4 Macam Obat yang Kontraindikasi pada Ibu Hamil

Setiap pasangan yang baru menikah, tentu sangat mendambakan keturunan. Hadirnya anak di tengah-tengah rumah tangga memang menjadi salah satu yang diidamkan setiap pasangan yang telah menikah. Oleh karena itu, terkadang rasa bahagia karena hamil tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Namun, muncul rasa was-was yang berbarengan dengan hal tersebut. Dan hal tersebut sangat wajar terjadi. Apalagi jika ibu hamil anak pertama. Begitu banyak hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan. Mulai asupan nutrisi, menjaga kesehatan, dan tak lupa larangan ibu hamil,tak lain untuk menjaga perkembangan janin.

Salah satu hal yang terkadang luput diperhatikan adalah obat yang kontraindikasi pada ibu hamil. Hal ini sangat penting diperhatikan, karena ibu hamil relatif lebih rentan dibandingkan sebelumnya. Tak jarang sakit sederhana seperti flu pun harus diperhatikan betul obat yang digunakan.

Ngomong-ngomong, apa sih yang dimaksud dengan kontraindikasi sendiri? Kenapa ibu hamil wajib untuk mengetahui hal tersebut? Oke mari kita bahas sedikit tentang pengertian kontraindikasi. Jadi dalam istilah farmakologi, pengertian kontraindikasi sendiri adalah kondisi tertentu dimana obat, prosedur, atau operasi tidak boleh digunakan atau dilakukan karena efeknya dapat membahayakan orang tersebut.

Kontraindikasi dapat bersifat relatif artinya masih dapat digunakan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dihentikan. Serta kontraindikasi absolut atau mutlak, dimana jika dipaksa untuk dilakukan dapat sangat membahayakan kesehatan orang tersebut.

Yuk moms, kita coba kenali dulu apa sih obat yang kontraindikasi pada ibu hamil, simak daftarnya di bawah ini :

1. Ibuprofen

Nah ini loh yang termasuk ke dalam obat kontraindikasi relatif bagi ibu hamil. Obat ini memang tidak disarankan untuk ibu yang sedang hamil terutama pada semester akhir kehamilan.

Obat satu ini dapat menyebabkan penutupan prematur pembuluh darah pada jantung. Bagian tersebut diperlukan untuk tetap terbuka saat bayi masih dalam rahim, dan akan segera tertutup setelah bayi dilahirkan. Namun pada kondisi tertentu misalnya untuk mengilangi nyeri khususnya jika tidak ada pilihan lain, ibuprofen dapat digunakan. Mungkin anda juga ingin tahu tentang bolehkah ibu hamil minum asam mefenamat?

2. Aspirin

Moms, penggunaan aspirin juga sebaiknya dihentikan selama proses kehamilan ya. Obat satu ini ditengarai dapat mengganggu aliran darah janin, dan bahkan pada tingkat yang lebih esktrim lagi dapat membahayakan janin itu sendiri contohnya seperti kerusakan paru-paru. Wajib tahu ya moms, soalnya obat satu ini sering kita gunakan saat sakit gigi, sakit kepala atau saat sedang demam.

3. Obat Tidur

Penyakit lain yang biasa menghampiri ibu hamil adalah insomnia atau kesulitan tidur. Tak jarang untuk mengatasi ini ibu berusaha untuk mengkonsumsi obat tidur, atau mungkin malah obat penenang dengan harapan tubuh dan pikiran dapat lebih rileks.

But moms, hentikan sekarang juga kebiasaan itu jika anda ingin bayi anda terlahir dengan sehat ya! Hal ini dikarenakan obat tidur ditengarai dapat menyebabkan risiko perkembangan otak serta penyebab pertumbuhan janin tidak normal, sama dengan efek yang ditimbulkan oleh obat keras dan alkohol. Contohnya saja ADHD, kelainan mental, terlambat belajar, dan kelainan lainnya.

4. Antihistamin

Obat yang kontraindikasi pada ibu hamil satu ini banyak ditemukan pada obat-obatan yang bebas dijual apalagi pada obat alergi. Pada obat antimabuk kendaraan juga biasanya terdapat kandungan zat ini di dalamnya.

Hentikan penggunaan obat ini untuk alasan apapun ya moms, karena biasanya obat ini sering digunakan juga untuk melawan morning sickness saat trimester awal kehamilan. Obat ini dapat menyebabkan kelahiran prematur, masalah pernapasan, masalah infeksi, dan masalah tumbuh kembang pada bayi.

Well, moms semoga informasi di atas cukup bermanfaat ya. Agar anda terhindar dari kemungkinan buruk saat hamil, ada baiknya selalu menjadwalkan pertemuan dengan dokter obgyn. Jangan pernah malu untuk bertanya ya, soalnya anda bayar dokter agar mereka bisa memberikan penjelasan yang anda tidak tahu!