Gangguan Tumbuh Kembang Anak : Jenis – Ciri dan Perawatan

Apakah Anda pernah melihat anak yang lebih kecil atau lebih pendek dibandingkan anak lain yang seusia? Masalah ini akan sering membuat semua orang tua merasa sangat khawatir. Anak terlihat tidak memiliki perkembangan yang baik sehingga tertinggal dalam semua hal. Mungkin saja anak yang mengalami hal ini sebenarnya menunjukkan gangguan tumbuh kembang anak. Masalah ini tidak hanya menyebabkan perubahan fisik saja, tapi terkadang juga masalah mental dan daya intelektual. Lalu apakah anak yang mengalami hal ini sudah termasuk dalam kategori yang tidak baik untuk anak. berikut ini adalah semua informasi mengenai gangguan tumbuh kembang anak yang bisa Anda pelajari.

Informasi perkembangan anak:

Jenis gangguan tumbuh kembang anak

  1. Gangguan keterlambatan bicara

Ketika anak yang seusia sudah mulai bicara dan anak Anda belum bicara maka ini bisa menjadi salah satu gangguan tumbuh kembang anak. Kondisi ini berarti bahwa anak memang gagal untuk berkomunikasi baik dengan cara bicara, memahami perintah atau cara komunikasi yang lain. Anda bisa mengamati anak bila memang sudah tertinggal dari teman lain yang seusia.

Cara mengatasi : ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua misalnya dengan melakukan terapi wicara dengan profesional, merangsang kemampuan bicara anak, menstimulasi anak agar mau bicara, memberikan dorongan kepada anak untuk bicara dan cara yang lain.

Baca juga:

  1. Gangguan terlambat berjalan

Ketika anak sudah berusia 8 bulan atau lebih maka seharusnya anak sudah mulai untuk belajar berjalan. Tapi ketika pada usia tersebut anak masih belum menunjukkan tanda tanda untuk belajar berjalan atau terlihat lemah maka anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan. Ketika masalah ini terjadi hingga usia anak sampai 18 bulan maka anak termasuk terlambat berjalan. Ketika usia anak sudah lebih dari 18 bulan dan tidak ingin belajar berjalan maka ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Cara mengatasi: Anda bisa mencoba untuk membawa anak ke tempat khusus terapis, mendorong anak untuk lebih rajin bergerak, melatih stimulasi otot anak dan menjaga agar anak tetap mau untuk berusaha berjalan.

Baca: penyebab anak terlambat jalan – cara melatih anak merangkak – alat untuk melatih bayi berjalan

  1. Autisme

Gangguan autisme juga termasuk salah satu jenis gangguan tumbuh kembang anak. Kondisi ini bisa menyebabkan anak sulit untuk memahami situasi, sulit untuk bicara, tindakan emosional yang berlebihan dan terkdang bisa membuat anak mengalami gangguan yang kompleks. Gangguan ini juga bisa mendorong masalah sistem neurologis yang akan membuat anak sulit untuk berkomunikasi dan interaksi dengan sosial.

Cara mengatasi: ada banyak jenis terapi yang harus dilakukan untuk anak yang menderita autis. Terapi harus dilakukan oleh profesional yang memang sudah berpengalaman. Terapi dilakukan untuk mendorong kemampuan komunikasi, bicara, dan mengendalikan tingkah laku sehingga anak tumbuh mandiri.

Informasi anak autis:

  1. Cerebral palsy

Cerebral palsy merupakan sebuah gangguan yang terjadi sejak janin masih berada dalam rahim dan bisa dideteksi dalam pemeriksaan kehamilan. Kelainan ini akan menyebabkan anak mengalami masalah gerakan, perlambatan pertumbuhan, cacat fisik dan pertumbuhan sistem motorik yang tidak normal. Anak juga bisa menjadi sangat terlambat terutama untuk mengusai beberapa keahlian dasar dan keterampilan hidup.

Cara mengatasi: cerebral palsy memang tidak bisa disembuhkan namun kondisi ini bisa dibantu dengan mengenalkan beberapa kegiatan agar anak tumbuh mandiri. Beberapa alat juga sering digunakan untuk membantu kemampuan fisik anak dalam berjalan, berdiri dan beberapa fungsi fisik yang lain. Jika anak tidak menderita cacat lain maka anak bisa tumbuh dengan baik asalkan dibekali dengan kemampuan dari terapis dan orang tua.

