7 Fakta Tentang Hamil Kedua Yang Perlu Diketahui

Setiap pasangan suami istri pasti punya target pencapaian dalam keluarga yang dibinanya baik direncanakan secara matang maupun tetap memiliki batasan meskipun berjalan apa adanya. Memiliki keturunan merupakan salah satu rencana dan bisa jadi dikatakan sebagai tujuan dalam sebuah pernikahan. Keluarga yang lengkap dan sempurna baru dapat dicapai ketika sudah ada anak di dalamnya. Bahkan, gambaran keluarga ideal selalu dikaitkan dengan ayah, ibu, dan anak dengan jumlah dua.

Sebagai tujuan dari pernikahan, suami dan istri tentu juga melakukan pengaturan terhadap kehamilan dan kapan anak pertama maupun anak kedua harus ada. Kondisi tersebut terutama biasanya berlaku untuk anak kedua dimana perlu adanya pertimbangan ketika menjalani proses kehamilan selanjutnya. Beberapa pertimbangan tersebut terkait dengan jarak dari kehamilan pertama, kondisi keluarga dan lain sebagainya, termasuk keadaan fisik ibu hamil pasca menjalani kehamilan pertamanya.

Perencanaan kehamilan menjadi suatu yang wajar meskipun terkadang kerap kali banyak dari pasangan mendapatkan kehamilan kedua tanpa diduga sebelumnya. Kehamilan kedua tentu berbeda dengan proses kehamilan pertama yang dijalani oleh seorang ibu hamil. Pasti ada beberapa gejala yang dirasakan berbeda termasuk kesiapan mental yang dimiliki oleh wanita di kehamilan kedua. Berikut beberapa ulasan yang perlu diperhatikan dengan baik terkait dengan fakta tetang hamil kedua dalam penjelasan di bawah ini.

1. Mental dan fisik ibu hamil lebih siap

Fakta pertama yang cukup positif bagi ibu hamil ketika hamil yang kedua adalah kesiapan mental dan fisiknya. Ibu yang telah memiliki pengalaman di kehamilan pertamanya pastinya memiliki mental dan fisik yang lebih siap untuk menghadapi kehamilan kedua. Kondisi kesiapan ini sangat penting untuk membantu ibu lebih sabar, kuat, tidak panik, dalam menjadikan setiap proses kehamilan berlangsung dengan baik.

2. Ibu lebih peka dalam merasakan gerakan janin

Saat menjalani kehamilan kedua biasanya ibu dapat merasakan janin lebih cepat dari biasanya dimana di kehamilan pertama terkadang janin baru dapat dirasakan ketika sudah memiliki usia kehamilan cukup tua. Kondisi kemampuan ibu untuk merasakan gerakan janin lebih awal tersebut terjadi karena memang ibu jauh lebih peka pada tubuhnya karena pengalaman dari kehamilan pertama.

3. Perut ibu hamil akan lebih buncit

Fakta tentan hamil kedua yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil lainnya adalah kondisi perutnya yang akan terlihat lebih buncit dari kehamilan pertama. Kondisi lebih buncitnya perut ibu hamil tersebut dikarenakan otot perut yang pernah meregang sebelumnya. Otot ligamen yang pernah merenggang tersebut akan menyebabkan ibu terlihat buncit lebih cepat dari kehamilan sebelumnya.

4. Mudah lelah dan nyeri perut yang lebih kuat

Hal lain yang juga akan dirasakan oleh ibu hamil di kehamilan keduanya adalah kondisi gejala hamil muda yang terasa lebih kuat terutama untuk keadaan ibu yang mudah lelah dan nyeri perut. Kondisi tersebut dapat terjadi hormon relaxin yang lebih meningkat di kehamilan kedua menjadikan ibu lebih mudah lelah. Sedangkan untuk kondisi nyeri perut, posisi janin di kehamilan kedua biasanya akan berada lebih ke bawah sehingga akan merasakan kondisi sakit di bagian perut lebih kuat.

5. Kontraksi palsu yang terjadi lebih sering

Tubuh ibu hamil yang pernah mengalami kontraksi sebelumnya pada saat persalinan kehamilan pertama akan memberikan dampak pada sering munculnya kontraksi palsu. Ibu hamil di kehamilan keduanya harus lebih peka untuk dapat membedakan mana yang termasuk kontraksi paslu, kontraksi asli  atau bahkan hanya gejala atau tanda kehamilan biasa saja.

6. Rasa sakit kontraksi persalinan yang lebih kuat

Meskipun pernah menjalani proses persalinan sebelumnya, ibu di kehamilan kedua ternyata akan merasakan kondisi rasa sakit pada saat kontraksi yang lebih kuat. Rasa sakit kontraksi rahim tersebut terjadi pada saat setelah proses persalinan dan biasanya tidak akan dirasakan pada kehamilan pertama. Kondisi rasa sakit muncul karena otot uterus yang tidak sekencang dulu.

7. Proses persalinan lebih cepat

Melahirkan normal merupakan harapan bagi setiap ibu hamil untuk mengakhiri proses kehamilannya yang akan berlangsung selama kurang lebih 40 minggu. Para proses melahirkan normal yang terjadi untuk ibu dengan kehamilan keduanya biasanya akan dirasakan lebih cepat. Proses persalinan yang berlangsung lebih cepat tersebut terjadi karena organ reproduksi ibu hamil sudah mengenali proses dan tahapan kehamilan yang sebelumnya sudah pernah dirasakan pada kehamilan pertama.

Itulah beberapa penjelasan yang perlu diperhatikan dengan baik oleh setiap ibu hamil terkait dengan fakta tentang hamil kedua. Tentu akan ada kondisi yang berbeda bagi ibu hamil ketika merasakan kehamilan kedua terutama untuk beberapa hal yang disebutkan diatas. Fakta diatas tentu tidak akan terjadi sepenuhnya pada seluruh kehamilan dan biasanya gejala ibu hamil akan saling berbeda satu sama lain tergantung pada beberapa hal seperti kondisi ibu hamil dan cara persalinan di kehamilan sebelumnya.