengatakan bahwa kejang demam dapat menjadi pertanda epilepsi atau bisa juga menyebabkan kematian mendadak dan kerusakan pada otak. Namun pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar karena sejauh ini belum pernah ditemukan kejadian kejang yang menyebabkan kematian mendadak secara langsung sehingga orang tua harus tetap tenang menghadapi anak yang kejang dan melakukan usaha yang benar.

Cara Mengatasi Kejang Agar Tidak Terulang

Untuk mengatasi kejang pada anak ada beberapa cara yang harus dilakukan diantaranya membaringkan anak pada tempat yang nyaman dan empuk serta jauhkan berbagai benda serta jangan memasukkan apapun kedalam mulut anak yang kejang. Selain itu, untuk membantu melegakan nafas maka cobalah melongarkan pakaian yang digunakan dan usahakan untuk segera memangil petugas medis untuk datang. Penggunaan obat anti kejang dapat diberikan sesuai dengan petunjuk dokter dan tenaga medis lainnya. Setelah kejang teratasi maka ibu harus memperhatikan berbagai cara yang dapat dilakukan agar kondisi kejang tidak terulang lagi yang diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Kenali penyebab kejang pada anak, langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejang terulang pada anak adalah dengan mengenali penyebab kejang pada anak terlebih dahulu. Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam proses mendiagnosa penyebab kejang diantaranaya melalui pemeriksaan laboratoium seperti darah, cairan tulang, pemeriksaan EEG, CT Scan, dan MRI.
  • Sembuhkan penyebab kejang pada anak, langkah selanjutnya setelah mengetahui penyebab kejang adalah dengan menyembuhkan kondisi yang menjadi pemicu kejang tersebut secara benar dan sesuai arahan dari dokter dengan begitu kejang tidak akan terulang kembali pada anak.
  • Perhatikan kesehatan anak, seperti yang dijelaskan diatas bahwa kejang yang terjadi pada anak sering kali merupakan kejang demam akibat peningkatan temperatur atau suhu tubuh secara drastis. Adanya peningkatan suhu tersebut terjadi akibat kondisi gangguan kesehatan pada anak seperti infeksi sehingga untuk menghindari kejang terulang maka setiap ibu harus memperhatikan kesehatan anaknya dan mengusahakan selalu dalam keadaan yang baik.
  • Perhatikan gejala terjadinya kejang, cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan gejala anak sebelum terjadi kejang seperti perubahan gerakan mata anak, tiba tiba terjatung dan tidak sadarkan diri, terjadinya gerakan ritmis, gemetar di seluruh tubuh, dan terjadinya perubahan suasana hati. Dengan memperhatikan ciri tersebut setidaknya ibu dapat melakukan upaya lebih untuk menghindari terjadinya efek samping dari kejang berulang tersebut.

Itulah beberapa hal yang dapat disampaikan mengenai kondisi kejang pada anak dan langkah langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua terutama ibu dalam mencegah kejang terulang kembali. Kejang mungkin tidak sepenuhnya dapat menimbulkan efek serius namun tetap saja perlu ditangani karena ketika anak mengalami kejang ia akan merasakan sakit yang berlebih. Ketika terjadi kejang maka lakukanlah proses pertolongan pertama bayi kejang yang benar. Dengan menjaga kesehatan tubuh anak maka ibu dapat menghindari berbagai macam gangguan kesehatan yang mengancam tubuh anak.

fbWhatsappTwitterLinkedIn