Baca: Cerebral palsy pada anak – penyebab cerebral palsy – gejala cerebral palsy pada bayi 

  1. Sindrom Down

Kondisi sindrom down termasuk salah satu kondisi yang sering menyebabkan anak memiliki pertumbuhan yang lambat. Kondisi kelainan ini juga sudah terjadi sejak dalam kandungan dimana sel kromosom 46 sering membelah dan menggandakan diri namun menjadi tidak sempurna. Akibatnya bisa merusak kemampuan sel motorik tubuh, kemampuan perkembangan tubuh dan juga masalah cacat tubuh. Anak juga bisa lahir dengan beberapa penyakit bawaah seperti kelainan jantung dan jenis cacat kongenital lain. (baca: penyebab down syndrome)

Cara mengatasi : tidak ada cara untuk mengatasi atau menyembuhkan sindrom down. Namun terapi untuk membuat anak memiliki keterampilan yang baik memang bisa dilakukan sejak anak masuk usia pertumbuhan. Pemeriksaan kesehatan rutin sangat diperlukan untuk mengetahui status kesehatan organ tubuh anak.

  1. Gangguan perawakan pendek

Jenis gangguan lain adalah perawakan pendek dimana anak-anak tumbuh menjadi pendek dan tidak memiliki perkembangan yang cukup baik. Kondisi ini bisa menyebabkan anak terlihat tidak normal karena bentuk tubuh yang memang lebih kecil. Ada beberapan penyebab kondisi ini termasuk kekurangan gizi, gangguan genetik, kelainan kromosom, masalah sistemik dan juga kelainan endokrin. Tidak ada cara untuk mengatasi ini sehingga anak harus mendapatkan terapi sejak dini.

Baca: penyebab anak kurus – penyebab berat badan bayi tidak naik – cara menjaga agar bayi tidak mudah sakit)

Ciri ciri gangguan tumbuh kembang anak

  1. Fisik anak terlihat lebih kecil

Gangguan pertumbuhan anak akan sering terlihat dengan masalah pertumbuhan anak. Anak terlihat tidak memiliki berat badan yang baik sehingga anak terlihat lebih kecil dari anak lain yang usianya sama. Kemudian masalah ini juga akan berhubungan dengan masalah lain seperti tinggi badan yang tidak ideal, lingkar kepala yang tidak normal dan beberapa penilaian fisik lain. Kondisi ini juga berarti bahwa anak memang mengalami masalah pertumbuhan. (baca: – cara agar balita tidak mudah sakit –  tips agar anak tidak mudah sakit – tips agar anak balita tidak mudah sakit)

  1. Anak mengalami masalah keterampilan fisik

Kemudian anak juga akan terlihat memiliki keterampilan fisik yang sangat rendah. Hal ini bahkan sudah bisa terlihat sejak anak masih balita. Anak cenderung terlambat untuk mulai merangkak, mulai berjalan, mulai duduk dan bahkan mulai untuk berdiri. Semua masalah ini bisa membuat anak terlambat dalam semua hal termasuk untuk semua gerakan fisik anak. (baca: cara mendidik anak agar mandiri –  cara mendidik anak agar percaya diri – cara mendidik anak agar berani)

  1. Anak mengalami masalah mental dan sosial

Kemampuan anak untuk semua bidang memang sudah lambat sejak masih kecil. Terkadang kondisi ini bisa membuat anak mengalami masalah termasuk dalam keterampilan kemampuan sosial dan mental. Anak tidak bisa memiliki kemampuan yang baik untuk merawat diri dan selalu mengandalkan orang lain. Beberapa anak terlihat memiliki masalah mental seperti mudah marah, menjadi sangat agresif dan terlihat berbeda dibandingkan anak lain yang lebih sehat. (Baca: ciri-ciri anak keterbelakangan mental –  penyebab anak cepat marah – cara mendidik anak agar nurut)

  1. Bisa mengalami perlambatan karakteristik seksual

Ketika anak sudah semakin dewasa maka anak juga bisa mengalami masalah keterlambatan karakteristik seksual. Kondisi ini bisa menyebabkan anak cenderung tidak dewasa. Beberapa anak laki-laki dan perempuan juga terlambat mengembangkan ciri dewasa seksual seperti pertumbuhan rambut dan tanda lain pada alat kelamin. (baca: ciri ciri anak mau menstruasi – tanda-tanda menstruasi pada anak)

  1. Perlambatan perkembangan tulang dan gigi

Anak yang mengalami masalah gangguan tumbuh kembang anak juga akan mengalami perlambatan perkembangan tulang dan gigi. Semua kondisi ini akan membuat anak sudah bermasalah dengan pertumbuhan gigi sejak masih kecil. Kemudian beberapa anak mengembangkan bentuk tulang rawan yang tidak normal. Hal ini bisa membuat anak terlihat seperti mengalami gangguan fisik. (baca:

  1. Terdapat lemak tebal dibawah kulit anak

Anak yang terkena gangguan tumbuh kembang juga bisa mengalami kondisi yang sangat berbeda. Awalnya anak terlihat seperti anak yang normal dan gemuk. Namun jika diamati maka anak bisa memiliki banyak lapisan lemak dibawah kulit. Kondisi ini bisa membuat anak memiliki bentuk badan yang lebih pendek, bentuk wajah yang terlalu datar dan juga masalah tubuh lain. (baca: tanda tanda bayi tumbuh gigi)

  1. Gangguan masalah sistem pencernaan dan metabolisme

Anak-anak yang terkena gangguan ini juga bisa memiliki masalah sistem pencernaan. Kondisi ini paling sering terjadi sehingga menyebabkan anak memiliki gangguan perut seperti diare, sembelit dan terkadang juga bau kotoran yang berbeda. Semua kondisi ini bisa membuat anak terlihat seperti anak yang kurang sehat.

