Penyebab Hepatitis B Pada Ibu Hamil Yang Perlu Diperhatikan Dan Dihindari

Selama proses kehamilan, setiap ibu hamil tentu menginginkan agar janin di dalam kandungannya dapat berkembang dengan baik hingga akhir masa kehamilan. Selain kondisi perkembangan bayi yang harus dijaga dengan baik, keadaan lain yang perlu diperhatikan selalu adalah kondisi kesehatan dari ibu hamil. Kesehatan yang terganggu pada proses kehamilan seringkali dapat disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu  yang lebih mengancam kesehatan tubuh ibu hamil dan berdampak pada proses kehamilan.

Demi terhindarnya keadaan yang berbahaya dan mengarah sebagai gangguan kehamilan, tentu ibu harus memperhatikan dan melakukan berbagai macam hal dalam bentu usha demi menjaga kesehatan serta kondisi janin di dalam kandungan. Beberapa usaha seperti mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil, menghindari aktivitas berat, beristirahat yang cukup, hingga berkonsultasi secara rutin dengan dokter kandungan bisa jadi kurang ketika ibu juga tidak memahami setiap ancaman kesehatan yang berbahaya.

Salah satu kondisi yang mungkin saja dapat dialami oleh ibu dan berdampak berbahaya adalah ketika ibu menderita penyakit hepatitis B saat hamil. Penyakit hepatiti dapat terjadi sebelum proses kehamilan dan berlanjut hingga kehamilan atau muncul pada saat ibu hamil yang menjadi salah satu jenis penyakit berbahaya bagi kesehatan maupun janin di dalam kandungan secara langsung. Untuk dapat menghindarinya, berikut beberapa penyebab hepatitis B pada ibu hamil yang perlu diperhatikan dengan baik.

Penyebab Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Penyebab utama terjadinya hepatitis B pada ibu hamil maupun manusia lainnya secara umum sama yakni akibat adanya infeksi virus hepatitis B (HBV). Infeksi virus hepatitis B yang terjadi pada hati dapat menyebabkan kondisi akut dan kronis yang berbahaya bagi kondisi kesehatan ibu maupun janin ketika sudah masuk dalam level yang parah. Adanya infeksi virus hepatitis B (HBV) pada ibu hamil tersebut dapat disebabkan beberapa hal terutama penularan yang terjadi dalam aktivitas berikut :

  1. Hubungan seksual, infeksi virus hepatitis B dapat terjadi pada ibu hamil akibat penularan dari pasangannya yang lebih dahulu mengidap penyakit hepatitis B tersebut. Hubungan seksual dengan pasangan dapat menularkan virus hepatitis B melalui media sperma laki laki yang masuk ke dalam vagina ibu hamil.
  2. Penggunaan jarum suntik bersamaan, virus hepatitis dapat ditularkan melalui darah yang biasanya terjadi karena penggunaan jarum suntik bersamaan dengan pengidap penyakit hepatitis B. Penggunaan jarum suntik bersamaan tersebut pada ibu hamil dapat terjadi akibat kesalahan dan kelalaian tenaga medis yang tidak menganggi jarum suntiknya.
  3. Kontak jarum suntik secara tidak sengaja, ibu hamil yang memiliki profesi sebagai tenaga medis tidak menutup kemungkinan dapat mengalami penularan hepatitis B yang lebih tinggi terutama ketika tidak sengaja melakukan kontak dengan jarum suntik bekas pasien hepatitis B.
  4. Perilaku buruk ibu hamil, penyebab lainnya yang dapat menjadikan ibu hamil mengalami infeksi virus hepatitis B adalah karena adanya perilaku buruk dan gaya hidup yang tidak sehat seperti sering berganti pasangan, menggunakan jarum suntik yang sama saat membuat tato.

Itulah beberapa penyebab yang dapat menjadikan ibu hamil mengalami penularan infeksi virus hepatitis B. Aktivitas yang menjadikan ibu hamil dapat mengidap penyakit hepatitis B tersebut harus dapat dihindari secara penuh dan didukung dengan pola hidup sehat yang dilakukan oleh ibu hamil. Karena adanya bahaya hepatitis bagi ibu hamil tersebut ada pemahaman terhadap gejala munculnya penyakit hepatitis perlu diperhatikan dengan baik diantaranya seperti :

  1. Hilangnya nafsu makan ibu hamil yang seharusnya selama proses kehamilan ibu akan lebih banyak makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.
  2. Mual dan muntah yang bisa jadi tidak dapat dibedakan dengan kondisi morning sickness sebagai gejala umum atau tanda kehamilan.
  3. Nyeri pada perut bagian bawah juga merupakan pertanda atau gejala awal infeksi virus hepatitis B yang hampir sama dengan gejala orang hamil.
  4. Gejala paling spesifik dari hepatitis B adalah sakit kuning dimana pada bagian mata dan kulit akan mengalami perubahan menjadi berwarna kuning.
  5. Gejala hepatitis B pada ibu hamil yang lain mirip dengan pilek yakni kondisi tubuh yang lelah, sakit kepala, dan lain sebagainya.

Beberapa pertanda atau gejala umum seseorang mengalami penyakit hepatitis B pada ibu hamil diatas harus perlu untuk segera mendapatkan diagnosis secara medis guna memastikan apakah pertanda yang ditunjukan oleh ibu hamil memang benar merupakan penyakit hepatitis B. Dalam proses diagnosisinya, hepatitis B dapat diketahui melalui pemeriksaan tes antigen dan antibodi virus hepatitis B. Tiga jenis tes antigen tersebut diantaranya seperti hepatitis B surface antigen (HbsAg), hepatitis B core antigen (HbcAg), antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg). Selain tes antigen tersebut, tes fungsi hati juga diperlukan untuk memastikan penyakit yang di derita oleh ibu hamil.