Apakah Kista Berbahaya Saat Hamil dan Mengapa?

Kista pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi saat melakukan antenatal care selama hamil. Sebenarnya kista pada ovarium mungkin sudah muncul sejak sebelum hamil. Jika itu baru diketahui saat hamil mungkin hanya karena kebetulan saja. Kista ovarium umumya memang jenis jaringan yang jinak. Jenis kasus yang berat atau kanker sangat jarang meskipun itu bisa terjadi. Kista yang muncul saat hamil pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua tipe, yaitu kista fungsional yang tidak berbahaya dan kista patologis yang berbahaya. Lalu apakah kista berbahaya saat hamil dan mengapa? Ikuti informasi berikut ini.

Apakah Kista Berbahaya Saat Hamil?

Adanya bahaya kista saat hamil memang sangat menakutkan untuk semua ibu hamil. Seringkali kista sebenarnya sudah ada sejak sebelum hamil. Hanya saja dengan pemeriksaan yang detail saat hamil maka kista baru terlihat. Kista yang terjadi saat hamil dan sebelum hamil bisa dilihat sebagai kista yang berbahaya atau tidak. Jika kista berbahaya maka kemungkinan operasi bisa dilakukan namun itu juga dipertimbangkan dengan baik oleh dokter. Jika kista berbahaya dan bisa menyebabkan efek berat untuk ibu dan janin, maka disertai dengan beberapa gejala seperti dibawah ini.

  1. Ibu hamil sering mengalami nyeri pada bagian tulang ekor dan berbeda dengan nyeri pinggang saat hamil.
  2. Ibu hamil merasa sangat cepat kenyang padahal tidak makan banyak, seharusnya ini tidak terjadi karena ibu hamil biasanya mudah lapar.
  3. Gangguan perut kembung yang parah bisa terjadi saat hamil muda dan tua. Ini berbeda dengan perut kembung saat hamil muda yang lebih sering disebabkan karena pengaruh hormon.
  4. Ibu hamil bisa merasakan sakit luar biasa saat buang air kecil meskipun tidak terkena infeksi saluran kemih.
  5. Ketika berhubungan intim maka ibu akan merasakan tekanan dan rasa sakit pada bagian perut bawah.

Bahaya Kista Saat Hamil

  1. Kista terpuntir

Pengobatan kista ovarium diperlukan jika kista ovarium pada ibu hamil terpuntir karena ukuran yang sangat besar. Jenis kista yang berukuran lebih dari 8 cm biasanya akan berisiko kista pecah atau memuntir. Jika ini terjadi maka ibu hamil akan merasakan sakit yang sangat parah dan muncul secara tiba-tiba. Rasa sakit bisa berkembang mulai dari pinggang, panggul sampai ke perut. Jika ibu hamil dengan kista mengalami hal ini maka segera lakukan perawatan.

  1. Pendarahan

Pendarahan saat hamil tentu sangat menakutkan untuk semua ibu hamil. Masalahnya pendarahan pada ibu hamil yang mengalami kista bisa terjadi karena berbagai sebab. Kondisi ini bisa karena kista pecah atau terpuntir. Sebenarnya pendarahan ini bukan karena keguguran sehingga ibu tidak perlu panik dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan terdekat.

  1. Risiko plasenta previa

Ibu hamil dengan kista ovarium bisa mengalami plasenta previa dimana plasenta akan menutupi bagian leher rahim. Ini kondisi yang sangat berbahaya karena jika terjadi menjelang persalinan maka bisa memicu komplikasi persalinan. Plasenta previa juga bisa menyebabkan lapisan plasenta rusak dan robek sehingga terjadi pendarahan yang berat. Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan sehingga pemeriksaan rutin sangat diperlukan.

  1. Persalinan prematur

Ibu hamil dengan kista memang memiliki risiko bayi lahir secara prematur. Hal ini terjadi karena kista menyebabkan komplikasi sejak awal kehamilan termasuk kista yang pecah atau kista terpuntir. Bayi prematur yang dilahirkan bisa menerima dampak kesehatan yang serius seperti bayi lahir dengan berat badan yang rendah, gangguan tumbuh kembang, paru-paru yang belum matang, jantung yang belum sempurna dan komplikasi yang lain.

Nah apakah kista berbahaya saat hamil dan mengapa? Anda sudah bisa melihat semua jawaban dan penjelasan di atas. Namun untuk memastikan kondisi ibu hamil maka sangat disarankan untuk tetap melakukan pemeriksaan ke dokter.