Baca juga:

Penyebab gangguan tumbuh kembang anak

  1. Faktor keluarga dengan perawakan yang pendek

Masalah gangguan tumbuh kembang anak terkadang juga banyak dipengaruhi oleh masalah perawakan dalam keluarga. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi lebih pendek dibandingkan anak yang lain. Terkadang kecepatan pertumbuhan anak menjadi tidak normal dan perkembangan tulang anak juga menjadi lebih lambat. Beberapa masalah ini bisa bertahan hingga usia anak masuk masa pubertas sehingga anak cenderung tidak normal. (Baca juga: Penyebab bayi lahir cacat – Penyebab kelainan kongenital non genetik)

  1. Masalah pertumbuhan konstitusional

Beberapa penyebab yang sangat jelas pada anak termasuk seperti masalah pertumbuhan konstitusional. Hal ini sering disebut dengan istilah pubertas yang tertunda. Anak-anak yang mengalami hal ini sebenarnya lahir dengan kondisi yang normal namun kemudian pertumbuhan anak menjadi lebih lambat pada saat anak masuk usia satu tahun. Ketika anak seharusnya sudah tumbuh dengan baik maka anak tidak mendapatkan tahap itu. Kondisi ini bisa memicu pertumbuhan tulang yang lambat, tinggi badan yang lebih rendah, dan beberapa tanda perlambatan yang lain. (baca: tanda tanda anak kurang gizi – penyebab anak susah gemuk

  1. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi atau malnutrisi bisa menjadi salah satu pemicu gangguan tumbuh kembang anak. Kondisi ini bisa terjadi dimana saja ketika beberapa keluarga memang tidak mampu secara ekonomi untuk mendapatkan gizi yang tepat untuk anak. Akibatnya anak tidak hanya menderita kurang gizi tapi juga pertumbuhan yang sangat lambat. Bahkan kondisi ini bisa memicu masalah lain seperti gangguan mental, anak yang mudah sakit, anak terkena penyakit gizi buruk dan juga pertumbuhan yang sangat lambat. Baca: penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi – akibat kekurangan kalium pada anak

  1. Anak menderita penyakit dan kelainan

Kemudian penyebab yang lain adalah ketika anak menderita penyakit kronis seperti gangguan limfatik, gangguan sistem syaraf, gangguan peredaran darah, dan gangguan masalah kesehatan pencernaan. Kondisi ini tidak hanya membuat anak tumbuh lebih lambat tapi juga gangguan pada organ seperti penyakit paru-paru, ginjal, gangguan hati dan jenis penyakit lain. (baca: penyebab bayi lahir sumbing – penyebab bibir sumbing pada janin)

  1. Anak menderita sindrom

Beberapa jenis sindrom juga bisa menyebabkan anak memiliki perkembangan yang lambat. Kondisi ini sering menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan yang membuat anak lebih pendek dan kecil. Misalnya yang terjadi pada anak penderita sindrom down, sindrom Turner, sindrom Noonan, sindrom Russel Silver dan juga sindrom Prader Willi. Semua kondisi ini bisa membuat anak memiliki semua gangguan pertumbuhan, tidak hanya fisik tapi juga mental. (baca:

  1. Gangguan sistem hormon

Gangguan sistem hormon dalam tubuh juga bisa memicu anak terkena gangguan tumbuh kembang. Misalnya ketika anak menderita gangguan hipotiroidisme sehingga semua sistem pertumbuhan anak mengalami gangguan. Anak bisa tumbuh sangat lambat dan terlihat tidak normal, termasuk jika dibandingkan dengan anak lain seusianya.

  1. Kegagalan pertumbuhan

Anak juga bisa mengalami gangguan pertumbuhan karena terkena kondisi gagal pertumbuhan. Ini kondisi yang sering terjadi dimana anak-anak tidak mencapai berat badan ideal selama masa pertumbuhan bahkan sejak masih bayi. Anak yang lahir prematur sangat rentan mengalami hal ini sehingga perlu mendapatkan perawatan yang paling baik. Terkadang masalah ini bisa menyebabkan gangguan tulang dan tulang rawan yang bisa menyebabkan anak tidak memiliki bentuk fisik yang normal dan ideal.

Jadi inilah semua informasi mengenai gangguan tumbuh kembang anak yang harus dilihat dan dipelajari semua orang tua. Harapannya informasi ini bisa berguna terutama untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan anak agar selalu normal dan sehat.