Penyebab Anak Minta Ditunggu Sekolah Dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ketika mengasuh anak yang baru mau masuk sekolah pertama kali, maka itu pasti akan membuat orang tua merasa takut. Orang tua mungkin juga merasa sedikit khawatir karena selama ini anak tidak pernah lepas dari lingkungan rumah. Dan anak yang mau masuk sekolah menjadi sangat rewel karena merasa takut. Anak menjadi terlihat tidak nyaman dan hal yang sangat sering terjadi adalah bahwa anak selalu minta ditunggu di sekolah. Dan yang lebih parah adalah anak tidak berani masuk ke kelas sendiri sehingga terpaksa orang tua harus di dekat anak. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai penyebab anak minta ditunggu sekolah dan cara mengatasinya.

Penyebab

  1. Anak takut dengan teman baru

Sekolah memang menjadi lingkungan yang asing dimana anak pertama kali bertemu dengan teman baru dan orang-orang baru. Akhirnya anak hanya diam saja dan tidak berani bersosialisasi. Karena itu dari rumah ajarkan anak untuk berteman dan berkenalan. Ini juga menjadi  cara mendidik anak agar percaya diri.

  1. Anak takut dengan suasana kelas sekolah

Suasana sekolah yang besar dan baru membuat anak merasa sangat takut. Kelas bukan seperti lingkungan rumah dimana anak diminta untuk melakukan berbagai tugas. Nah inilah yang membuat anak menjadi tidak nyaman dengan lingkungan sekolah.

  1. Anak takut dengan orang asing dan baru

Teman dan guru di sekolah termasuk orang asing bagi anak. Anak menjadi takut untuk bicara dan berkenalan. Jika ini yang terjadi sebaiknya orang tua tidak perlu takut. Hampir semua anak akan mengalami hal ini.

  1. Sekolah tempat menyeramkan

Banyak anak yang tidak paham bahwa sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Semua karena sikap dari orang tua atau lingkungan keluarga yang kurang paham dengan cara mengajarkan sekolah untuk anak saat baru pertama kali. Sebaiknya kenalkan anak dengan sekolah sebagai tempat yang aman agar ini menjadi cara mendidik anak agar berani.

Cara Mengatasi

  1. Mulailah secara perlahan

Semua anak pasti akan merasa takut saat baru pertama kali masuk sekolah. Untuk mengatasinya maka lakukan secara perlahan dan tidak perlu memaksa anak dan jangan sampai membentak anak saat merengek. Jika dilakukan maka bisa menyebabkan  dampak membentak anak. Jadi lakukan dengan cara yang lambat dan lembut untuk anak. Orang tua bisa mulai membuat program mulai dari minggu pertama, minggu kedua, minggu ketiga sampai minggu ke empat. Saat sudah semakin lama maka biarkan anak percaya diri di kelas tanpa ditunggu orang tua.

  1. Cobalah untuk percaya pada anak dan guru

Salah satu yang membuat anak sangat takut di sekolah adalah ketika orang tua tidak percaya dengan anak dan guru. Akhirnya orang tua selalu merasa sangat khawatir dan tidak nyaman. Ikatan perasaan ini sangat buruk untuk anak. Untuk mengatasinya maka cobalah percaya pada anak sendiri dan guru. Berikan pesan kepada guru tentang sifat anak Anda dan bagaimana kebiasaan anak. Langkah percaya ini akan menjadi cara mengatasi anak tantrum.

  1. Berikan pujian dan hadiah

Kemudian langkah lain yang bisa ibu lakukan adalah dengan mencoba memberikan iming-iming pada anak. Caranya adalah dengan memberikan janji pada anak misalnya jika anak berani maka akan mendapatkan hadiah. Langkah pertama ibu bisa memberikan pujian kemudian sesekali juga hadiah. Berikan hadiah saat anak pulang sekolah dan pasti anak akan merasa lebih senang. Langkah ini juga menjadi salah satu  cara mendidik anak agar nurut dengan orang tua.

  1. Berikan bekal yang disukai anak

Ketika anak harus di sekolah selama beberapa jam maka biasanya anak akan merindukan suasana rumah. Untuk mengatasi hal ini maka orang tua bisa mencoba memberikan bekal pada anak. Anda bisa mencoba membuatkan sarapan atau makanan yang bisa membuat anak tetap semangat saat di sekolah. Cara ini juga akan mengajari anak agar lebih nyaman saat di sekolah.

Begitulah beberapa penyebab anak minta ditunggu sekolah dan cara mengatasinya. Semua orang tua bisa mencoba lagi untuk melihat apa penyebab sebenarnya kemudian mengatasinya sesuai kondisi anak.

fbWhatsappTwitterLinkedIn