Ini Pemulihan Setelah Vakum Aspirasi Yang Wajib Diketahui

Vakum asipirasi atau kuret aspirasi adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengeluarkan sisa-sisa janin dari dalam rahim. Proses ini memang cukup sering dilakukan oleh wanita hamil yang baru saja mengalami keguguran. Tak jarang juga dilakukan oleh wanita hamil yang janinnya tidak berkembang sehingga harus dilakukan tindakan aborsi. Kenali tentang ciri-ciri bayi meninggal dalam kandungan agar anda dapat cepat mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan.

Ngeri ya ladies denger istilah ini, baca juga tentang bahaya kuret vakum? Tapi kenyataannya memang tindakan vakum aspirasi kadangkala harus dilakukan, terlebih jika cara alami tidak dapat ditempuh. Teknik ini sendiri dilakukan dengan jalan penghisapan untuk mengeluarkan jaringan yang diinginkan. Vakum aspirasi lebih sering dipakai karena dianggap lebih aman serta lebih minim komplikasi dengan cara kuret biasa.

Setelah melakukan proses vakum aspirasi apa sih sebenarnya yang akan terjadi pada ibu hamil? Ibu hamil yang telah mengalami proses vakum aspirasi harus melakukan pemulihan. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang pemulihan setelah vakum aspirasi yang harus dijalani pasien. Pasca melakukan prosedur vakum aspirasi seseorang akan mengalami pendarahan, meskipun dia tidak sedang menstruasi kurang lebih selama 3-6 minggu.

Hal ini memang wajar terjadi, sehingga pasien tidak perlu khawatir. Kecuali jika pendarahan yang terjadi berlebihan, dan sudah dianggap tidak wajar hingga pasien mengalami penurunan kesehatan secara drastis. Pada fase pemulihan ini, pasien juga akan mengalami rasa kram di perut, hampir sama dengan ketika mereka mengalami menstruasi. Selain itu akan muncul gumpalan-gumpalan darah selama proses tersebut berlangsung.

Selain rasa sakit pada perut, anda juga akan merasakan mudah lelah dibandingkan hari-hari biasanya. Oleh karena itu disarankan pada proses pemulihan ini, anda memaksimalkan waktu istirahat. Khususnya pada minggu pertama setelah proses vakum aspirasi dilakukan. Waktu istirahat tersebut juga dapat anda manfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembalikan atau memulihkan tenaga. Karena pada fase ini anda juga akan mengalami efek keguguran pada tubuh berupa rasa nyeri pada payudara, serta bengkak.

Hal lain yang harus dilakukan saat pemulihan setelah vakum aspirasi adalah tidak melakukan aktivitas seks serta aktivitas apapun yang berkaitan dengan genital anda (vagina). Hal ini untuk mencegah agar pasien tidak terkena infeksi, karena selama masa pemulihan tersebut tubuh wanita cenderung rentan terhadap berbagai infeksi khususnya yang berkaitan dengan vagina. Hal ini tak lain karena dibutuhkan waktu yang cukup lama agar leher rahim dapat tertutup.

Pasien juga disarankan untuk tidak mandi selama kurang lebih 48 jam setelah proses tersebut dilakukan. Selain itu juga dilarang untuk menggunakan kolam renang selama kurang lebih 1-2 minggu setelah proses vakum aspirasi dilakukan. Hal ini juga ditujukan untuk mencegah infeksi bakteri yang dapat mengintai pasien.

Selama proses pemulihan, moms juga diwajibkan untuk mengurangi beban pikiran atau stress agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. Anda harus selalu memantau tubuh anda, khususnya temperatur tubuh, karena jika terjadi peningkatan suhu tubuh anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Selain menjauhi aktifitas fisik yang berat serta mengendalikan emosi selama masa pemulihan, anda juga harus memperhatikan pola makan. Dan yang terpenting adalah menghabiskan obat atau antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Anda juga dapat mempelajari cara membersihkan rahim setelah keguguran dan buah pembersih rahim setelah keguguran.

Rajin berkonsultasi ke dokter merupakan resep pemulihan setelah vakum aspirasi yang wajib untuk dilakukan semua pasien. Indikasi-indikasi medis tertentu memang hanya bisa dilihat secara spesifik oleh bantuan dokter. Selain itu rajin-rajinlah untuk menyampaikan jika memang ada keluhan setelah proses vakum aspirasi tersebut anda lakukan.