Penyebab Kantung Janin Tidak Berkembang Yang Perlu Diperhatikan

Kehamilan menjadi salah satu proses yang harus dilewati oleh perempuan untuk meningkatkan statunya menjadi wanita sempurna dan memiliki peran penuh sebagai seorang ibu. Masa kehamilan akan dijalani oleh seorang ibu hamil selama kurang lebih 40 minggu hingga akhirnya terjadi proses persalinan dimana bayi akan lahir. Dalam prosesnya melewati masa kehamilan tersebut tentu akan terjadi berbagai macam perubahan pada tubuh ibu hamil untuk menyesuaikan perkembangan pada proses kehamilan pada setiap usia kehamilannya.

Awal kehamilan atau pada trimester awal yang dijalani oleh ibu hamil merupakan masa paling kritis dimana banyak terjadi perubahan yang cukup signifikan pada tubuh ibu hamil dalam prosesnya untuk menyiapkan kehamilan. Angka keguguran pada awal kehamilan memiliki resiko yang cukup besar dibandingkan dengan kehamilan yang sudah memasuki usia tua. Pada awal kehamilan ini juga banyak ibu hamil yang merasakan gejala atau tanda kehamilan normal namun cukup menganggu.

Dalam prosesnya, pada awal awal kehamilan seluruh bagian tubuh yang berkembang dan diperlukan dalam menjaga kondisi janin akan terbentuk dan tentunya permasalahan pada bagian bagian tersebut juga dapat terjadi sehingga setiap ibu hamil perlu memberikan perhatian lebih ketika memasuki awal kehamilan. Salah satu bentuk permasalahan yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah kondisi dimana kantung janin tidak berkembang. Berikut penjelasan mengenai penyebab kantung janin tidak berkembang dalam ulasan di bawah ini.

  1. Usia kehamilan yang masih muda

Kantung janin merupakan bagian dari perkembangan janin yang lebih dahulu ada sebelum dapat diketahui adanya janin dalam kehamilan tersebut. Penyebab kantung janin tidak berkembang yang pertama sebenarnya bukan karena tidak adanya perkembangan namun memang belum dapat terlihat sebagai salah satu gejala hamil muda. Kantung janin biasanya dapat dilihat pada usia kehamilan 6 minggu dan beberapa orang tertentu dapat lebih cepat dilihat kantung janinnya. Untuk mengetahui adanya kantung janin, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat ultrasonografi atau USG.

  1. Tidak terjadi kehamilan

Penyebab selanjutnya yang juga dapat menjadikan kantung janin tidak berkembang atau tidak terlihat dalam proses pemeriksaan USG adalah karena memang tidak terjadi kehamilan. Kantung janin merupakan salah satu pertanda utama positifnya proses kehamilan seorang ibu hamil. Meskipun sudah mengalami adanya gejala hamil pada awal awal kehamilan tetap saja ketika tidak ada kantung janin pada pemeriksaan berulang dengan USG menunjukan bahwa kehamilan tidak terjadi dan kantung maupun janin juga tidak akan berkembang di dalam rahim ibu hamil.

  1. Keguguran

Penyebab lainnya yang menjadikan kantung janin tidak mengalami perkembangan adalah karena kondisi keguguran. Seperti yang dijelaskan diatas, kondisi keguguran dapat memiliki resiko tinggi terjadi pada awal kehamilan dan dipengaruhi oleh berbagai hal. Pada kondisi keguguran, kematian janin di dalam rahim akan terjadi sehingga tidak akan berkembang lagi sesuai dengan usia kehamilan. Tidak adanya perkembangan janin tersebut menjadikan kantung janin lama kelamaan juga akan hilang sehingga tidak terlihat lagi jika diperiksa menggunakan USG.

  1. Kehamilan ektopik

Kondisi selanjutnya yang juga dapat menjadi penyebab kantung janin tidak berkembang adalah karena kehamilan tidak terjadi di dalam rahim. Kondisi kehamilan yang tidak terjadi di dalam rahim tersebut dapat menjadikan tidak terlihatnya kantung janin ataupun janin di dalam kantung kehamilan tersebut. Kondisi kehamilan dimana janin tidak berkembang di rahim disebut sebagai kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik secara definisi adalah adalah suatu kondisi dimana pembuahan sel terjadi di bagian luar rahim, biasanya banyak terjadi di tuba falopi pada kasus kasus gangguan kehamilan tersebut.

Kondisi penempelan sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma diluar rahim tersebut terjadi karena beberapa faktor terutama disebabkan oleh adanya tuba falopi. Kerusakan tuba falopi seperti ditemukannya peradangan atau inflamasi akan menghalangi jalannya sel telur yang sudah dibuahi untuk berjalan menuju rahim dimana tempat implantasi secara normal terjadi. Secara proses sel telur yang sudah dibuahi akan menetap sementara di tuba falopi selama kurang lebih 3 hari dan akan dilepas ke rahim. Karena proses itulah yang menjadikan kehamilan ektopik banyak terjadi pada bagian tuba falopi dibandingkan bagian reproduksi wanita lainnnya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab kantung janin tidak berkembang yang perlu diperhatikan dengan baik oleh setiap ibu hamil. Pada awal kehamilan, setiap ibu hamil wajib memeriksakan kondisi kehamilannya dengan dokter kandungan ataupun tenaga medis lain seperti bidan meskipun sudah ada tanda tanda kehamilan yang ditunjukkan oleh ibu hamil. Memeriksakan kondisi kehamilan terutama pada awal awal kehamilan sangat penting untuk mencegah terjadinya kondisi yang berbahaya bagi proses kehamilan serta menghindari keguguran yang memiliki resiko tinggi pada awal kehamilan. Tidak berkembangnya kantung janin menandakan bahwaa tidak ada janin yang berkembang di rahim sehingga lebih mengarah pada kondisi tidak hamil.