Ciri Ciri Cacingan Pada Ibu Menyusui Yang Perlu Diperhatikan

Pasca menjalani masa kehamilan yang berlangsung kurang lebih 40 minggi diakhiri dengan proses persalinan dimana bayi lahir ke dunia, masih ada bentuk tanggung jawab bagi ibu yang tentunya lebih besar lagi yang merupakan bagian dari predikat barunya sebagai seorang ibu. Tanggung jawab yang dimaksud tersebut adalah tugas dan peran ibu yang sangat vital dalam menjaga, merawat, dan membesarkan bayi, serta memastikan pertumbuhan maupun perkembangan bayi berjalan dengan normal.

Beberapa upaya tentu harus dilakukan untuk selalu memastikan bahwa bayi memiliki kondisi kesehatan maupun pertumbuhan yang normal dan terhindar dari kondisi gangguan tumbuh kembang anak atau bayi. Salah satu usaha yang sebaiknya diprioritaskan adalah proses menyusui bayi untuk memberikan seluruh manfaat asi untuk bayi yang melimpah. Beberapa manfaat asi tersebut diantaranya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, meningkatkan kecerdasannya, dan menjaga kesehatan dengan membantu menjadikan daya tahan tubuh bayi lebih kuat.

Dalam proses menyusui, ada beberapa hal yang juga tetap harus diperhatikan oleh ibu menyusui yakni kesehatan ibu serta kondisi kualitas asi yang akan diberikan kepada bayi sehingga manfaat asi untuk bayi tetap dapat dirasakan. Dalam hal menjaga kesehatan ibu menyusui tentu ada beberapa permasalahan penyakit yang dapat terjadi seperti cacingan. Ada beberapa ciri ciri cacingan pada ibu menyusui berdasarkan jenis cacingnya yang dijelaskan di bawah ini agar dapat dipahami dan digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengatasan terhadap kondisi tersebut.

  1. Gejala cacingan akibat cacing gelang

Cacing gelang atau askariasis merupakan jenis cacing yang banyak tumbuh pada lingkungan yang kotor dan dapat masuk ke dalam tubuh ibu menyusui karena kondisinya  yang kelelahan dengan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Organ tubuh yang diserang oleh cacing gelang ini adalah paru paru dan usus. Ciri ciri cacingan pada ibu menyusui akibat infeksi cacing gelang di paru paru diantaranya seperti batuk, napas yang terasa lebih pendek, demam, adanya darah dari mukus. Sedangkan gejala dari cacing gelang di usus diantaranya seperti diare, mual dan muntah, penurunan berat badan, serta selera makan yang berkurang.

  1.  Gejala cacingan akibat cacing tambang

Cacing tambang merupakan jenis parasit hookworm yang dapat masuk ke dalam tubuh ibu menyusui dalam bentuk larva atau telur. Parasit cacing tambang tersebut dapat masuk karena sentuhan langsung pada kotoran yang di dalamnya terdapat larva dari cacing tersebut seperti ketika secara tidak sengaja menginjaknya pada saat bertelanjang kaki. Gejala cacing tambang dapat diketahui melalui kondisi ibu menyusui yang tiba tiba kehilangan nafsu makannya disertai dengan penurunan berat badan, demam, kelelahan yang berlebihan, anemia atau kekurangan sel darah merah, perut nyeri, serta munculnya darah pada saat buang air besar.

  1. Gejala cacingan akibat cacing kremi

Jenis cacing yang juga dapat menjadi parasit dalam tubuh ibu menyusui lainnya adalah cacing kremi. Cacing kremi merupakan jenis cacing yang sangat kecil berbentuk pipih dan sering menginfeksi bagian sistem pencernaan manusia terutama lebih banyak diderita oleh anak anak. Gejala cacing kremi yang menginfeksi ibu menyusui diantaranya seperti kondisi dimana ibu sering merasakan gatal yang cukup kuat pada bagian anus, tidur gelisah karena bagian rektum ibu menyusui yang terasa tidak nyaman, nyeri, ruam, dan infeksi disekitar kulit anus, serta ditemukannya cacing kremi pada feses maupun daerah disekitar anus. Penggunaan obat cacing untuk ibu menyusui dapat membantu mengatasi adanya cacing kremi di dalam tubuh ibu menyusui.

  1. Gejala cacingan akibat cacing pita

Ciri ciri cacingan pada ibu menyusui yang disebabkan oleh cacing pita tentu memiliki perbedaan dengan infeksi jenis cacing yang lain. Beberapa ciri infeksi cacing pita pada ibu hamil diantaranya seperti sakit perut, merasa lemas disertai dengan muntah maupun mual, perubahan selera makan yang diikuti dengan penurunan berat badan, kesulitan untuk tidur, pusing, kejang, dan diare. Cacing pita merupakan jenis parasit tapeworm yang dapat menginfeksi tubuh ibu menyusui akibat mengkonsumsi daging mental sebagai tempat inang dari cacing pita tersebut. Cacing pita tidak dapat hidup bebas di alam dan membutuhkan inang untuk kelangsungan hidupnya.

  1. Gejala cacingan akibat cacing cambuk

Jenis cacing lain yang juga dapat menjadi parasit dalam tubuh manusia adalah cacing cambuk. Cacing tersebut merupakan kelompok whipworm yang sering terdapat dilingkungan beriklim atau bersuhu hangat serta tidak bersih. Cacing cambuk dapat menempel pada buah yang jatuh ke tanah dan langsung dikonsumsi tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Gejala cacingan akibat cacing cambuk diantaranya seperti diare, mual dan muntah, berat badan yang turun, serta demam maupun pusing.

Dalam penjelasan mengenai ciri ciri cacingan pada ibu menyusui yang dijelaskan diatas dapat ditarik satu kondisi yang sering menjadi gejala umum adanya infeksi parasit cacing dalam tubuh ibu menyusui yakni hilangnya nafsu makan disertai penurunan berat badan, mual dan muntah, diare, pusing serta demam, dan gejala spesifik lain sesuai jenis cacingnya. Jika ibu cacingan maka segera lakukan upaya atau cara mengatasi cacingan pada ibu menyusui baik secara medis maupun traditional.