Berapa Usia Ideal Untuk Hamil Menurut BKKBN Dan Batas Maksimalnya?

Setiap pasangan yang menikah pasti mendambakan anak sebagai keturunan kandung. Namun memang setiap pasangan terkadang ada yang mudah mendapatkan anak namun ada juga yang mengalami penyebab sulit hamil. Kondisi ini mungkin juga tidak dapat dihindari. Tapi masalahnya ada beberapa pasangan di Indonesia yang menikah dalam usia cukup muda. Hal ini menjadi masalah yang menyebabkan komplikasi saat terjadi kehamilan. Terlebih jika setelah menikah muda terjadi kehamilan dengan cepat. Lalu berapa usia ideal untuk hamil menurut BKKBN dan batas maksimalnya? Ikuti ulasan dibawah ini.

Berapa Usia Ideal Untuk Hamil Minimal Dan Maksimal?

Ternyata dalam hal ini pemerintah melalui BKKBN sudah menerapkan aturan untuk usia ideal hamil. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masalah komplikasi kehamilan yang disebabkan oleh masalah kehamilan di usia yang terlalu muda dan terlalu tua.

Jadi dalam hal ini pemerintah melalui BKKBN menetapkan bahwa usia ideal minimal untuk bisa hamil adalah pada usia 24 tahun. Sementara usia maksimal untuk hamil adalah 35 tahun. Kurang atau lebih dari usia tersebut sebaiknya tidak dilakukan karena bisa meningkatkan risiko kematian baik pada ibu maupun janin.

Mengapa?

Menetapkan alasan untuk usia hamil 24 tahun minimal memang ada alasannya. Berikut ini berbagai hal yang bisa dipertimbangkan.

  1. Tubuh ibu siap

Jika pasangan wanita sudah berusia 24 tahun maka sebaiknya setelah menikah mencoba cara cepat hamil baik secara medis atau alami. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan kehamilan yang pas saat usia ibu siap. Saat wanita berusia 24 tahun maka sel-sel dalam tubuh berada dalam kondisi paling sehat. Organ tubuh juga masih dalam kondisi cukup fit sehingga bisa menjalani kehamilan yang sehat.

  1. Usia ibu siap

Usia 24 tahun dianggap sebagai usia yang paling ideal karena saat itu nutrisi dalam tubuh ibu siap untuk dibagi dengan janin dalam kandungan. Janin yang tumbuh dalam rahim memang menyerap nutrisi dari ibu melalui plasenta. Sementara jika tubuh ibu masih terlalu muda maka bisa terjadi perebutan nutrisi antara tubuh ibu dan janin. Akhirnya bisa terjadi masalah karena adanya faktor penyebab bayi lahir cacat. Jadi lebih baik memang hamil di usia yang sudah cukup saja.

  1. Ekonomi keluarga lebih mapan

Pertimbangan ekonomi juga menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan. Jika hamil di usia 24 tahun maka bisa menikah di usia ini. Pasangan pria yang diharapkan juga memiliki usia antara 26 sampai 28 tahun. Saat itu pasangan sudah bisa bekerja dan mandiri secara ekonomi. Ekonomi yang baik juga berperan untuk menunjang kecukupan gizi ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan.

  1. Pertumbuhan janin sempurna

Usia waktu hamil juga sangat mempengaruhi kondisi kehamilan dan pertumbuhan janin. Ketika usia ibu hamil cukup ideal maka janin bisa tumbuh sempurna. Tapi jika usia ibu terlalu muda maka bisa menyebabkan bahaya untuk ibu dan janin itu sendiri. Menurut penelitian medis usia wanita dibawah 24 tahun ternyata masih mengalami pertumbuhan termasuk sel-sel sehat dalam tubuh. Karena itu jika hamil dibawah usia tersebut maka bisa membuat janin tidak sempurna dan risiko masalah genetik yang cukup tinggi.

  1. Minimal risiko kehamilan

Hamil di usia lebih dari 35 tahun memiliki risiko kehamilan yang sangat tinggi. Hal ini bisa terjadi karena usia ibu sudah tidak cukup baik dan sel-sel dalam tubuh berada dalam kondisi yang menurun. Ada beberapa komplikasi kehamilan yang bisa memicu preeklampsia, kelahiran bayi prematur, risiko kerusakan DNA pada janin dan masalah cacat bayi.

Itulah keterangan tentang berapa usia ideal untuk hamil menurut BKKBN dan batas maksimalnya? Setiap wanita Indonesia hendaknya mengikuti aturan tersebut agar mendapatkan kehamilan dan bayi yang sehat serta ibu selamat.