Penyebab Hamil 3 Bulan Keluar Darah Seperti Haid Yang Patut Diwaspadai

Setiap ibu hamil dalam proses kehamilannya sangat perlu memperhatikan setiap hal yang terjadi pada kondisi tubuhnya untuk menjaga agar kehamilan berlangsung secara normal dan lancar. Kondisi upaya tertentu sangat diperlukan mengingat kadaan tubuh ibu hamil yang sangat rentan dalam selama proses kehamilan. Kerentanan tersebut harus dijaga sehingga tidak menyebabkan pengaruh yang berbahaya bagi terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan janin di dalam kandungan.

Dalam upayanya menjaga kehamilan, ada usaha yang dapat dilakuan oleh setiap ibu hamil seperti memenuhi aupan nutrisi ibu hamil dengan konsumsi makanan sehat dan menghindari pantagan ibu hamil muda, menjaga waktu dan kualitas istirahat, berkonsultasi secara rutin dengan dokter kandungan untuk memastikan bahwa setiap proses yang terjadi pada tubuh ibu hamil dalam kondisi yang normal dan sehat termasuk perkembangan dan kondisi kesehatan janin di dalam kandungan.

Selain beberapa hal yang dapat diupayakan ibu hamil tersebut, memahami apa yang terjadi pada tubuhnya melalui gejala gejala hamil muda maupun hamil tua menjadi langkah pencegahan berbagai keadaan berbahaya. Kondisi ini dikarenakan gejala tersebut kerap diamati apakah merupakan keadaan yang normal atau tidak termasuk ketika hamil 3 bulan keluar darah seperti haid. Berikut beberapa penjelasan mengenai penyebab hamil 5 bulan mengeluarkan darah yang seperti haid dalam ulasan di bawah ini.

Pelekatan janin pada dinding rahim

Kemungkinan penyebab pertama yang menjadikan ibu hamil mengalami kondisi pendarahan seperti darah haid adalah proses pelekatan janin pada dinding rahim. Pendarahan akibat pelekatan janin pada dinding rahim tersebut dapat ditandai dengan gejala pendarahan yang memang menyerupai gejala haid dimana hanya akan ada flek darah pada celana dalam ibu hamil. Kondisi pendarahan yang terjadi pada ibu hamil tersebut dapat dikatakan normal dan pastinya akan berangsur angsur membaik dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah atau gangguan kehamilan berbahaya.

Keguguran

Pelekatan janin pada dinding rahim biasanya memicu pendarahan dan terjadi di awal awal kehamilan sehingga bisa jadi ketuka hamil 3 bulan keluar darah seperti haid bukan itu penyebabnya namun lebih mengarah pada kondisi keguguran. Keadaan ini tentu harus diperhatikan dengan baik oleh setiap ibu hamil mengingat keguguran merupakan masalah kehamilan yang paling berbahaya dimana ibu akan kehilangan bayinya tersebut. Ada beberapa penyebab keguguran hamil muda pada kehamilan 3 bulan diantaranya seperti :

1. Penyakit pada tubuh ibu hamil

Penyebab pertama yang menjadikan ibu hamil mengalami keguguran adalah karena mengidap penyakit tertentu. Beberapa jenis penyakit yang dapat memicu terjadinya keguguran pada ibu hamil diantaranya seperti penyakit kronis diabetes, penyakit ginjal, penyakit autoimun seperti lupus, dan penyakit infeksi. Terkait kondisi penyakit infeksi ada beberapa jenis infeksi berbahaya bagi ibu hamil diantaranya seperti toxoplasmosis, rubella, dan sifilis. Untuk mencegah kondisi ini terjadi maka persipakan kehamilan ketika kondisi tubuh ibu hamil dalam keadaan yang sehat dan pastikan selama proses kehamilan tidak ada infeksi yang menyerang tubuh ibu hamil.

2. Gangguan hormonal

Selain karena penyakit, ibu hamil juga dapat mengalami resiiko keguguran karena adanya gangguan hormonal di dalam tubuhnya. Penyakit tiroid merupakan salah satu bentuk gangguan hormonal yang dapat terjadi pada ibu hamil sebagai pemicu terjadinya keguguran. Kondisi gangguan hormonal tersebut dapat diatasi sebelum kehamilan ketika memang diketahui secara cepat.

3. Kelainan rahim

Pendarahan ibu hamil 3 bulan dengan kondisi seperti haid yang deras memang merupakan pertanda berbahaya sebagai salah satu gejala atau tanda tanda keguguran. Kelainan rahim merupakan penyebab lainnya yang juga menjadikan seorang ibu hamil dapat mengalami keguguran. Bentuk kelainan rahim tersebut seperti serviks yang lemah dan masalah miom. Ibu hamil yang mengalami kelainan rahim haruslah mendapatkan perawatan insentif demi menjaga kondisi kehamilannya. Perawatan insentif dapat membantu ibu hamil memiliki peluang kehamilan yang berakhir normal hingga proses persalinan meskipun memiliki riwayat kelainan rahim.

4. Pengaruh obat obatan tertentu

Penyebab terakhir yang dapat menjadikan ibu hamil 3 bulan mengalami kondisi keguguran dengan gejala pendarahan seperti darah haid deras dan berisi gumpalan adalah penggunaan obat obatan tertentu yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Beberapa obat yang dapat menyebabkan terjadinya resiko keguguran pada ibu hamil diantaranya seperti obat anti nyeri NSAID, obat methotrexate, dan obat retinoid. Penggunaan obat obatan tersebut sebaiknya tidak digunakan ketika manfaatnya memang kurang dibutuhkan oleh ibu hamil demi mencegah terjadinya keguguran.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab terjadinya kondisi hamil 3 bulan keluar darah seperti haid yang terbagi menjadi dua yakni penyebab beresiko rendah dan penyebab beresiko tinggi keguguran. Kondisi pendarahan memang sangat identik dengan keguguran pada ibu hamil terutama jika terjadi pada awal awal kehamilan. Untuk mencegah kondisi berbahaya, ibu hamil sebaiknya segera mengkonsultasikan kondisi pendarahan tersebut dengan dokter agar segera ditangani.