Cara Kerja Mencegah Kehamilan dengan KB Implan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

KB implan merupakan jenis alat kontrasepsi dengan tujuan mencegah adanya kehamilan yang dialami oleh ibu atau istri. Jenis KB ini menggunakan kandungan hormon progesteron dengan bentuk tabung. Jika dilihat bentuk fisiknya seperti korek api sehingga sangat kecil dan penggunaanya digunakan tepat dibawah jaringan kulit.

Bagaimana Cara Kerja Mencegah Kehamilan dengan menggunakan KB Implan ?

Cara kerja dari implan sendiri memasukan KB dibawah kulit sehingga tidak masuk langsung ke bagian reproduksi secara langsung seperti KB lainnya. Setelah itu KB akan melepaskan hormon progestin dalam kadar yang rendah. Sehingga akan membantu mencegah ovulasi ataupun pelepasan sel telur yang dilakukan siklus bulanan.

Wanita yang tidak berovulasi akan membatasi kondisi tubuh untuk hamil dan tidak mudah dibuahi. Selain itu hormon progestin yang dapat dilepaskan oleh KB susuk nantinya membantu menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau populer dengan serviks.

Selain itu agar mencegah sperma untuk bisa masuk ke dinding dan menempel di rahim. Hormon progestin dapat menipiskan lapisan dinding rahim pada ibu. Sehingga apabila sperma berhasil membuahkan sel telur, telur akan sulit menempel pada dinding rahim sebagai awal mula kehamilan.

Jika dilihat dari tahapannya, cara kerja KB implan yaitu:

  • KB akan membantu mengetalkan lendir bagian serviks, dan menghambat pembentukan endometrium secara natural sehingga terjadi implantasi
  • Membantu mengurangi dan menghambat sperma, menekan ovulasi serta efektif dalam mencegah kehamilan mulai dari 0,3 hingga 100 tahun
  • Membantu mencegah adanya ovulasi terutama saat ibu memiliki masa subur
  • Membantu mengubah lendir serviks menjadi kental dan sedikit menghambat pergerakan spermatozoa
  • Membantu mencegah adanya endometrium dan juga lapisan rahim berkembang ataupun mengalami pembuahan

Dengan mempengaruhi hormon yang digunakan dalam tubuh maka diharapkan KB bisa mencegah kehamilan dan mengatur hormon alami dari dalam.

Walaupun begitu apakah kinerja KB implan seringkali gagal? Mengingat keberhasilan KB sangat menentukan pilihan dari banyak ibu yang memasang pencegah kehamilan.

Faktanya semua KB memiliki risiko kegagalan, sehingga efek kb suntik 1 bulan tidak dapat 100% bekerja dan memaksimalkan kemungkinan bahwa ibu tidak akan kebobolan alias hamil. Namun adanya KB ini membantu menjaga risiko terjadi kehamilan yang lebih besar lagi jika melakukan hubungan suami istri.

Berdasarkan penelitian, penggunaan KB implan berjalan kurang lebih 98 hingga 99% ampuh untuk mencegah adanya kehamilan. Sehingga 1% kemungkinan gagal dan terjadi kehamilan bagi penggunanya.

Walaupun begitu rate atau angka 99% sangatlah tinggi untuk sebuah KB yang bisa mencegah ibu hamil agar tidak terjadi kehamilan setiap tahunnya.

Selain itu karena kinerja KB implan mempengaruhi hormon sehingga ada beberapa hal yang dianggap fakta sebagai perhatian pengguna KB, yaitu:

  • Wanita gemuk bukan dilarang untuk menggunakan KB Implan Sehingga untuk wanita yang bertubuh gemuk umumnya tidak disarankan terutama di atas 80 kg. Hal ini dikarenakan hormon yang dimiliki pada KB implan tersebut tidak akan berfungsi secara maksima, dan juga mengurangi kemungkinan adanya hormon yang menempel pada dinding rahim ataupun alat reproduksi wanita seperti bagian sel telur sehingga kemungkinan untuk hamil menjadi lebih besar.
  • Ada yang mengatakan bahwa dengan menggunakan KB implan. Umumnya para wanita sulit untuk melakukan aktivitas dan juga kegiatan berat di luar rumah mereka tidak bisa membawa barang yang cukup berat ataupun aktivitas yang Intens, karena dapat merusak dan juga membuat KB implan menjadi berubah posisi. Padahal faktanya apabila kondisi penanaman KB implan baik. Maka posisi tidak akan berubah walaupun aktivitas cukup berat dan kegiatan yang dilakukan oleh Ibu memang memiliki atau membutuhkan tenaga besar.
  • Apabila memutuskan untuk menggunakan KB implan. Maka Ibu ataupun Bunda yang baru saja memasangnya harus beristirahat kurang lebih satu hingga dua minggu, setelah dilakukan pemasangan tujuannya untuk  memastikan bahwa KB implan tersebut Aman dan juga tertanam sempurna.
  • Terakhir mitos dan juga informasi yang cukup populer dan dimaksudkan kepada para ibu yang menggunakan KB implan yaitu adanya informasi bahwa dengan menggunakan jenis ini maka ibu akan menjadi sulit hamil ataupun rahim menjadi kering faktanya hormon tersebut hanya mengontrol ataupun membantu ibu untuk bisa mengelola sel telur dan juga menghambat adanya pembuahan selama KB tersebut digunakan tetapi tidak menyebabkan efek samping ataupun hal buruk lainnya selama penggunaan KB.

Hal penting yang harus dipahami adalah Bunda harus tetap melakukan konsultasi dan juga pemeriksaan secara rutin, bersama dengan dokter dan juga bidan untuk memilih dan juga menentukan jenis pil KB yang bagus dan yang paling tepat dan sesuai.

fbWhatsappTwitterLinkedIn