Kapan Usia Produktif Wanita Untuk Hamil Dan Mengapa?

Berbicara tentang kehamilan pasti akan dibicarakan oleh semua wanita yang sudah menikah. Namun ada saja pasangan yang cepat hamil tapi juga ada yang sulit hamil. Semua sangat tergantung dengan kesehatan reproduksi baik pada pasangan wanita dan pria. Jika ada ciri-ciri pria mandul atau ciri wanita mandul pada salah satu pasangan atau keduanya maka akan sulit hamil dengan cara yang alami. Lalu usia pernikahan juga sangat berpengaruh untuk memikirkan program kehamilan. Lalu sebenarnya kapan usia produktif wanita untuk hamil dan mengapa? Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Usia 20 tahun

Sebenarnya secara medis wanita sebaiknya di usia 20 tahunan atau antara 20 sampai 25 tahun. Proses ovulasi pada usia ini sangat ideal sehingga peluang kehamilan akan meningkat. Terlebih jika sudah mengalami tanda tanda ovulasi yang rutin setiap bulan dan tidak mengalami masalah atau gangguan haid. Bahkan kehamilan di usia ini memiliki risiko gangguan kehamilan yang sangat rendah sehingga ibu dan bayi bisa lahir dalam kondisi sehat. Tapi tidak disarankan hamil kurang dari usia 20 tahun karena saat itu tubuh wanita masih mengalami masa pertumbuhan. Sehingga bisa terjadi kehamilan dengan bayi cacat dan gangguan kehamilan. Kemudian hamil di usia lebih dari 25 tahun maka kesempatannya juga akan menurun.

  1. Usia 30 an

Ketika wanita sudah memasuki usia 30 tahun maka kesuburan akan menurun dengan secara perlahan. Saat usia 32 sampai 35 tahun maka penurunan terjadi lebih cepat. Gangguan kesuburan ini yang menjadi penyebab sulit hamil. Hal ini karena sebenarnya wanita sejak lahir memiliki telur sehat sekitar 1 jutaan. Semua telur ini akan keluar dan rusak ketika tidak terjadi kehamilan dari mulai pertama haid sampai menjelang menopause. Pada usia 37 tahun saja jumlah sel telur hanya tinggal 25 ribu, lalu pada usia selanjutnya akan menurun. Kesempatan hamil di usia ini lebih rendah.

  1. Usia 40 an

Ketika usia wanita sudah lebih dari 40 tahun atau baru masuk 40 tahun maka kesuburan akan menurun lebih cepat lagi. Jumlah sel telur semakin sedikit dan sulit sekali untuk hamil. Bahkan peluang kehamilan dengan proses bayi tabung juga akan semakin sempit. Jika terjadi kehamilan di usia ini maka juga bisa menderita risiko baik untuk ibu dan janin, seperti:

  • Masalah kromosom yang bisa menyebabkan bayi lahir cacat karena kualitas sel telur yang lebih buruk.
  • Bayi akan lahir prematur karena komplikasi kehamilan awal dan kesehatan ibu yang buruk.
  • Bayi lahir dengan berat badan yang rendah karena masalah penyerapan nutrisi yang buruk.
  • Kematian bayi dalam kandungan karena risiko kesehatan bayi yang buruk.
  • Kematian ibu selama hamil dan persalinan karena masalah kesehatan sejak awal hamil.
  • Ibu rentan dengan masalah kesehatan seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi dan penyakit lain.
  • Ibu harus melahirkan secara caesar.

Kesimpulan

Melihat dari berbagai data tersebut maka sebaiknya wanita hamil di usia 20 sampai 25 tahun. Kemudian kesempatan hamil di usia 25 sampai 30 tahun tetap ada hanya menurun dan ada risiko rendah masalah kesehatan ibu dan bayi. Dan tidak disarankan untuk hamil di atas usia 40 tahun karena ibu bisa menderita gangguan kesehatan selama hamil dan masalah perkembangan janin yang buruk, termasuk cacat janin.

Nah sekarang sudah jelas khan tentang, kapan usia produktif wanita untuk hamil dan mengapa? Ibu hamil sebaiknya mempertimbangkan rencana kehamilan dengan baik sehingga ibu dan bayi dalam kandungan bisa lebih sehat.