Inilah 7 Ciri Ciri Produksi ASI Berkurang yang Mudah Terlihat

Untuk bayi yang baru lahir, makanan utama yang paling bagus untuk pertumbuhannya adalah ASI. Meskipun saat ini susu formula sudah banyak beredar di pasaran, namun kulaitas gizi terbaik untuk bayi masih tetap dipegang ASI. Sayangnya, tidak semua ibu memiliki jumlah ASI yang sama. Ada ibu yang bisa memproduksi ASI dengan jumlah yang banyak tapi ada juga ibu yang memproduksi ASI dengan jumlah yang sedikit.

Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi nantinya. Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri produksi ASI yang berkurang, berikut ulasannya.

1. Berat badan bayi tidak bertambah

Hal yang paling mencolok ketika produksi ASI berkurang adalah dilihat dai perkembangan bayi itu sendiri. Apabila berat badan bayi tidak pernah bertambah namun justru semakin menyusut, maka bisa jadi itu adalah tanda ASI yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan bayi. And aperlu konsultasikan masalah tersebut pada dokter.

2. Bayi jarang buang air kecil

Tanda lainnya yang bisa terlihat adalah bayi sangat jarang buang air kecil. Biasanya bayi yang baru berusia beberapa hari akan sering buang air kecil dengan jumlah yang cukup banyak. Selain dari pengaruh ASI, cuaca juga sangat berpengaruh terhadap jumlah pipis bayi. Jika dalam waktu seharian bayi sangat jarang buang air kecil, maka bisa dipastikan bayi kekurangan cairan.

Selain dari jumlahnya sedikit, tanda lainnya adalah warnanya yang berbeda dengan urine bayi pada umumnya. Biasanya, warna urine yang normal adalah bening dan kadang-kadang berwarna kuning. Jika warna urine tidak jernih dan cenderung gelap, maka bisa dipastikan bayi kekurangan ASI.

3. Bayi jarang buang air besar

Selain dari jumlah buang air kecil, jumlah buang air besar juga ikut terpengaruh. Secara umum, kotoran bayi berbentuk encer dan berwarna kuning orange. Jika jumlah buang air besar sedikit dan juga cenderung berwarna gelap, maka hal itu bisa menjadi salah satu pertanda bahwa bayi kekurangan ASI. Selain dari jumlahnya, frekuensi buang air besar juga berpengaruh. Contohnya saja, bayi semakin jarang buang air besar. Hal ini juga perlu Anda konsultasilkan dengan dokter secepatnya.

4.  Bayi sering rewel

Ketika bayi menyusui, dia lebih sering rewel dan terlihat masih lapar seolah-olah bayi belum merasa puas. Artinya, bayi merasa masih lapar atau merasa belum kenyang serta dalam beberapa saat bayi pun juga sering menangis meskipun telah menyusui.

Selain rewel, bayi yang kekurangan ASI juga akan terlihat lemas dan terliha sering mengantuk. Hal itu bisa terjadi karena bayi kekurangan nutrisi dan bisa jadi karena asupan nutrisi pada bayi sangat berkurang akibat dari kekurangan ASI. Hal itu tentunya sangat berpengaruh buruk terhadap perkembangan bayi.

5. Payudara tidak berubah setelah menyusui

Dari sisi ibu pun bisa terlihat apakah ASI berkurang atau tidak. Salah satunya adalah bentuk payudara sendiri yang tidak berubah ketika bayi menyusui. Secara umum, payudara yang memiliki ASI yang banyak adalah payudara terasa kencang dan juga berisi. Setelah bayi disusui, maka bentuk payudara pun akan sedkit berubah menjadi lebih lembek dan kendor. Payudara pun tidak akan terasa berat lagi. Jika payudara masih terlihat kencang dan tidak terlihat kendor pasca menyusui, maka bisa jadi produksi ASI berkurang.

6. Bayi sering sakit

ASI yang berkurang pada bayi akan berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuhnya. Bayi yang kurang mendapatkan asupan Asi akan lebih mudah sakit karena di dalam ASI terdapat gizi yang dapat membentuk daya tahan tubuh bayi menadi lebih sempurna. Beberapa dampak buruk bayi yang kekurangan ASI adalah mudah terkena penyakit menular seperti pilek, batuk, atau bahkan sampai terjadinya diare. Oleh sebab itu, jika Anda sudah merasakan ASI yang dikeluarkan berkurang, sebaiknya konsultasilah dengan dokter.

7. Bayi terus menerus menyusui

Ciri selanjutnya adalah bayi terus menerus menyusui tanpa henti dan terkadang menggigit bagian puting. Hal tersebut menunjukan bahwa bayi merasa kekurangan mendapatkan ASI. Hampir sama dengan poin keempat, ketika Anda melepaskan proses menyusui, maka bayi akan rewel dan menangis sehingga Anda pun mau tidak mau akan kembali menyusui.

Itulah ciri ciri produksi ASI berkurang yang mudah terlihat. Beberapa ibu yang mengalami kejadian seperti ASI yang berkurang akan beralih ke susu formula. Beberapa fakta perkembangan bayi yang minum susu formula sejak lahir tetap Anda pantau. Sebab, biar bagaimanapun mantaat ASI untuk bayi jauh lebih banyak dibandingkan dengan susu formula.

Jika ada gejala alergi susu sapi pada bayi, Anda harus segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Anda pun sebaiknya cerita pada dokter mengenai apa saja penyebab ASI berkurang dan bagaimana cara memperbanyak ASI dan juga beberapa jenis makanan untuk memperbanyak ASI. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda.