10 Penyebab ASI Berkurang Pada Ibu Menyusui

Setiap ibu, pada umumnya ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan salah satu yang terbaik bagi anak yang masih bayi sampai usia 2 tahun adalah ASI. Karena ASI merupakan nutrisi yang paling lengkap dan dibutuhkan bayi. Selain itu dengan memberikan ASI juga memberikan kesehatan yang murah pada bayi. Coba bayangkan dan bandingkan dengan harga sus formula? Beberapa manfaat ASI, antara lain :

  • Memiliki nutrisi yang lengkap untuk kesehatan dan kecerdasan bayi. ASI yang harus diberikan harus mulai dari ASI eksklusif (tanpa makanan pendamping) sampai usia 6 bulan.
  • ASI tidak harus dibeli dengan harga mahal. Cukup dengan ibu yang mengkonsumsi makanan bergizi, maka kandungan ASI juga cukup.
  • ASI mengandung antibodi yang menjaga bayi dari segala macam infeksi. Karena bayi sampai usia 2 tahun sangat rentan dan sensitif terhadap infeksi, maka dengan ASI akan lebih terlindungi.
  • Bayi baru lahir pencernaannya belum langsung dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu dengan ASI, akan membantu proses pencernaan menjadi lebih siap saat mulai konsumsi makanan pendamping.
  • ASI juga membantu dan menambah ikatan antara ibu dan bayinya.

Mengingat cukup banyak dan penting ASI bagi bayi, tentu saja hampir semua ibu berusaha memberikan pada bayinya. Namun, kenyataannya tidak semua ibu dapat memberikan ASI yang cukup pada bayinya. Terkadang produksi ASI sangat sedikit, hingga bayi akan rewel karena masih lapar. Sebelum kita membahas cara mengatasinya, sebaiknya kita mengetahui penyebab ASI berkurang terlebih dulu dalam artikel ini. Beberapa penyebab ASI berkurang, antara lain :

1. Ibu Mengalami Masalah Hormonal dan Endoktrin

Ibu yang mengalami masalah hormonal dan endoktrin dapat menjadikan produksi ASI berkurang. Contoh masalah ini umumnya terjadi pada ibu yang rendah atau tinggi kadar tiroid, diabetes, dan ibu yang mempunyai penyakit hipertensi. Mereka dengan masalah ini akan sulit hamil. Masalah hormon dan perubahannya juga dapat terjadi apabila ketika masih menyusui ibu kembali mengalami kehamilan.

Untuk mengatasi ASI yang berkurang akibat masalah hormonal adalah dengan mengatasi penyakit yang diderita ibu. Selain itu, ASI juga dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi makanan yang memperbanyak dan meningkatkan kualitas ASI, dengan pemijatan, dan lain-lain.

2. Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi hormonal juga menyebabkan produksi ASI ibu berkurang. Terutama alat kontrasepsi yang banyak mengandung hormon estrogen. Alat kontrasepsi ini menyebabkan perubahan hormonal salah satunya adalah efek samping pil KB. Bagi ibu yang merasa ASI nya berkurang ketika menggunakan alat kontrasepsi tertentu, dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya. Dokter akan memberikan pilihan alat atau jenis KB IUD lain yang lebih aman secara hormonal.


3. Ibu Pernah Melakukan Operasi Payudara

Beberapa wanita pernah melakukan operasi payudara karena alat kesehatan atau dengan alasan kecantikan. Pada prosedur medis operasi payudara yang sedang mengalami masa penyembuhan, beberapa wanita ini tidak dapat mengeluarkan ASI secara sempurna. Biasanya dokter juga memberikan tenggang waktu tertentu bila wanita ingin hamil dan menyusui. Meskipun tidak terjadi pada semua wanita yang pernah melakukan operasi payudara, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila wanita ingin hamil dan menyusui segera setelah operasi payudara.

4. Ibu Jarang Menyusui Bayi

Memang bukan hal yang mudah bagi ibu yang ingin menyusui. Ibu harus meluangkan waktu lebih banyak untuk bayi dan terus berusaha agar produksi ASI berlimpah. Sementara produksi ASI sendiri memang akan meningkat seiring dengan seringnya ibu menyusui. Apabila payudara terasa kosong, maka otomatis ASI akan diproduksi kembali dengan lebih banyak. utama saat malam hari. Apabila ibu tidak menyusui dan payudara terasa penuh, secara otomatis pula produksi ASI akan berkurang. Apabila kondisi ini kerap terjadi, maka penurunan produksi ASI akan terjadi menyeluruh. 

Oleh sebab itu, apapun kondisi ibu selalu menyusui bayi saat dibutuhkan. Meskipun ibu terlalu lelah, punya banyak pekerjaan lain, dan mengantuk di malam hari. Ibu bisa mencari posisi yang paling baik dan santai saat menyusui. Posisi ini penting karena berpengaruh juga pada produksi dan daya hisap bayi dan membuat ibu santai sekaligus ikut beristirahat saat menyusui. Jika ibu bekerja saat siang hari yang membuat jauh dari anak, pompa ASI dan masukkan di tempat steril. Dengan demikian produksi ASI tetap terjaga selain itu anda juga perlu merawat dan ini merupakan salah satu Cara Merawat Payudara setelah Melahirkan yang juga wajib anda ketahui.

5. Posisi dan Tehnik Menyusui Salah

Seperti telah disebutkan sebelumnya, posisi dan tehnik menyusui akan mempengaruhi daya hisap bayi. Apabila daya hisap bayi sedikit karena posisi mulutnya yang tidak menempel sempurna pada puting susu, maka pengeluaran berkurang dan produksi ASI akhirnya menurun. Sebaiknya, ketika ibu menyusui perhatikan posisi mulut bayi, apakah puting sudah masuk secara penuh atau belum. Rasakan pula ASI yang dihisap bayi dan ekspresi bayi, apakah menyusui dengan lahap atau tidak. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari penyebab berkurangnya ASI karena Cara Menyusui Bayi Baru Lahir juga mempengaruhi jumlah asi pada seorang ibu.

6. Ibu Mengalami Masitis

Masitis adalah gumpalan atau benjolan ASI yang mengalami penyumbatan. Gumpalan tersebut dapat terjadi karena ibu tidak sering dan teratur menyusui. Dapat juga terjadi karena ibu sakit, sehingga ada jeda beberapa hari tidak menyusui. Masitis dapat diatasi dengan pemijatan di wilayah sekitar payudara dan ibu menyusui dengan lebih sering dan teratur.

7. Ibu Sakit

Ibu yang sakit dan tidak diijinkan menyusui karena bayinya khawatir tertular dapat menyebabkan produksi ASi berkurang. Atau ketika masih baru lahir, setelah memberi ASI, dengan alasan ibu ingin istirahat terlebih dahulu, ASI tidak diberikan sementara, akan menyebabkan produki ASI akan menurun. Ibu yang mengalami hal ini harus menyusui dan bekerja keras dari awal kembali, Ibu harus berusaha menyusui bayi dengan lebih sering apabila sudah pulih dan sabar melakukannya, karena di awa bayi umumnya akan menolak. Selain itu, ASI dapat ditingkatkan dengan pemijatan dan konsumsi makanan yang meningkatkan produksi ASI.

8. Ibu Kekurangan Kalsium dan Anemia

Kekurangan zat gizi tertentu, seperti kalsium dan zat besi dapat menyebabkan ASI berkurang. Oleh karena itu disarankan, ibu menyusui agar selalu menjaga nutrisi makanan yang dikonsumsi. Selain itu, konsumsi yang bernutrisi juga akan membuat ASI lebih berkualitas, bayi menjadi lebih sehat dan gemuk. Susu bagi ibu menyusui dapat dikonsumsi sebagai tambahan dengan memperhatikan kandungan gizinya. Bagi anda yang menjadi seorang ibu juga wajib meminum Susu Untuk Ibu Menyusui yang Bagus dan Makanan yang Mengandung Kalsium Untuk Ibu Hamil agar pada saat sang buah hati membutuhkan asi, anda sudah tidak perlu khawatir kembali.

9. Konsumsi Alkohol, Rokok, dan Kafein

Konsumsi alkohol dan rokok selain membuat kualitas ASI tidak bagus karena dimasuki zat-zat kimia yang berbahaya, dapat juga mengakibatkan berkurangnya ASI. Begitu pula dengan kafein yang terkandung dalam kopi, dipercaya dapat menurunkan produksi ASI. Apalagi biasanya orang yang merokok, berpasangan dengan konsumsi kopi. Pada kemasan rokok sendiri sudah tertera jelas bahwa merokok berbahaya bagi wanita hamil dan menyusui.
Hindarilah konsumsi alkohol, rokok, dan minuman berkafein selama  menyusui karena Bahaya Alkohol Saat Hamil dan Bahaya Rokok bagi Wanita Hamil dan Janin sangat berakibat fatal nantinya.


10. Ibu Kelelahan dan Stres

Kondisi ibu yang terlalu lelah dan stres secara fisik dan psikis dapat mengakibatkan produksi ASI menurun. Bayi pun akan merasakan yang ibu alami dan menjadi gelisah. Oleh sebab itu, selama masa menyusui, atur waktu ibu agar tidak mengalami kelelahan dan bersikaplah santai menghadapi masalah. Serahkan semua masalah ibu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari stres.

Dari uraian penyebab menurunnya atau berkurangnya ASI, pada dasarnya ada tips khusus agar ASi tetap terjaga. Tips tersebut antara lain :

  • Konsumsi makanan yang bergizi atau bernutrisi tinggi
  • Ibu harus mengatur waktunya dan emopsinya dengan baik agar tidak kelelahan dan stress
  • Menyusui sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi, terutama di hari-hari pertama saat ASI mengandung kolustrum yang sangat baik untuk bayi
  • Perhatikan posisi bayi saat menyusui, agar bayi menyusui dengan cukup.

Empat tips di atas cukup mewakili bila ingin ibu ingin ASI tetap banyak dan cukup. Berikan ASI ekslusif sampai berusia 6 bulan dan terus berikan sampai bayi berusia 2 tahun dengan makanan pendamping. Semoga artikel ini bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Monday 09th, October 2017 / 04:21 Oleh :
Kategori : Menyusui
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12

Recommeded

Popular